Mau Punya Penghasilan 250ribu/Minggu Klik DISINI

Penjelasan Mengenai Kultur Pucuk

Penjelasan Mengenai Kultur Pucuk – Kultur Pucuk atau yang dikenal juga dengan sebutan Shoot culture merupakan teknik mikropropagasi yang dilakukan dengan cara mengkultur eksplan yang memiliki meristem pucuk (apikal dan lateral).

Hal ini bertujuan untuk perangsangan dan perbanyakan tunas/cabang aksilar pada tumbuhan.

Tunas-tunas aksilar tersebut kemudian digandakan melalui proses yang sama pada eksplan awal dan selanjutnya akan diakarkan serta ditumbuhkan dalam kondisi in vivo.

pengebang

Penamaan yang digunakan untuk teknik kultur pucuk ini tergantung pada eksplan yang digunakan. Apabila eksplan yang digunakan adalah ujung pucuk apikal yang memiliki panjang ± 20 mm saja, maka tekniknya disebut “Shoot-tip Culture”, tapi apabila eksplan yang digunakan adalah ujung pucuk apikal dan bagian tunas lain yang ada dibawahnya, maka disebut sebagai “Shoot Culture”.

Besar kecilnya eksplan yang digunakan memiliki pengaruh terhadap keberhasilan kultur pucuk.

Semakin kecil eksplan, maka akan semakin kecil pula kemungkinan terkontaminasi oleh mikroorganisme, dan semakin kecil pula kemampuannya untuk beregenerasi dan memperbanyak diri.

Sebaliknya, jika semakin besar eksplan, maka semakin besar kemampuannya untuk beradaptasi dalam kondisi in-vitro, dan makin besar juga kemungkinannya untuk terkontaminasi.

Tujuan praktis dari penggunaan kultur pucuk adalah untuk perbanyak tanaman secara vegetatif.

Setelah di induksi pembentukan akar pada pucuk, maka akan tumbuh tanaman yang sempurna yang identik dengan induknya atau bisa dikatakan tiruan dari induknya.

Kultur pucuk menjadi dasar dari kegiatan perkembangbiakan tumbuhan ini dalam laboratorium komersial.

Pertumbuhan pucuk umumnya memerlukan zat pengatur tumbuh. Auksin yang biasanya digunakan dalam kultur pucuk adalah IAA, IBA dan NAA.

IAA sangat berperan penting dalam memperbaiki tingkat pembentukan tunas mikro pada kultur in vitro ruas trianggulare.

Penggunaan 2,4-D biasanya dihindarkan, karena zat tersebut lebih besar pengaruhnya dalam menginduksi kalus. Dalam kultur pucuk, kalus tidak diinginkan.

Jadi, setelah membaca penjelasan di atas, paling tidak sudah ada gambaran kan tentang seperti apa proses kultur pucuk dalam perkembangbiakan tumbuhan? Semoga tulisan kali ini dapat bermanfaat dan bisa dimengerti dengan baik.

Baca Artikel Lainnya :

1 Comment

Add a Comment
  1. Materi yang sangat bermanfaat. Apakah eksplan dari pucuk tingkat keberhasilannya paling tinggi??

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2015 Frontier Theme