Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Durian

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Durian – Durian merupakan buah yang paling digemari oleh banyak orang, hal ini di sebabkan oleh rasanya yang enak dan lezat dan memiliki ciri khas bau dari durian tersebut.

Maka dari itu banyak para petani yang membudidayakan buah durian. Telah diketahui juga bahwa budidaya durian pun tak lekang oleh hama dan penyakit yang sering mengincar dari tanaman durian tersebut.

Ditambah lagi bahwa masih banyak sebagian dari para petani durian yang belum mengetahui tentang bagaimana teknik untuk mengatasi hama dan penyakit yang menyerang durian tersebut.

f

Berdasarkan dari itu akan dikupas tentang hama dan penyakit tanaman durian dan caranya menanggulai menggunakan pupuk yang telah terbukti mampu membantu para petani durian dalam meningkatkan produksi panen  tanaman durian mereka.

Hama tanaman durian

1). Penggerek Buah

  • Ciri – cirinya, telur diletakkan pada kulit buah durian dan dilindungi oleh jaring mirip rumah laba-laba. Larva yg telah menetas dari telur langsung menggerek dan melubangi dinding-dinding pada buah hingga masuk ke dalam. Serangga penggerek buah ini bertelur pada buah durian yg disinggahinya. Kegiatan bertelur ini dilakukan setiap menjelang musim kemarau.
  • Pengendalian, dengan cara insektisida, seperti Basudin, Sumithion 50AC, Thiodan 35EC, dgn dosis2-3 cc/liter air.

2). Lebah Mini

  • Ciri – cirinya hama ini berukuran kecil, tubuhnya berwarna coklat agak kehitaman. hama ini menyerang dedaunan durian muda. Selama hama tersebut berubah jadi kepompong, maka akan menempel erat pada kulit buah. Setelah menjadi lebah, lebah ini mencari makan dgn cara menggerek ranting-ranting muda dan memakan daun-daun muda.
  • Pengendalian, dengan cara parvasida, seperti Hostathion 40EC, dan insektisida, seperti Supracide 40EC dosis 420 gram/liter & Temik 106.

3). Ulat penggerek bunga (Prays citry)

  • Ulat ini menyerang tanaman yg baru berbunga, terutama bagian bunga yang masih kuncup dan calon buah. kuncup bunga yg terserang akan rusak dan putiknya banyak yg berguguran. Demikian pula, benang sari dan tajuk bunganya pun rusak semua.
  • Pengendalian dengan cara menyemprotkan obat-obatan seperti Supracide 40EC, nuvacrom SWC, Perfekthion 400 EC (Eimetoat 400 gr/liter).

4). Kutu loncat durian

  • Ciri – cirinya, serangga atau hewan berwarna coklatan dan tubuhnya diselimuti benang – benang lilin putih, bentuk tubuh, sayap dan tungkainya mirip dengan kutu loncat yg menyerang tanaman lamtoro.
  • Pengendalian, daun dan ranting yang terserang dipangkas untuk dibuang. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan insektisida Supracide 40EC dosis 100 sampai150 gr/5liter air.

Penyakit pada tanaman durian

1). Phyttopthora parasitica dan Pythium complectens

Pythium complectens, yang menyerang bagian pada tanaman seperti daun, akar & percabangan.

Penyakit ini menular dari pohon kepohon lain yg berdekatan. Penularan terjadi bila ada akar yg cacat. Penularan terjadi bersamaan dengan larutnya tanah atau bahan organik yg terangkut air.

Pengendaliannya adalah dengan cara :

  • Upayakan agar tanah tidak basah dan air tidak mengalir kepermukaan tanah pada saat hujan.
  • Pohon yang sakit dibongkar sampai keakar dan dibakar
  • Pilih bibit durian kerikil karena jenis ini lebih tahan terhadap jamur sehingga terhindar dari serangan penyakit.

2). Kanker bercak

Kulit batang durian yg terserang mengeluarkan blendok yg gelap, warna kulit berubah menjadi merah gelap, coklat atau hitam, bagian tanaman yg terserang bisa meluas sampai ke ujung kayu, daun-daun rontok dan ranting-ranting muda dari ujung mulai mati.

Penyebaran penyakit ini oleh curah hujan yang tinggi dalam cuaca kering. Jamur dapat tumbuh dgn baik pada suhu antara 12-35C.

Pengendaliannya adalah dengan cara :

  • perbaikan drainase agar air hujan tidak mengalir dipermukaan tanah dan untuk batang yg sakit
  • Dilakukan dgn cara memotong kulit yg sakit sampai ke kayunya yg sehat dan potongan tanaman yg sakit harus dibakar, sedangkan bagian yg terluka oleskan fungisida, misalnya difolatan 4 F 3%.

3). Jamur Upas

Pada cabang-cabang dan kulit kayu terdapat benang-benang jamur yang mengkilat mirip sarang laba-laba pada cabang-cabang. Jamur berkembang berubah warna merah muda lalu masuk ke dalam kulit kayu hingga mengakibatkan matinya cabang.

Pengendaliannya adalah dengan cara :

  • Dengan fungisida, misalnya calizin RM
  • Potong cabang kira-kira lebih 30cm ke bawah bagian yg berjamur
  • menyemprotkan Antrocol 70 WP (propineb 70,5%), dosis 100-200 gram/liter air

Baca Artikel Lainnya :

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme
    pusatqq.org cari
  1. Selamat Bergabung Disini Cepat & Mudah. Free Live Chat Online 24 jam.
  2. scanner mobil murah
  3. Berbagai Pilihan Produk Bermerek. Penawaran Terbaik Hanya Di Lazada.