Mau Punya Penghasilan 250ribu/Minggu Klik DISINI

Tujuan dan Fungsi Kegiatan Pengawetan Tanah

Tujuan dan Fungsi Kegiatan Pengawetan Tanah – Tanah merupakan tempat berbagai makhluk hidup untuk melangsungkan kehidupannya agar bisa diselamatkan dari berbagai macam ancaman kepunahan.

Oleh karena itu diperlukan dilakukannya kegiatan pengawetan tanah dengan tepat untuk menghindari kemungkinan buruk yang akan terjadi, Sebelum melakukan kegiatan pengawetan tanah, maka sebelumnya kita harus mengetahui profil tanah.

Berikut ini akan dijelaskan sedikit mengenai profil tanah.

Horizon A

Horizon A ini sering disebut dengan horizon pencucian karena pada horizon ini terjadi pelarutan unsur-unsur hara dan senyawa-senyawa yang kemudian dibawa air infiltrasi ke lapisan di bawahnya.

Sebagian besar dari horizon A tersusun dari batu mineral yang bercampur dengan bahan organic dan merupakan medium pertumbuhan tanaman sebagai tempat kegiatan mikroba tanah.

Horizon B

Horizon B merupakan horizon akumulasi dari unsur – unsur hara dan senyawa -senyawa horizon pencucian yang tercuci.

Horizon B mengandung sedikit sekali bahan organik, bentuknya lebih padat dan juga memiliki warna yang lebih merah. Pada horizon B ini sama sekali tidak terdapat kegiatan mikroba.

Horizon C

Horizon C terdiri dari bahan induk tanah yang merupakan buatan yang sebagiannya sudah mengalami pelapukan.

Horizon D

Horizon D merupakan batuan induk pejal yang belum sama sekali mengalami pelapukan.

Tujuan Pengawetan Tanah

1). Memelihara Kesuburan Tanah

Mengusahakan kesuburan tanah tetap stabil melalui berbagai teknik dan pola tanam serta pengolahannya secara intensif.

Misalnya melalui teknik penanaman, kita dapat menanami sebidang tanah pertanian dengan cara polikultur atau menggunakan berbagai jenis tanaman, melalui rotasi tanaman dan tumpang sari.

  1. Rotasi tanaman, yaitu menggunakan jenis tanaman yang berbeda pada setiap musim. Contoh : setelah menanam padi ditanami palawija, baru padi, atau sayur mayur, disesuaikan dengan musim.
  2. Tumpang sari, menanam berbagai jenis tanaman dalam satu musim tanam. Contoh: di sela – sela tanaman padi ditanami buah jeruk, sayur mayur, pisang dan lain-lain.

Metode lain yang dapat dilakukan yaitu dengan cara sebagai berikut :

  1. Mengatur air dalam tanah melalui sistem drainase dan juga sistem irigasi yang sesuai
  2. Melakukan pemeliharaan atau peningkatan kadar humus
  3. Meningkatkan kadar kalsium yang ada di dalam tanah
  4. Melakukan penumpukan dengan bentuk mineral dan pengolahan tanah yang sesuai dengan topografinya.

2). Menghindari Erosi

Erosi dapat diakibatkan karena terjadinya pengikisan lapisan tanah yang disebabkan oleh adanya aliran air angin dan salju.

Sering kali erosi terjadi pada lereng – lereng dengan tingkat kemiringan yang besar dan dapat menimbulkan kecepatan aliran permukaan yang tinggi.

Tanah yang mempunyai kemiringan yang cukup besar dapat dibuat seperti teras / sengkedan untuk mencegah terjadinya erosi.

Erosi mengakibatkan tanah yang mulanya subur maka akan dapat menjadi tandus sehingga tidak dapat ditanami kembali.

Untuk kegiatan pemulihan keadaan tanah yang demikian maka dibutuhkan waktu yang cukup lama dan juga membutuhkan biaya yang cukup besar.

Apabila keadaan tanah yang telah mengalami erosi cukup parah dan tidak dengan secepatnya ditanggulangi maka tanah tersebut akan ditumbuhi oleh gulma yang nantinya sulit diberantas.

Bahaya dati terjadinya erosi yang lain adalah dapat mempercepat proses terjadinya pendangkalan waduk dan juga dapat menimbulkan terjadinya entrofikasi yang akan merugikan fungsi waduk tersebut.

3). Gerakan Penghijauan

Gerakan penghijauan dilakukan untuk menyelamatkan tanah-tanah yang gundul atau biasa disebut dengan kegiatan reboisasi.

Baca Juga :

Dalam melakukan kegiatan gerakan penghijauan atau reboisasi maka diperlukan pemilihan bibit yang sesuai dengan kondisi daerahnya masing-masing yang sesuai dengan syarat klimatologis, sanitasi dan juga drainase yang baik.

Kegiatan ini di Indonesia biasanya dilaksanakan secara rutin dan pusat kegiatannya akan diatur secara bergantian dengan melibatkan beberapa organisasi formal atauun non formal seperti pemerintah daerah, tokoh – tokoh masyarakat dan lain – lain.

Demikianlah informasi mengenai tujuan dan fungsi kegiatan pengawetan tanah. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2015 Frontier Theme