Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian dan Fungsi Larutan Tanah

Pengertian dan Fungsi Larutan Tanah – Larutan tanah adalah larutan yang terdapat di dalam tanah yang baisanya berisi ion-ion dan unsur hara yang diperlukan tanah.

Larutan tanah berada pada pori-pori tanah, hal ini mempermudah kemampuan akar tanaman untuk menyerap unsur hara dan juga air sesuai kebutuhan tanaman.

Namun terkadang terdapat pula beberapa zat berbahaya yang terdapat dalam tanah yang pada akhirnya terserap oleh akar tanaman, contohnya seperti aluminium.

Di dalam larutan tanah terdapat pula larutan garam dengan kadar kepekaan yang tinggi yang dapat membuat tanaman sukar untuk tumbuh.

Baca Juga : Pengertian, Fungsi dan Jenis Organisme Tanah

Kadar garam yang berkisar 0,5% sudah dapat dikatakan tinggi, dan dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

Unsur hara dalam larutan tanah secara umum dibedakan menjadi unsur mikro dan unsur makro.

Unsur Mikro pada Unsur Hara

Unsur Bentuk ion yang diserap Kandungan dalam tanah
Magnesium ( Mg) Mg++ 0,1% – 1,0%
Boron ( B) H2BO3- 5 – 100 ppm
Molibdenum (Mo) MoO4-2 0,5 – 5 ppm
Klorida ( Cl) Cl 50 – lebih dari 1000 ppm
Besi ( Fe) Fe, Fe+3 0,5% – 4,0%
Mangan ( Mn) Mn+2, Mn+3 200 – 4000 ppm
Seng ( Zn) Zn+2 10 – 300 ppm
Tembaga ( Cu) Cu+2, Cu+ 5 – 100 ppm

Unsur Makro pada Unsur Hara

Unsur Bentuk ion yang diserap Kandungan dalam tanah
Nitrogen ( N) NO3, NH4+ 0,03% – 0,3%
Fosfor ( P) H2PO4, HPO4-2, PO4-3 0,01% – 0,1%
Sulfur (S) SO4-2 0,01% – 0,1%
Kalium ( K) K+ 0,2% – 3,0%
Kalsium ( Ca) Ca+2 0,2% – 1,5%

Untuk mengetahui apakah kandungan unsur hara dalam larutan tanah sudah mencukupi dapat dilakukan tes keasaman atau pH tes.

Potential of Hidrogen atau yang sering disebut dengan pH tes merupakan sebuah tes untuk mengukur tingkat keasaman tanah.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui kekurangan atau pun kemungkinan adanya kelebihan unsur hara dalam tanah.

Untuk mengetahui suatu tanah bersifat asam atau basa dapat dilihat dari kadar pH tes itu sendiri.

pH tes memiliki kisaran antara 0-14, dengan kisaran antara 0-6 berarti tanah bersifat asam, yang kemungkinan besar mengalami kekurangan zat seperti magnesium, kalsium, kalium, atau pun natrium.

Tanah yang bersifat asam juga dapat diwaspadai karena terdapat kemungkinan adanya kelebihan zat racun seperti aluminium yang menggantikan beberapa zat penting lainnya.

Sedangkan kisaran 8-14 menandakan tanah bersifat basa, jika tanah bersifat basa, dapat menjadi tempat hidaup dan berkembang biaknya bakteri yang dapat mengganggu dan menghambat pertumbuhan tanaman.

Untuk tanah yang netral akan menunjukkan kisaran pH pada angka 7.

Sementara itu terdapat 3 cara unsur hara dalam larutan tanah diserap oleh akar tanaman, yaitu:

  1. Penyerapan ( intersepsi) akar. Peristiwa ini biasa terjadi pada akar tanaman yang baru tumbuh. Saat akar tanaman baru saja berkembang akan terjadi kontak secara langsung dengan unsur hara yang terdapat dalam tanah, maka akan terjadi pertukaran ion antara permukaan akar dengan permukaan rongga tanah tempat dimana larutan tanah berada.
  2. Aliran massa. Aliran ini biasa terjadi karena pergerakan aliran hujan maupun pengairan. Aliran masa adalah peristiwa dimana elektrolit ikut terseret aliran air pada larutan tanah yang akan terserap pada akar saat mengalir melalui tanah.
  3. Difusi adalah pergerakan ion unsur hara karena adanya perbedaan konsetrasi di dalam tanah. Aliran difusi bergerak daari tempat berkonsentrasi tinggi ke tempat berkonsentrasi rendah.

Baca Juga : Pengertian dan definisi makronutrien dan mikronutrien pada tanah dan tanaman

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme