Siapakah yang layak memimpin DKI Jakarta 2017-2022?

View Results

Loading ... Loading ...

Tahap-tahap Yang Dilakukan Dalam Persilangan Buatan Pada Tanaman

Tahap-tahap yang dilakukan dalam Persilangan Buatan pada Tanaman – Pada garis besarnya persilangan ialah mencakup kegiatan (a) persiapan, (b) kastrasi, (c) emaskulasi, (d) Isolasi, (e) pengumpulan serbuk sari, (f) penyerbukan dan (g) pelabelan.

Persiapan

Persiapan untuk melakukan kastrasi dan penyerbukan silang meliputi penyediaan alat-alat antara lain : gunting kecil, pinset dengan ujung yang runcing, pisau kecil yang tajam, wadah untuk tempat benang sari, jarum yang panjang dan lurus, alkohol (75-85%) atau spiritus dalam botol kecil untuk mensterilkan alat-alat tersebut, kuas untuk meletakkan serbuk sari di atas kepala putik dan kaca pembesar yang digunakan untuk memeriksa kebersihan kepala putik sikat kecil untuk mengeluarkan serbuk sari dari benang sari.

Penutupan bunga pada saat sebelum dan sesudah  penyerbukan dapat menggunakan kantong dari kelambu, kain, kantong plastik yang telah diberi lubang-lubang kecil untuk pernafasan atau peredaran udara atau isolative yang disesuaikan dengan ukuran bunga.

Perlengkapan lain yang perlu dipersiapkan yakni label dari kertas yang tahan air, selanjutnya label tersebut diberi nomor urut. Untuk keperluan proses penyerbukan silang antara beberapa jenis-jenis tertentu sebaiknya kertas label yang memiliki warna tertentu, contohnya untuk persilangan A X B dapat menggunkan warna label merah, untuk A X C warna labelnya putih, untuk D X B dapat menggunakan warna hijau dan seterusnya dengan warna lain.

Kastrasi

Kastrasi ialah kegiatan membersihkan bagian tanaman yang letaknya berada di sekitar bunga yang akan diemaskulasi dari serangga, kotoran, kuncup-kuncup bunga yang tidak digunakan serta organ tanaman lain yang mengganggu proses persilangan.

Membuang mahkota dan kelopak juga termasuk dari kegiatan kastrasi. Kastrasi pada umumnya menggunakan gunting, pisau atau pinset.

Emaskulasi

Emaskulasi merupakan kegiatan membuang alat kelamin jantan atau stamen pada tetua betina, pada saat belum bunga mekar atau sebelum terjadi penyerbukan sendiri.

Emaskulasi yang paling utama dilakukan pada tanaman berumah satu yang hermaprodit dan fertil. Cara emaskulasi tergantung pada morfologi bunganya.

Isolasi

Isolasi dapat dilakukan dengan tujuan agar bunga yang telah diemaskulasi tidak terserbuki oleh serbuk sari yang asing.

Dengan demikian, bunga jantan maupun betina harus dikerudungi dengan mengguanakn kantung.

Kantung bisa terbuat dari kain, kertas tahan air, plastik, selotipe dan lain sebagainya. Ukuran kantung dapat disesuaikan dengan ukuran bunga pada tanaman yang bersangkutan.

Pengumpulan Serbuk Sari

Dalam pengumpulan serbuk sari dari pohon tetua jantan yang dapat dimulai beberapa jam sebelum kuncup-kuncup bunga mekar.

Jika posisi pohon tetua betina jauh dari pohon tetua jantan, maka proses pengangkutan kuncup-kuncup bunga dari tetua jantan ke tetua betina akan membutuhkan waktu yang lama.

Agar kuncup bunga tersebut tidak cepat layu dan tahan lama dalam keadaan segar, sebaiknyanya kuncup bunga trsebut dipetik dan diangkut pada pagi hari tiba sebelum matahari terbit atau pada sore hari tiba setelah matahari terbenam.

Di laboratorium, serbuk sari disimpan pada suhu antara 2-8 0C dan pada kelembaban udara antara 10% sampai 50%.

Penyerbukan

Penyerbukan buatan dapat dikerjakan antara tanaman yang memiki genetik yang berbeda.

Pelaksanaannya terdiri dari pengumpulan polen atau serbuk sari yang viabel atau anter dari suatu tanaman tetua jantan yang sehat, kemudian pada saat pros menyerbuknya ke stigma tetua betina yang telah dilakukan emaskulasi. Berikut ini cara untuk melakukan penyerbukan :

  • Menggunakan tusuk gigi kuas, pinset, yang steril, yaitu dengan mencelupkan alat-alat tersebut ke dalam alkohol pekat, biarkan kering kemudian celupkan ke polen dan oleskan ke stigma.
  • Mengguncangkan bunga jantan yang berada di atas bunga betina, sehingga polen jantan jatuh tepat ke stigma bunga tetua betina yang telah diemaskulasi. Cara ini digunakan untuk persilangan jangung dan padi.

Pelabelan

Ukuran dan bentuk label yang berbeda-beda. Pada dasarnya label terbuat dari kertas yang keras dan tahan air, atau plastik. Pada label antara lain tertulis informasi tentang:

  • Nomor yang berhubungan dengan lapangan
  • Waktu emaskulasi
  • Waktu penyerbukan
  • Nama tetua jantan dan betina
  • Kode pemulia/penyilang.

Baca Artikel Lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2015 Frontier Theme