Pengertian dan Fungsi Mulsa untuk Tanaman dan Tanah  

Pengertian dan Fungsi Mulsa untuk Tanaman dan Tanah –  Ketika anda melewati persawahan atau kebun tanaman tertentu, pasti ada pernah melihat plastic alumunium atau plastik dalam bentuk lainnya yang menutupi tanaman namun ada lubang yang disediakan agar tanaman tersentuh sinar matahari.

Plastik itu dikenal dengan istilah mulsa lebih tepatnya adalah mulsa plastic.

Mulsa merupakan lapisan bahan yang digunakan oleh petani pada tanaman untuk memperoleh hasil panen yang lebih maksimal.

Pada umumnya, petani di Indonesia lebih banyak memakai mulsa jenis plastic untuk tanaman, namun pada kenyataannya mulsa tidak hanya yang berbahan plastic. Mulsa ada 2 jenis yaitu mulsa organic dan mulsa anorganik.

Mulsa Organik adalah mulsa yang terbuat dari bahan-bahan sisa panen misalnya jerami, potongan rumput, Koran, kompos, sekam mentah, daun-daun contohnya daun pisang, daun pohon pinus atau cemara, batang-batang, ranting dan lain sebagainya.

Sedangkan mulsa plastic termasuk kedalam golongan mulsa anorganik.

Mulsa plastic banyak digunakan oleh petani dalam budidaya tanaman holtikultura seperti cabai, terong, tomat dan lain sebagainya.

Dengan menggunakan Mulsa, air tanah dan air hujan bisa menguap hanya sekitar 10 persen dan apabila tida menggunakan mulsa maka air bisa menguap sekitar 80 persen.

Ada beberapa fungsi Mulsa untuk tanah pertanian diantaranya adalah sebagai berikut ini :

Menghemat air

Dengan menggunakan mulsa, petani dapat lebih hemat dalam penggunaan air untuk tanaman karena seperti yang sudah disebutkan diatas, apabila tidak memakai mulsa air akan menguap sekitar 80 persen namun jika menggunakan mulsa air hanya menguap sekitar 10 persen sehingga petani dapat menghemat penggunaan air apabila menggunakan mulsa untuk perkebunan mereka.

Meningkatkan kesuburan tanah

Dengan mulsa maka tanah menjadi lebih subur karena mulsa dapat meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah sehingga meperabiki sifat fisika dan kimia pada tanah perkebunan.

Menekan pertumbuhan gulma

Dengan pemakaian mulsa, maka pertumbuhan gulma dapat ditekan sehingga mengurangi biaya tenaga kerja untuk penyiangan.

Menambah nilai estetika pada perkebunan

Dengan pemakaian mulsa, maka perkebunan akan terlihat lebih rapi dan indah.

Mencegah terjadinya erosi

Mulsa dapat melindungi permukaan tanah dari air hujan yang dapat membasahi perkebunan, mengurangi aliran permukaan, mencegah terjadi erosi karena air hujan terutama pada lahan miring dan kehilangan tanah.

Menjaga kelembapan tanah

Mulsa dapat menjaga kelembapan tanah karena dengan penggunaan mulsa, jika musim kemarau tiba maka tanah tidak akan terlalu kering dan pada musim penghujan tiba tanah tidak terlalu lembap dan basah.

Selain dapat bermanfaat untuk tanah, mulsa juga dapat bermanfaat untuk tanaman, yaitu sebagai berikut ini :

  1. Hasil pertanian akan meningkat karena dengan pemakaian mulsa, kondisi tanah menjaga lebih bagus.
  2. Pemakaian Mulsa dapat menghindari tanaman dari hama dan penyakit yang dapat merusak tanaman. Pada musim hujan, mulsa plastic dapat membuat tanaman tidak lembab dan becek sehingga penyakit yang disebabkan oleh jamur dan bakteri dapat dihindari. Tanah yang lembab dapat memicu tanaman terserang jamur dan bakteri. Selain itu, pantulan cahaya matahari pada mulsa dapat membuat hama yang menempel dibawah permukaan daun menjadi musnah.
  3. Dengan menggunakan mulsa, maka petani dapat lebih cepat melakukan panen pada tanaman mereka karena mulsa dapat memacu pertumbuhan tanaman dan peningkatan suhu tanah. Menurut hasil pertanian, apabila petani menggunakan mulsa maka panen dapat dilakukan lebih cepat 7 hingga 14 hari ketimbang tidak menggunakan mulsa.

Baca Juga : Jenis-Jenis Mulsa Pertanian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme