Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Pengertian, Ciri dan Contoh Batuan Beku

Pengertian, Ciri dan Contoh Batuan BekuAgroteknologi.web.id – Batuan beku mungkin sudah tidak asing didenger, bahkan meteri tentang batuan beku sudah sering diajarkan dalam sekolah.

Batuan beku atau igneus merupakan jenis batuan yang terbentuk dari magma yang mengalami pendinginan dan mengeras.

Batuan beku  diproses dengan kristalisasi maupun tidak baik yang terjadi dibawah permukaaan sebagai satuan intrusis maupun yang terjadi diatas sebagai batuan ekstrusif.

Baca Juga : Jenis-Jenis Horizon Tanah

Selain itu magma sendiri adalah jenis batuan setengah cair yang letaknya didalam kamar magma dibawah permukaan bumi, magma memiliki larutan silica yang bersuhu tinggi yang kompleks serta merupakan asala dari semua batuan beku.

Proses pelelehan yang terjadi pada magma disebabkan Karena temperature, perubahan komposisi serta tekanan yang menurun.

Ada lebih dari 700 tipe batuan beku yang bisa dideskripsikan dan sebagai besarnya terbentuk dari permukaan bumi.

Batuan beku yang telah terbentuk terdiri atas beberapa Kristal dan mineral, proses dalam pembentukan bantuan beku ialah dari magma yang mengalami pendinginan, magma tersebut memiliki kandungan dengan material yang sangat baik, seperti gas padat dan cair,untuk gas cair seperti gas karbondioksida dan unsure padat seperti silica, besi,  mangan, alumunium, natrium, kalsium, kalium  dan unsur-unsur lainnya.

Berikut adalah proses dalam pembentukan batuan beku:

  1. Pertama-tama magma yang berada didalam    perut magma akan mengelami naik keatas, pada umumnya pergerakan magma tersebut dipengaruhi oleh sifat magma yang ringan dari batuan yang ada disekitarnya.
  2. Selain itu magma yang bergerak keatas akan mengelami  berbagai tekanan yang besar baik dari magma itu sendiri  maupun dari tekanan yang ada disekitar dapur magma.
  3. Kemudian akan terjadi eruos gunung berapi, dari erupsi tersebut magma akan meleleh yang disebut dengan lava yang naik kepermukaan bumi. Biasanya erupsi terjadi bersamaan dengan letusan yang besar.
  4. Selanjutnya akan terjadi tahap pendinginan atau pegkristalan magma. Poses pengkristalan adalah proses dimana terjadi pen urunana dalam pergerakan ion-ion magma, pengkristalan sendiri dipengaruhi oleh suhu permukaan bumi yang lebih rendah dibandingkan suhu didalam perut bumi.
  5. Selanjutnya proses terakhir ialah magma yang telah mengkristal akan menjadi batuan beku dengan berbagai jenis yang berbeda tergantung dari kecepatan pembekuannya.

CIRI-CIRI BATUAN BEKU

Setelah batuan beku tadi mengkristal dan menjadi batuan beku seutuhnya, maka terdapat beberapa cirri-ciri batuan beku yang mudah dikenali dan cirri utamanya ialah:

  1. Bersifat keras yang terlihat jelas dari fisiknya
  2. Bentunya sangat padat
  3. Tidak memiliki stratifikasi atau pelapisan
  4. Tidak mengandung fosil, terkecuali batuan beku tersebut telah tertimbuh oleh material piroklastik
  5. Sangat homogen dan kompak

Karena batuan beku dibentuk hampir 90 % dari permukaan bumi bersama dengan batuan lain, maka batuan tersebut sangat penting dalam memberikan kontribusi dan mineral dalam tanah, serta dapat menstabilkan suhu, dan kondisi dalam tanam.

CONTOH DARI BATUAN BEKU

Seperti yang telah dijelaskan batuan beku terbentuk dari magma yang mengelami pembekuan, magma yang beku tersebut akan mengeras dan kemudian akan menjadi batuan.

Ada banyak sekali jenis batuan beku yang bisa dikenali seperti batu granit, obsidian serta batu basalt.

Batuan yang terbentuk umumnya sangat berbeda-beda serta mempunyai berbagai ciri-ciri tertentu. Berikut adalah beberapa contoh dari batuan beku:

  • Batu obsidian

merupakan jenis batuan beku yang sering disebut dnegan batuan kaca, batu obsidian memiliki warba gitam dan cokelat tua.

Ciri fisik dari batuan ini ialah permukaannya yang halus dan juga mengkilap seperti kaca.

Batuan beku obsidian terbentuk diluar permukaan bumi dan disebut juga dengan jenis batuan beku luar atau batuan beku efusit.

  • Batu granit

Merupakan jenis batuan yang terbentuk dari butiran-butiran kasar semi yang berwarna-warni, karena hal itulah batuan ini memiliki warna yang berbeda-beda.

Batuan beku granit sangat bermanfat dan sering digunakan untuk bahan bangunan. Batuan granit masuk kedalam batuan beku dalam karena prosesnya terjadi didalam kerak bumi.

  • Batuan basalt

Batuan ini sering disebut batuan lava dan terdiri dari butiran kecil dan disebut batuan beku luar atau efusit.

  • Batuan andesit

Batu andesit merupakan jenis batuan yang memiliki warna putih keabu-abuan serta memiliki butiran kecil seperti batuan basal. Dan termasuk kedalam batuan beku dalam atau efusit.

  • Batuan apung

Cirri-ciri dari batuan apung ialah berongga dan warna cokelat bercampur dengan warna abu-abu muda, batuan apung termasuk kedalam batuan efusit.

Batu ini sering digunakan sebagai bahan penggosok atau untuk mengapelas kayu.

Baca Juga : Pengertian dan Fungsi Larutan Tanah

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme