Pengertian dan definisi sinapsis dalam ilmu biologi

Pengertian dan definisi sinapsis – Agroteknologi.web.id – Mahluk hidup sebagai mahluk yang dapat tumbuh dan berkembang tentunya dapat berinteraksi dengan baik terhadap lingkunyannya, interaksi ini terjadi melalui adanya organ indra dimana organ indra ini akan menerima rangsangan dari lingkungan sekitar dan juga dari dalam tubuh untuk kemudian diterjemahkan ke pusat syaraf yaitu otak untuk dapat diputuskan reaksi dari mahluk tersebut kepada rangasangan tersebut.

Secara umum terdapat dua macam rangsangan, pertama yang berasal dari luar dan diterima oleh ekstero reseptor seperti indra penciuman yang mengangkap bau-bauan dan juga indra peraba pada kulit yang menerima rangsangan kulit.

Baca Juga :

Serta yang kedua adalah rangasangan yang berasal dari dalam tubuh serpti rasa lapar yang diterima oleh indra interoreseptor.

Perpindahan rangsangan dari reseptor ke pusat syaraf dimungkinkan dengan adanya syaraf sensorik dan otak atau pusat syaraf akan memberikan respon dengan memeringahkan organ tubuh untuk berasksi melalui syaraf motoric.

Keseluruhan hal ini dapat terjadi karena adanya system syaraf dan sususan syaraf yang terdiri dari denrit dan neurit.

Susunan syaraf ini yang menghantarkan impuls dari dan menuju syaraf pusat. Dalam pelaksanaanya sel-sel syaraf bekerja bersama-sama pada saat datang rangsang impuls mengalir dari satu sel syaraf ke sel syaraf penghubung, sampai ke pusat syaraf atau sebaliknya dari pusat syaraf ke sel syaraf terus ke efektor.

Hubungan antar dua sel syaraf disebut sinapsis. Ujung neurit yang bercapang yang ujungnya berhubungan dengan sel syaraf lain disebut bonggol sinap. Pada hubungan dua sel saraf yang disebut sinaps tersebut, dilaksanakan dengan melekatnya neurit dengan dendrit atau dinding sel.

Jika impuls sampai ke bongkol sinaps pada bongkol sinaps akan disintesis zat penghubung atau neurotransmiter, misalnya zat asetilkolin.

Zat transmitter inlah yang memungkinkan terjadi potensial aksi pada dendrite yang berubah menjadi impuls pada sel syaraf yang dihubungkannya.

Setelah itu, asetilkolin akan segera tidak aktif karena diuraikan oleh enzim kolin esterase menjadi asetat dan kolin.

Secara fundamental sinapsis dibagi menjadi 2 jenis  yaitu sinapsis kima dan sinapsis listrik.

Dalam sinapsis kimia, aktivitas listrik pada neuron presinaptik dikonversi (melalui aktivasi saluran kalsium) melepaskan ke dalam dari bahan kimia yang disebut neurotransmitter yang mengikat reseptor yang terletak pada membran plasma sel postsinaptik.

Dalam sinaps listrik, membran sel presynaptic dan postsynaptic dihubungkan oleh saluran khusus yang disebut gap junction yang mampu melewatkan arus listrik, menyebabkan perubahan tegangan dalam sel presinaptik untuk menginduksi perubahan tegangan dalam sel postsynaptic.

Keuntungan utama dari sinapsis listrik adalah kecepatan transfer sinyal dari satu sel ke yang berikutnya.

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme
    www.lingerieindonesia.co.id
  1. Sedia Kemasan Kado Ready Stock