Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Teknik Penanganan Pasca Panen Apel

Teknik Penanganan Pasca Panen Apel – Berbeda dengan tanaman lainnya, apel merupakan tanaman dataran tinggi sehingga membutuhkan perlakuan sedikit berbeda dalam pasca panen.

Buah apel membutuhkan suhu berbeda untuk tetap segar ketika sampai ke tangan konsumen.

Maka dari itu, penanganan pasca panen apel membutuhkan perhatian yang lebih terutama dalam hal penyimpanan.

pengebang

Teknik pemanenan apel yang procedural akan membuat apel tetap terjaga mutu dan kualitasnya.

Sebagaimana produk hasil holtikutura lain, buah apel juga cepat mengalami penurunan mutu.

Jenis tanaman holtikurtura pada umumnya membutuhkan respirasi yang tinggi seperti pisang, alpukat, kesemek dan lainnya.

Untuk itu, diperlukan stragegi penanganan pasca panen yang pas yang sesuai dengan karakteristik buah apel.

Pemanenan

Untuk mendapatkan kualitas standar nasional, buah apel hendaknya dipanen pada waktu yang tepat.

Buah apel bisa dipanen setelah sekitar 100 hari keluarnya bunga. Namun untuk tempat dengan curah yang tinggi, periode panen apel bisa lebih lama lagi.

Buah apel bisa dipanen setiap enam bulan sekali dan setiap pohon rata-rata menghasilkan buah hingga 15 kg.

Penentuan masa panen

Buah apel biasanya dapat dipanen antara 4-5 bulan dari sejak berbunga, namun ini juga tergantung dari varietas dan lingkungan sekitar.

Secara fisiologis buah apel yang siap panen akan ditandai dengan berubahnya warna buah menjadi lebih cerah dan ukuran buah seudah terlihat maksimal. Selain itu, aroma buah juga sudah mulai keluar tercium.

Teknik pemanenan

Teknik untuk memanen buah apel dilakukan secara manual, yaitu menggunakan tangan.

Buah apel dipetik bersamaan dengan gagangnya lalu kumpulkan pada tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari secara langsung.

Hal ini untuk menghindari buah apel cepat busuk karena respirasi yang tinggi. Juga, perlakukan secara hati-hati dengan menaruhnya secara perlahan untuk menghindari tejadinya degradasi mutu.

Pengangkutan

Karena respirasi yang cepat, buah apel harus segera diangkut menuju tempat penyimpanan.

Pengangkutan dapat dilakukan dengan menggunakan keranjang yang digendong. Usahakan untuk menghindari paparan sinar matahari secara langsung.

Cuaca yang panas bisa mempercepat laju respirasi pada buah apel yang dapat berakibat pada penurunan mutu.

Sortasi

Proses sortasi diperlukan untuk menghilangkan kotoran yang terdapat pada buah apel untuk menghindari kontaminasi dari bakteri.

Pembersihan juga dilakukan dalam rangka menghilangkan kotoran dan bahan kimia lain yang menempel.

Kebersihan buah apel turut menentukan mutu. Pembersihan dapat dilakukan secara manual dengan menggunakan air ataupun dry cleaning. Setelah proses pembersihan selesai, buah apel kemudian disortir.

Sortasi buah apel biasanya berdasarkan level utuh atau tidaknya buah apel. Juga, sortasi buah apel dapat didasari pada ukuran dan warna buah apel.

Setelah proses sortasi selesai dilakukan, tahapan selanjutnya adalah grading. Grading pada buah apel umumnya mengacu pada tingkat kematangan dan warna.

Penyimpanan

Proses penyimpanan buah apel merupakan tindakan penting supaya mutunya tetap terjaga. Penyimpanan biasanya dilakukan sesuai dengan sortasi yang telah dilakukan.

Penyimpanan buah apel hendaknya dibungkus terlebih dulu menggunakan plastic atau pulp. Sebelum buah apel disimpan, ada beberapa hal yang diakukan seperti coating atau pelapisan.

Coating ialah proses melapisi buah apel supaya menjadi tahan lama dan segar hingga sampai pada konsumen. Coating dapat berfungsi untuk mencegah laju respirasi pada buah apel.

Baca Artikel Lainnya :

Meskipun begitu penyimpanan buah apel paling lama hingga delapan bulan sejak dipetik. Suhu yang dibtutuhkan untuk menyimpan buah apel adalah 0 derajat celcius.

Loading…

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme