Panduan Pengendalian Hama Penyakit Kelapa Sawit

Panduan Pengendalian Hama Penyakit Kelapa Sawit – Beberapa jenis hama yang menjadi musuh  tanaman Kelapa sawit  antara lain :

Nematoda

Nematoda atau Rhadinaphelenchus. C  ialah  bakteri atau hewan renik yang biasanya menyerang pohon kelapa sawit.

Ciri yang dapat dikenali jika tanaman ini terjangkit :

  • Tampak daun yang terserang biasanya akan menggulung dan tumbuh tegak, tidak akan  membuka seperti biasanya .
  • Warna daun berubah warna menjadi kuning  biasanya akan mongering  baru mati kemudian.
  • Tampilan tandan buah tidak berkesan membuka biasanya akan membusuk sehingga bakalan buah akan gagal,tidak bisa mengasilkan buah.
  • Jika pada batang pokok dipotong, akan terdapat garis cincin melingkar berwarna kemerahan.

Solusi:

Pohon yang terserang  harus dibongkar total dan selanjutnya  dimusnahkan bisa dengan cara dibakar. Selanjutnya tanaman dimatikan dengan racun natrium arsenit.

Serangan nematode ini boleh dibilang sangat dahsyat dan sampai saat ini, masih menjadi momok yang mengerikan karena  belum diperoleh obat anti hama yang tepat untuk serangan  hama inialiannya masih sangat represif.

Hama Tungau merah atau Oligonychus sp.

Jenis hama ini  adalah berupa  hama patogen yang menyerang bagian akar pohon kelapa sawit.

Identifikasinya ,ukuuran tubuh tugau ini sangat kecil, jika ingin melihatnya tidak bisa secara langsung oleh mata kita secara langsung namun diperlukan bantuan menggunakan loupe, atau lup atau kaca pembesar.

Adapun gejala serangan yang  dialami:

  • Pada tampilan daun kelapa sawit yang diserang akan berubah warnanya menjadi berwarna seperti warna perunggu yang mengkilat atau warna seperti bronz.

Solusi :

Cara pengendalian hama  tungau merah : menggunakan Pestisida yang diaplikasikan pada hama atau penyakit yang menyerang akar pohon .

Caranya :  Semprotkan  dengan  menggunakan knapsack sprayer atau alat lainnya.  Beberapa merk dagang  jenis pestisida ini bisa dilihat di took pertanian terdekat.

Langkah yang harus hati hati  terhadap jenis petisida ini,karena ,dari informasi yang terdapat di setiap kemasan menyatakan jenis pestida ini  mempuyai daya bunuh yang tinggi toxitas yang tinggi  atau racun yang tinggi  maka sangat berbahaya untuk binatang lain  serta manusia.

Hama Pimelephila G.

Mengenali gejala serangannya antara lain :

  • Berakibat terjadinya gejala lobang pada daun yang muda sehingga banyak yang patah.
  • Solusi :

Cara pengendalian hama ini

  • Biasanya pada serangan yang bersifat ringan ditandai dengan pelepah terkena serangan ini tidak akan  lebih dari dua pelepah perpohonnya.

Solusinya : Secara sederhana  diatasi dengan memotong bagian yang terserang untuk diamputasi supaya tidak menjalar.

Jika serangan sudah dikatagorikan berat sebaiknya dilakukan  Penyemprotan :  insektisida yang mengandung bahan aktif parathion 0,02 persen. Adapun merk dagang insektisida yang mengandung parathion ini bisa diperoleh pada toko pertanian setempat.

Oryctes rhinoceros  atau Si kumbang tanduk alias si kumbang badak.

Sebagai ciri yang dikenali :

  • Pada daun yang masih pupus atau belum membuka akan berlubang,karena telah dimakan oleh sikumbang jalang ini.
  • Solusi:

Langkah yang terbaik jika terkena serangan kumbang ini sebaiknya menggunakan  metode biologis yakni mencarikan predator si kumbang jalang ini,seperti,  tokek,Ular dan  jenis burug pemangsa  serangga.

Namun jika ini belum tuntas, jika akan menggunkan cara kimiawi,bisa dengan menggunakan pestisida,yaitu jenis insektisida  pembasmi  serangga.untuk nama jenis produknya bisa diperoleh di took pertanian setempat.

Hama Ngengat atau Tirathaba M T

Hama ini awalnya berbentuk mirip kupu berwarna berwarna  kelabu lengkap dengan empat sayap. Biasanya  hama ini akan melakukan reproduksi  dengan bertelur pada tandan buah yang telah matang atau pun buah yang telah busuk.

Solusi

Cara pengendalian :  Pada hama  ulat jenis Tirathaba dapat dikendalikan dengan racun Dipterex atau Thiodan. Meskipun sebenarnya Thiodan sendiri juga terkenal sebagai racun tikus.

Caranya :

Lakukan penyemprotan pada kelapa sawit yang terserang jenis ulat  Tirathaba tersebut.Cara penyemprotan diulang pada sekitar 1 bulan berikutnya jika  masih ditemukan serangan.

Baca Artikel Lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme
    pokerzo.com
  1. Daftar & Mainkan Sepuasnya di Gadget Anda.