Loading…

Pengertian dan Sejarah Penemuan DNA Double Helix

Pengertian dan Sejarah Penemuan DNA Double Helix– Deoxybro Nucleic Acid atau yang lebih dikenal dengan DNA dan saat ini sering sekali disebut bahkan tidak hanya dalam dunia pendidikan atau kesehatan, bahwa istilah DNA ini, sering muncul dalam kehidupan sehari-hari, bahkan hal yang sama sekali tidak berkaitan dengan kesehatan sekalipun, seperti dunia hiburan atau intretaiment.

DNA yang kemudian dipahami sebagai sesuatu yang bisa membuat orang dapat mengetahui garis keturunan seseorang oleh masyarakat awam ini, memang mempunyai ciri khas pembawa sifat.

Pengertian dan Sejarah Penemuan DNA Double Helix

Pengertian dan Sejarah Penemuan DNA Double Helix

Sehingga memang menjadi jalan keluar yang terbaik adalah mengetahui atau melakukan tes DNA untuk bisa mengatahui garis keturunan seseorang.

Baca Juga : Pengertian dan Struktur Kimia RNA

DNA sendiri sudah mulai sisebutkan atau mulai dikenal pada tahun 1868 yang ditandai dengan ditemukannya Nukleit pada inti leukosit ditahun yang sama dan penemunya adalah Miescher.

Selanjutnya pada thaun 1940, penemuannya mulai lebih spesifik, dengan penemuan Charrgaf yakni mengenai susuan BASA pada DNA yang kita kenal kemudian adalah adalah basa purin yang terdiri dari Adenin dan Guanin serta basa pirimidin yang tersusun oleh sitosin serta timin.

Dan sebenarnya nanti pada rentang waktu antara tahun 1943 yakni tiga tahun sesudah ditemukan sususnan basa ini, sampai pada tahun 1952 barulah beberapa peneliti menggambarkan bahwa DNA ini membawa informasi genetik.

Dan sejarah berlanjut pada satu tahun sesudahnya, yakni tahun 1953, dimana James Watson yang adalah pada saat itu mempunyai profesi sebagai ahli genetika, serta rekannya yang adalah serorang dokter yang bernama Francis Crick, menemukan bahwa struktur DNA sendiri adalah merupakan pita double helix atau helix ganda, dengan posisi terpilin ke kanan.

Hal ini ditemukan saat mereka melakukan foto difraksi sinar X, yang adalah salah satu teknik untuk mengetahui atau menganalisa padatan kristal.

Dalam hasil foto difraksi sinar X ini, terlihat sebuah model yang kemudian merupakan perkembangan yang paling terkemuka dalam penemuan DNA ini, setelah keluar model mereka yang disebut dengan Doble helix ini, kemudian tidak banyak perubahan dalam model tersebut.

Dalam gambar ini ditemukan bahwa helix yang dibentuk adalah merupakan helix ganda serta sedikit janjang yang kemudian menghubungkannya.

Penemuan ini kemudian menjadikan model dari hasil penemuannya, menjadi acuan bagi penemuan- penemuan selanjutnya yang meski tidak banyak.

Yang ditemukan oleh mereka akhirnya juga disebutkan dengan Basa neukloitida.

Bersamaan dengan penemuan ini, juga diketahui bahwa setiap sisi dari helix ini adalah pelengkap dari sisi-sisi yang lain.

Selainitu juga, ditemukan bahwa, jika setiap basa ini digambungkan yakni, basa purin yang terdiri dari guanin dan adenin sedangkan basa pirimidin yang disusun oleh timin dan sitosin, dapat dilihat memiliki bentuk yang kemudian bisa dikatakan seragam atau sama, dan hal ini juga sama seperti yang sudah pernah diungkapkan oleh Chargaff yang menemukan aturan untuk setiap pasangan basa ini.

Penelitian tentang DNA ini terus berkembang, seiring dengan berjalannya waktu, sampai pada akhir abad ke- 20 yakni tahun 1984, dimana Alec Jeffreys yang adalah ilmuan dan penemu serta ahli genetika yang berasal dari Inggris, yang mengabdikan diri sebagai seorang dosen di Universitas Leicester ini, mengembangkan lagi, data-data tentang DNA yang sudah ada dan sedikit membawa perubahan kepada pola yang sudadah ditemukan sebelumnya, namun penemuan ini kemudian melengkapi penemuan-penemuan sebelumnya, yang akhirnya semakin membuat DNA dan polanya menjadi lebih sempurna dan semakin mudah untuk diteliti.

Baca Juga : Pengertian dan Definisi Transkripsi DNA

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Informasi Ilmu Pengetahuan © 2018
error: Content is protected !!