Mau Punya Penghasilan 250ribu/Minggu Klik DISINI

Teknik Aseptik dan Cara Strelisasi Pada Mikrobiologi

Teknik Aseptik dan Cara Strelisasi Pada Mikrobiologi – Mikrobiologi merupakan sebuah studi mengenai tentang kehidupan kecil atau mikroba.

Studi mikrobiologi ini menjadi sangat penting dalam dunia medis karena berfungsi dalam hal memerangi penyakit.

Jenis mikroba berbahaya yang dapat membuat orang sakit disebut dengan patogen.

Cakupan dari mikrobiologi adalah mempelajari patogen serta bagaimana cara yang bisa dilakukan untuk melawan dan juga mencegah infeksi.

Artikel Terkait :

Para ilmuan telah membuat antibodi dan vaksin yang digunakan untuk mengobati dan mencegah penyakit dari berbagai bentuk lemah mikroba.

Selain itu juga ada beberapa mikroba penting yang dibuat untuk membantu proses pencernaan dan untuk membuat keju dan yoghurt.

Dalam laboratorium mikrobiologi akan digunakan teknik aseptis yang berfungsi untuk mencegah terjadinya kontaminasi mikrobiologi.

Selain itu, teknik aseptis ini juga bisa untuk mencegah kontaminasi ruangan dan juga kontaminasi personil dengan mikroorganisme.

Mikroorganisme yang ada di laboratorium termasuk patogen, sehingga dengan menggunakan teknik aseptis maka keselamatan semua personil laboratorium akan terjaga. Salah satu teknik dasar dalam analisa mikrobiologi yaitu teknik aseptis.

Teknik aseptis adalah suatu metoda atau teknik yang dilakukan dalam memindahkan ataupun mentransfer kultur bakteria dari satu tempat ke tempat yang lain secara aseptis dengan tujuan agar tidak terjadi kontaminasi oleh mikroba lain ke dalam kultur.

Selain itu, manfaat digunakan teknik aseptis selama pengambilan sampel adalah  tidak terjadi pencemaran.

Begitu juga dengan alat – alat yang digunakan haruslah steril. Untuk pengambilan bahan makanan cair sebaiknya diambil dengan pipet steril. Sementara untuk makanan jenis padat di ambil dengan menggunakan pisau dan garpu, sendok atau penjepit yang sudah dalam keadaan steril.

Teknik aseptis sangat diperlukan untuk menghindarkan mikroorganisme – mikroorganisme yang berasal dari kontaminan yang dapat menghambat pertumbuhan mikroba.

Teknik aseptis bisanya digunakan sepanjang kegiatan berlangsung, baik untuk alat dan bahan, lingkungan sekitar maupun praktekannya. Untuk alat dan bahan praktikum dapat diterapkan dengan metode sterilitasi.

Alat yang nantinya akan digunakan dalam sebuah penelitian atau saat melakukan praktikum harus disterilisasi terlebih dahulu. Pensterilisasian ini berfungsu untuk membebaskan semua bahan dan peralatan – peralatan tersebut dari semua bentuk kehidupan.

Dalam arti lain, sterilisasi itu merupakan suatu proses untuk mematikan semua jenis organisme yang terdapat pada suatu benda.

Sterilisasi dalam ilmu mikrobiologi berarti membebaskan tiap – tiap benda atau substansi– substansi dari semua kehidupan makhluk dalam bentuk apapun.

Dalam upaya mendapatkan suatu alat yang dalam keadaan steril, maka mikroorganisme dimatikan oleh panas atau kalor, gas-gas seperti formaldehid, etil oksida atau betapriolakton oleh bermacam – macam larutan kimia oleh sinar lembayung ultra / sinar gama.

Berdasarkan prinsipnya, sterilisasi dapat dilakukan melalui 3 cara yaitu secara mekanik, fisik dan juga kimiawi:

1). Sterilisasi secara mekanik (filtrasi) dengan menggunakan suatu saringan yang memiliki pori sangat kecil, yang memiliki ukuran kira – kira 0,22 mikron / 0,45 mikron. Dengan ukuran yang demikian maka mikroba akan tertahan pada saringan tersebut. Sebenarnya proses ini ditujukan untuk pensterilisasian bahan yang tahan panas, seperti larutan enzim dan antibiotik.

2). Sterilisasi secara fisik, dilakukan dengan cara pemanasan dan penyinaran.

  • Pemanasan
  1. Pemijaran dengan api langsung dengan membakar alat pada api secara langsung. Contoh alatnya seperti jarum inoculum, batang L, dan pinset.
  2. Panas kering: Pensterilisasian dengan menggunakan oven dengan suhu kira – kira 60 – 180°C. Sterilisasi metode panas kering ini cocok untuk alat yang terbuat dari bahan kaca seperti erlenmeyer dan tabung reaksi.
  3. Uap panas: Pensterilisasian menggunakan konsep ini mirip halnya seperti mengukus.
  4. Uap air panas bertekanan: Pensterilisasian dengan menggunakan autoklaf.
  • Penyinaran dengan UV

Pensterilisasian juga dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan sinar ultraviolet atau sinar UV. Contohnya untuk membunuh mikroba yang menempel pada bagian permukaan Interior Safety Cabinet dengan menggunakan lampu UV.

  • Sterilisasi secara kimiawi, biasanya sterilisasi ini menggunakan senyawa desinfektan seperti  alkohol.

Demikian ulasan mengenai Teknik Aseptik dan Sterilisasi Pada Mikrobiologi. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2015 Frontier Theme