Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Morfologi dan klasifikasi bunga bangkai

Morfologi dan klasifikasi bunga bangkai – indonesia sangat kaya akan flora dan fauna yang banyak ditemukan disejumlah kawasan hutan-hutan indonesia, salah satu flora yang terkenal ialah bunga bangkai atau kibut atau suweg raksasa.

Bunga bangkai yang memiliki nama latin Amorphophallus titanium ialah salah satu tanaman dari suku talas tasalan atau araceae endemik yang berasal dari sumetera.

Selain itu bunga bangkai dikenal dengan tumbuhan bunga majemuk yang terbesar dunia.

Bunga bangkai memiliki aroma yang sangat bau speerti bangkai yang membusuk, hal itu sebenarnya untuk mengundang lalat atau pun kumbang untuk menyerbuki bunganya.

Bunga bangkai ilah jenis flora yang dilindungi oleh pemerintah karena termasuk dalam jenis bunga langka, yang memiliki fakta-fakta sebagai berikut

  • Mengeluarkan bau busuk dari bunganya seperti pada raflesia yang berfungsi untuk menarik kumbang untuk penyerbukan bunganya.
  • Bunga bangkai biasanya akan mekar selama 7 hari, dan setelah masa mekarnya bunga bangkai akan layu dan akan kembali mengulangi siklus hidupnya, dengan yang baru diatas pohon umbi bunga bangkai yang sudah mati.
  • Bunga bangkai memiliki ketinggian sekitar 4 meter dengan diameter sekitar 1.5 meter.
  • Bunga bangkai yang ada di indonesia sebagai besarnya adalah spesies endemik
  • Bunga bangkai juga dapat dibudidayakan.

Morfologi bunga bangkai

Bunga bangkai atau Amorphophallus titanum memiliki ukuran yang sangat besar jika dibandingkan dengan bunga rafleisa aatau rafflesia arnoldii, selain itu juga bunga bangkai juga bukan termasuk bunga terbesar karena bunga bangkai sendiri terdiri aras ribuan bunga kecil yang tumbuh pada batang yang sama.

Bunga bangkai bukan pula bunga tunggal, namun bunga bangkai masuk kedalam bunga majemuk atau inflorescence.

Pada bagian yang menjulang atau tongkol atau spandix yang ada pada bunga bangkai sebenarnya terdiri atas koloni bunga-bunga kecil.

Meskipun memiliki kesamaan bau busuk namun cara hidup bunga bangan dan bunga raflesia sangat berbeda, karena dai klasifikasi biologis, cara hidup, warna serta sisa hidupnya memiliki banyak perbedaan.
Bunga bangkai sendiri telah mengalami 2 fase dalam hidupnya ketika akan muncul secara bergantian dan juga terus menerus, yakni  fase vegetatif  atau aseksual dan juga  generatif seksual.

Selain itu selama fase vegetatif akan muncul batang tunggal dan daun secara keseluruhan diatas umbinya yang hampir mirip dengan pohon pepeya. Bunga bangkai juga jika telah tumbuh akan mencapai ketinggian hingga 2 meter dengan diameter 1.5 meter.

Dalam pertumbuhan bunga bangkai mulai dari biji sampai menjadi bunga memakan waktu sampai 3 tahun, dan selama bunga tersbeut mekar akan terjadi pembuahan dan membentuk buah berwana merah dengan biji dibagian pangkal bunga. Dan biji-biji tersbutlah bisa dibudidayakan pada fase vegetatif.

Selain itu bunga bangkai pada umumnya ialah salah satu jenis tumbuhan dtaran rendah yang biasa tumbuh didaerah dengan iklim tropis dan juga subtropis, seperti beberapa kawasan afrika barat sampai kepulauan  pasifik termasuk juga indonesia dengan ketinggian 120 sampai 300 meter diatas permukaan laut.

Namun bunga bangkai juga mengalami ancaman akan kepunahan yang disebabkan dengan berkurangnya habitan bunga bangkai yang telah menjadi lahan pertanian.

Dan ancaman lainnya uilah sifat masyarakat yang merasa terganggu dengan baunya sehingga mereka malah memotong bunga dan daunnya.

Oleh sebab itulah mengapa bunga bangkai sangat dilindungi dan keberadaannya selalu dijaga oleh pemilik kawasan pertumbuhan bunga bangkai.

Baca Juga : Tumbuhan Paling Langka di Indonesia

Loading…

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme