Pengertian dan Definisi Patogen Akar

Pengertian dan Definisi Patogen Akar – Seperti yang kita tahu bahwa patogen adalah agen biologis yang menyebabkan penyakit pada inangnya.

Kita juga bisa menyebut patogen ini sebagai mikroorganisme parasit. Patogen ini dapat mengacaukan fisiologi normal hewan atau tumbuhan multiselular.

Jamur adalah salah satu patogen yang menyerang akar tanaman. Infeksi jamur pada akar tanaman dapat menghambat penyerapan air dan translokasi hara.

20160426_194845_resized

Ini menyebabkan pucuk tanaman menjadi kerdil dan daun menjadi layu atau kuning. Ini juga sering kita sebut penyakit busuk akar.

Patogen pada akar ini sangat rentan menyerang akar-akar tanaman yang masih muda.

Kerusakan pada akar pada saat menanam tanaman atau pada saat memindahkan tanaman juga akan semakin memperburuk infeksinya.

Demikian pula dengan status hara P dan K tanah yang rendah, salinitas, dan pH yang tak seimbang akan melemahkan tanaman terhadap serangan busuk akar.

Patogen yang menyerang akar seringkali sulit didiagnosis. Hal ini karena kita tidak akan langsung tahu kerusakan akar di dalam tanah.

Seperti yang kita tahu serangan patogen pada akar akan menyerang tanaman secara keseluruhan seperti kerdil atau daunya menguning.

Biasanya para petani yang belum berpengalaman dalam penyakit busuk akar akan menganggapnya kekeringan atau tanamanya mengalami stress.

Seranga busuk akar ini bisa jadi disebabkan oleh beberapa kelompok jamur yang kompleks, seperti Fusarium, Pythium, atau Macrophomina bersama Nematoda.

Serangan busuk akar pada pohon-pohon berkayu biasanya disebabkan oleh Basidiomycetes penghancur selulosa, seperti Ganoderma, Armillaria, Rigidoporus dan Phellinus, walaupun jenis Fusarium juga bisa.

Sedangkan Phytophthora dan Pythium biasanya terdapat di tanah basah. Berbeda dengan Rhizoctonia dan Fusarium yang merajai pada tanah yang lebih hangat dan di tanah yang memiliki kandungan bahan organik tinggi.

Penyakit busuk akar dapat menyebar lewat penyiraman yang kita lakukan. Hal ini karena air yang kita siram ke tanam dapat menjadi media patogen untuk menyebar. Begitupun dengan air hujan dan sumber air lain.

 Salah satu contoh ganasnya serangan patogen akar ini adalah serangan pada pohon Acacia Mangium dimana penyakit busuk akar dapat menyebabkan kematian pada tingkat serangan antara 3,2-28,2% saja.

Sedangkan pada selada, penyakit busuk akar dapat menurunkan hasil panen sampai dengan 70%.

Walaupun gejala dari penyakit ini sulit untuk kita kenali, ada beberapa ciri khusus yang bisa kita jadikan pedoman untuk antisipasi.

  • Pertama, tanaman yang terkena busuk akar biasanya tidak tumbuh besar karena pertumbuhan terhambat. Kita bisa membandingkan pertumbuhan tanaman tersebut dengan tanaman sejenis.
  • Kedua, biasanya tanaman akan mudah goyang atau kurang kokoh. Jika kita cabut tanaman tersebut maka akar akan copot dan tertinggal. Jikapun ada yang tersisa biasanya adalah akar utama. Juga akan kita temukan Hifa atau benang putih yang berbau busuk.
  • Ketiga, daun pada tanaman akan berbentuk kecil dan jumlahnya sedikit. Jika kita bandingkan dengan pohon sejenis maka akan kelihatan sekali perbedaanya. Apalagi yang usia tanamnya sama.
  • Keempat, tanaman akan telat berbunga. Inilah yang menyebabkan fenomena pada kualitas yang tidak merata pada suatu budidaya.

Cara mendeteksi jamur yang menjadi patogen dapat dilakukan dengan menumbuhkan jamur pada media buatan atau mengobservasi struktur dari jamur menggunakan mikroskop.

Baca Artikel Lainnya :

Hal ini bertujuan untuk menentukan jenis jamur mana yang menyerang akar tanaman, karena jenis penyakit busuk akar tergantung pada jenis jamur yang menjadi patogen akar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme
    domino 99
  1. domino 99