Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Jenis dan contoh Tumbuhan Berpembuluh dan Tumbuhan Tidak Berpembuluh

Pengertian, Jenis dan contoh Tumbuhan Berpembuluh dan Tumbuhan Tidak Berpembuluh – Tumbuhan berpembuluh adalah tumbuhan yang memiliki akar, batang, daun, dan pembuluh sebagai sarana transportasi mengangkut makanan atau sumber energinya ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.

Tumbuhan berpembuluh disebut juga dengan nama latinnya yaitu Tracheophyta.

Tumbuhan berpembuluh termasuk ke dalam kingdom plantae atau kingdom tumbuhan.

Pengertian, Jenis dan contoh Tumbuhan Berpembuluh dan Tumbuhan Tidak Berpembuluh

Pengertian, Jenis dan contoh Tumbuhan Berpembuluh dan Tumbuhan Tidak Berpembuluh

Pada tumbuhan berpembuluh memiliki pembuluh angkut sebagai salah satu sarana transportasi zat.

Baca Juga : Pengertian dan Definisi Biosistematika Tumbuhan

Ada dua jenis pembuluh pada tipe tumbuhan berpembuluh yaitu pembuluh kayu dan pembuluh tapis

  1. Pembuluh kayu atau xilem. Pembuluh kayu adalah pembuluh yang emmiliki fungsi untuk mengangkut air dan mineral dari tanah ke akar utnuk selanjut diedarkan ke seluruh tubuh termasuk daun.
  2. Pembuluh tapis atau floem. Pembuluh tapis memiliki fungsi untuk mengedarkan zat hasil fotosintesis yang berupa makanan bagi tumbuhan ke seluruh tubuh tumbuhan termasuk bagian akar.

Berikut beberapa jenis tumbuhan berpembuluh, yaitu:

  1. Tumbuhan pakuTumbuhan paku memiliki akar, batang, daun, dan juga pembuluh angkut. Tumbuhan paku bereproduksi dengan menggunakan spora. Tumbuhan paku dibagi menjadi 4 klasifikasi yaitu paku purba ( Psilophyts), paku kawat ( Lycopodiophyta), paku ekor kuda ( Equisetophyta), dan paku sejati ( Pterophyta).
  2. Tumbuhan berbiji
  3. Tumbuhan berbiji
  4. Termasuk ke dalam jenis tumbuhan berpembuluh yang bereproduksi dengan menggunakan biji. Tumbuhan berbiji disebut juga dengan Spermatophyta. Proses penyerbukan terjadi ketika serbuk sari dari benang sari ( yang merupaakn alat kelamin jantan pada bunga) jatuh di atas kepala putik ( yang merupakan alat kelamin betina pada bunga) dimana di dalamnya terdapat biji yang merupakan calon lembaga atau calon tumbuhan baru. Tumbuhan berbiji di bagi menjadi dua yaitu tumbuhan biji terbuka atau Gymnospermae. Gymnospermae memiliki ciri-ciri seperti pohonnya memiliki akar tunggang, daunnya seperti jarum atau kecil lebar, alat kelamin jantan dan betina mengandung spora yang disebut dengan strobilus. Yang kedua ada tumbuhan biji tertutup atau Angiospermae. Memiliki ciri-ciri alat reproduksinya berbentuk bunga; bagian-baguian tubuhnya sperti akar, daun, dan batang dapat dibedakan dengan jelas; daun menyririp, menjari, dan sejajar; dan pembuahan ganda. Ada dua jenis tumbuhan biji tertutup yaitu dikotil ( seperti jambu biji, mangga) dan monokotil atau berbiji tunggal ( contohnya jagung, aodi, dan kelapa).

Tumbuhan tidak berpembuluh

Tumbuhan tidak berpumbuluh adalah tumbuhan yang tidak memiliki akar, batang, daun, dan pembuluh sejati sebagai alat mengedarkan makanan sebagai sumber energinya. Transportasi antar zat dilakukan melalui antar sel.

Tumbuhan tidak berpumbuluh disebut juga dengan Bryophyta atau lumut. ( tidak kawin). Tumbuhan tidak berpumbuluh bereproduksi dengan cara seksual ( kawin) dan aseksual ( tidak kawin).

Seksual dengan cara membentuk arkegonium ( alat kelamin betina diamna sel telur berada) dan anteridium ( alat kelamin jantan penghasil sperma). Sedangkan secara aseksual dengan cara membentuk tunas.

Ciri-ciri dari tumbuhan tidak berpumbuluh adalah

  • Akar, daun, batang ada tetapi bukan akar, daun, dan batang sejati
  • Akar ( rhizoid) tidak memiliki pembuluh hanya sebagai alat untuk menempelkan tubuhnya.
  • Biasa hidup di tempat lembab
  • Dapat menghasilkan sperma dan berkembang biak dengan pergiliran leturunan

Berikut beberapa jenis tumbuhan tidak berpumbuluh yaitu:

  • Lumut hati ( Hepatophyta). Lumut ini menempel pada batu, tanah, atau pun dinding tua. Contohnya adalah Marchantia polymorpha dan Porella.
  • Lumut tanduk ( Athocerophyta). Strukturnya seperti tanduk dan biasa disebut dengan lumut primitif karena setiap selnya harus mengandung satu kloroplas. Contohnya Anthoceros sp.

Baca Juga : Fungsi dan Peranan Akar Tumbuhan

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme