Pengertian dan Definisi Anatomi Pada Tumbuhan

Pengertian dan Definisi Anatomi Pada Tumbuhan – Anatomi berasal dari bahasa Yunani anatemnein yang memiliki arti memotong. Anatomi sendiri memiliki pengertian sebagai cabang dari ilmu biologi yang mempelajari tentang struktur dan organisasi dari makhluk hidup, seperti anatomi tumbuhan dan anatomi hewan.

Anatomi tumbuhan atau dikenal dengan fitoanatomi adalah analogi dari anatomi pada manusia maupun hewan.

Anatomi tumbuhan ini menggunakan metode pendekatan yang berbeda dengan anatomi hewan dan secara prinsip kajian yang dilakukan untuk melihat keseluruhan fisik juga berbeda.

Baca Juga : Cara Reproduksi Tumbuhan Lumut (Bryophyta)

Anatomi pada tumbuhan ini tidak perlu dilakukan proses pembedahan dikarenakan organ tumbuhan tersebut terekspos dari luar.

Anatomi pada tumbuhan dibagi menjadi 3 berdasarkan hierarki dalam kehidupan :

1). Organologi yang mempelajari struktur hingga fungsi organ tumbuhan berdasarkan jaringan penyusun. Jaringan penyusun organ pada tumbuhan :

  • Akar, yang tersusun dari jaringan epidermis, endodermis, kayu, parenkim, kambium pada tumbuhan dikotil dan pembuluh baik kayu maupun tapis. Sering kali permukaan pada akar terlindungi oleh lapisan gabus tipis yang ujungnya memiliki jaringan tambahan yang bernama tudung akar dan diselimuti oleh lapisan mirip lendir yang bernama mycel atau misel dan berperan dalam proses pertukaran hara, memperkokoh tumbuhan dan interaksi dengan organisme lain.

Ada 2 jenis akar, yaitu akar serabut untuk memperkokoh tumbuhan dan akar tunggang dengan fungsi sebagai penyimpan makanan.

  • Batang, yang tersusun dari jaringan epidermis, endodermis, kayu, parenkim, jaringan pembuluh dan kambium pada tanaman dikotil. Sering kali tanaman yang memiliki permukaan berkayu dilindungi oleh Sauber atau lapisan gabus dan kutikula berminyak atau hidrofobik. Jaringan kayu pada dikotil maupun monokotil tertentu kayunya berubah menjadi sangat keras karena proses lignifikasi.

Pada umumnya batang dibagi menjadi 3 golongan, yaitu batang berkayu yang biasanya tumbuhan jenis ini akan tumbuh besar, tinggi dan memiliki cabang serta berdaun rimbun (contoh: mangga dan jati) , batang tidak berkayu yang biasanya tumbuh tidak terlalu tinggi dan daunnya menempel pada batang (contoh : tebu dan jagung) , dan terakhir batang semu yang pelepahnya membentuk batang (contoh : pisang).

  • Daun, yang terdiri dari pelepah, tangkai dan helai daun. Helai daun tersebut memiliki urat daun yang merupakan kelanjutan dari jaringan penyusun batang dengan fungsi menyalurkan hara dan juga produk fotosintesis. Helai daun tersebut tersusun dari epidermis, jaringan bunga karang, jaringan tiang dan jaringan pembuluh. Sering kali permukaan epidermis terlapisi oleh rambut halus atau pilus atau kutikula guna melindungi daun dari serangga maupun spora dan terkesan hujan.

Bentuk daun ada 5 macam, yaitu berbentuk bulat atau bundar seperti teratai, berbentuk jorong seperti daun nangka, berbentuk perisai seperti daun jarak, berbentuk memanjang seperti daun sirsak dan berbentuk lanset seperti daun Kamboja.

  • Bunga, yang tersusun dari mahkota bunga, kelopak, putik, dasar bunga, dan tangkai bunga.
  • Buah, yang merupakan perkembangan dari dinding bakal buah dan ada juga dari bagian bunga yang lain. Terdiri dari kulit buah, daging buah dan biji.
  • Biji, yang terdiri dari kulit biji, hipokotil, radikula, epikotil, plumula dan kotiledon.

2). Histologi yang mempelajari struktur hingga fungsi dari berbagai jaringan pada tumbuhan berdasarkan bentuknya dan peran sel penyusun. Jaringan penusunnya adalah epidermis, kolenkim, sklerenkima, parenkim, xilem dan floem.

3). Sitologi atau dikenal dengan biologi sel yang mempelajari struktur hingga fungsi sel dan organel yang ada di dalamnya, proses kehidupan sel, dan juga hubungan antar sel.

Baca Juga : Morfologi dan Klasifikasi Lumut Kerak (Lichens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme