Pengertian Serta Kelebihan dan Kelemahan Seleksi Massa pada Tanaman

Pengertian Serta Kelebihan dan Kelemahan Seleksi Massa pada Tanaman – Seleksi massa pada pemuliaan tanaman atau seleksi individu pada pemuliaan hewan merupakan salah satu metode seleksi yang tertua untuk dapat memilih bahan tanam yang lebih baik pada generasi selanjutnya.

Dalam program pemuliaan tanaman, seleksi ini juga merupakan yang metode yang paling sederhana dan banyak seorang pemulia yang hanya mengandalkan nalurinya dalam menjalankan metode ini, walaupun dasar ilmiah untuk pelaksanaannya sudah tersedia.

Untitled-4

Dalam praktiknya, seorang pemulia hanya mengamati penampilan fenotipe setiap individu dalam suatu populasi lalu memilih individu lain yang akan dipelihara keturunannya nanti.

Praktek yang demikian juga disebut dengan seleksi massa positif. Seleksi massa negatif atau sering disebut juga dengan roguing juga dapat dipraktekan, terutama untuk memelihara kemurnian sifat suatu populasi yakni individu-individu yang menyimpang dari penampilan normal yang telah dibuang.

Kalangan pemuliaan tanaman menamakan seleksi massa dikarenakan cara dari seleksi ini dilakukan terhadap ukuran populasi yang sangat besar dalam pertanaman di ladang.

Pada metode pemuliaan hewan menyebutnya sebagai seleksi individu dikarenakan seleksi ini didasarkan atas dasar penampilan individu, bukan kerabat dari suatu individu tersebut.

Kemajuan seleksi dalam seleksi massa ialah yang terbesar dari semua metode seleksi yang ada, namun harus tetap memperhatikan beberapa hal terpenting.

Latar belakang lingkungan harus menjadi bahan pertimbangan dalam melakukan seleksi massa sebab seleksi didasarkan dengan fenotipe.

Masalah lainnya ialah jika suatu sifat tidak dapat diamati langsung pada suatu individu, seperti produksi susu per hari dari sapi pejantan.

Untuk mengatasi masalah tersebut, metode seleksi berbasis kerabat perlu diberlakukan.

Penggunaan seleksi dengan penanda atau marker-assisted selection dapat berpotensi untuk menghilangkan masalah-masalah tersebut.

Tujuan dari seleksi massa adalah untuk memperbaiki populasi secara umum dengan memilih dan mencampur genotipe – genotipe superior. Adapun beberapa kelemahan dari seleksi massa yaitu:

  • Tanaman yang dipilih tidak homosigot dan akan segregrasi pada generasi yang berikutnya.
  • Hanya berguna untuk sifat-sifat dengan hertabilitas yang tinggi. Umumnya tidak efisien jika“ ALELE “ yang akan dihilangkan memiliki frekuensi yang rendah.
  • Lebih efektif untuk sifat-sifat yang nampak sebelum pembuangan dari sifat-sifat yang nampak setelah pembuangan.Contoh tanaman kedelai, gandum, tembakau telah berhasil dengan menggunakan seleksi massa.

Jika seleksi massa digunakan sebagai metode seleksi untuk tanaman penyerbuk sendiri maka seleksi masa pun mempunyai kelemahan yang antara lain :

  • Tidak meungkin dapat mengetahui apakah tanaman yang dikelompokkan homosigot atau heterosigot untuk suatu karakter dominan tertentu, jadi seleksi fenotipe harus dilanjutkan untuk generasi berikut.
  • Lingkungan luar mempengaruhi penampilan tanaman sehingga sulit untuk mengetahui apakah tanaman yang superior menurut fenotipenya dikarenakan faktor genetik atau lingkungan.

Seleksi massa dapat dibedakan menjadi 2 :

  • Seleksi Massa Positif. Seleksi masa ini dapat dilakukan dengan jalan memilih tanaman yang baik fenotipenya dari suatu populasi tanaman yang ada. Biji pada tanaman terpilih untuk ditanam pada generasi atau tahun berikutnya. Tanaman yang tidak terpilih akan dipanen untuk dikonsumsi.
  • Seleksi Massa Negatif. Seleksi masa ini dilakukan dengan menghilangkan seluruh tanaman yang tipenya menyimpang dari tujuan seleksi. Misal : Tanaman sakit dan Tanaman rebah

Baca Artikel Lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2015 Frontier Theme
    situs judi
  1. situs judi