Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Dampak dan Penyebab Lahan Kritis

Pengertian, Dampak dan Penyebab Lahan Kritis – Lahan kritis adalah suatu kondisi dari sumber daya lahan yang mengalami degradasi (kemunduran) akibat dari berbagai faktor degradasi fisik, kimia, dan biologi tanah.

Faktor dari adanya lahan kritis adalah fisik,kimia dan biologi tanah (terjadi erosi, kehilangan unsur hara dan bahan organik, akibat limbah industri yang bersifat racun, dan aktifitas lain yang menimbulkan degradasi).

Umumnya degradasi yang terjadi di indonesia diakibatkan oleh erosi ditambah dengan aktivitas manusia.

Dengan adanya erosi sehingga menurunkan kualitas fisik, kimia dan biologi tanah yang ada pada suatu lahan.

Menurut sebuah penelitian, lahan kritis yang mengalami peningkatan terjadi di kawasan hutan.

Luas lahan kritis di dalam kawasan hutan yang sangat besar diperkirakan karena terjadi peningkatan laju deforestasi yang sangat cepat. Deforestasi merupakan laju penurunan penutupan hutan, yang biasanya diakibatkan oleh semakin banyaknya permukiman, kebakaran hutan, pengelolaan hutan yang kurang tepat.

Laju deforestasi tidak hanya disebabkan oleh ulah manusia saja, namun juga dapat diakibatkan oleh faktor alam seperti El-Nino. Contohnya El-Nino yang terjadi pada tahun 1997 yang memicu kebakaran hutan seluas kurang lebih 4 juta Ha.

Dampak langsung dari adanya lahan kritis yang sering dirasakan adalah adanya banjir dan kekeringan. Berikut adalah kegiatan yang dapat menyebabkan lahan kritis :

Kegiatan budidaya pertanian

Awal penelitian menyebutkan bahwa lahan kritis dapat diakibatkan oleh kegiatan budidaya pertanian.

Dimana dapat menurunkan produktivitas tanah/lahan atau kesuburan tanahnya menjadi lebih rendah,sedimentasi, banjir dan longsor, pencemaran dan lain sebagainya.

Dampak positif dari adanya kegiatan budidaya pertanian adalah memelihara pasokan air tanah, pengendali banjir, penyedia lapangan kerja, penambah CO2 dan pembersih udara, pemelihara keindahan alam pedesaan dan keanekaragaman hayati, penyejuk udara, pendaur ulang bahan organik dan lain sebagainya.

Erosi menyebabkan hilangnya tanah lapisan atas yang relatif lebih subur dibandingkan dengan lapisan tanah di bawahnya.

Kandungan bahan organik dan unsur-unsur hara di dalam tanah lapisan atas umumnya lebih tinggi dibandingkan dengan tanah lapisan bawah.

Apabila terjadi hutan, tanah akan kehilangan bahan organik dan unsur-unsur hara tanah yang cukup besar bersama-sama dengan tanah yang tererosi dan tersangkut aliran permukaan.

Kerusakan DAS (Daerah Aliran Sungai)

perubahan/konversi lahan hutan dan lahan pertanian untuk keperluan industri , permukiman, dan perkebunan telah menyebabkan kondisi lingkungan semakin tidak baik. Sehingga mampu mempercepat kelangkaan air, dan daerah aliran sungai (DAS) menjadi kritis.

Dengan adanya kerusakan DAS akibatnya adalah daya dukung sumber daya lahan tidak dapat menunjang lagi (seperti kemampuannya untuk menyimpan air yang sangat rendah).

Sehingga hampir seluruh curah hujan yang jatuh di atas permukaan tanah menjadi aliran permukaan, dan selanjutnya masuk ke dalam sungai.

Pada musim hujan akan terjadi peningkatan volume air sungai yang sangat besar, dan kemungkinan besar sungai tersebut meluap dan akan meyebabkan banjir jika suatu wilayah tidak memiliki tempat serapan air yang baik.

Dan saat musim kemarau akan terjadi penurunan volume air sungai yang sangat besar sehingga menyebabkan sungai tersebut mengalami kekeringan.

Upaya untuk penanggulangan lahan kritis ini antara lain pengadaan reboisasi yang dilakukan oleh pemerintah.

Namun nyatanya adalah reboisasi dan penghijauan yang dilakukan belum memuaskan akibat kurangnya pemeliharaan tanaman, dan banyak lahan reboisasi/penghijauan yang terbakar.

Selain kurangnya perhatian masyarakat untuk memelihara tanaman reboisasi dan penghijaun, akibat manfaatnya tidak segera dapat dirasakan.

Pemerintah juga melakukan upaya pengembangan partisipasi masyarakat melalui kegiatan pengelolaan hutan bersama masyarakat/masyarakat adat.

Baca Juga : Pengertian, Jenis, dan Pencegahan Kerusakan Tanah

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme