Mau Punya Penghasilan 250ribu/Minggu Klik DISINI

Mekanisme Metode Transfer Gen

Mekanisme Metode Transfer Gen – Transfer genetik atau yang lebih dikenal dengan sebutan perpindahan genetik adalah peristiwa perpindahan materi genetik yang dilakukan secara langsung ke dalam bakteri, ada sel yang bertindak sebagai sel donor dan sel lain sisanya sebagai resipien.

Dengan adanya transfer genetik akan mengakibatkan terbentuknya variasi genetik yang memberikan pengaruh dalam proses evolusi.

Dalam transfer gen, fragmen DNA dari organisme lain baik mikroba, hewan, tumbuhan atau dapat pula gen sintetik, disisipkan ke dalam tanaman penerima dengan harapan gen baru ini akan lebih meningkatkan keunggulan tanaman direkayasa tersebut.

Baca Juga :

Transformasi genetik sebenarnya merupakan salah satu metode yang digunakan untuk merekayasa genetik agar menghasilkan gen yang mempunyai sifat yang lebih kebal terhadap penyakit dan gangguan lainnya. Metode transformasi genetik terdiri dari beberapa komponen utama di antara lain s

eperti sebuah sel/jaringan yang cocok untuk melakukan transformasi genetik, mekanisme untuk melakukan pengenalan DNA asing kepada sel target dan metode untuk melakukan identifikasi serta seleksi sel berubah atau menjadi individu.

Kesuksesan dan keberhasilan dalam melakukan transformasi genetik kepada mahluk hidup apapun, bergantung pada komponen utama tersebut.

Dengan demikian, masing-masing komponen harus dipersiapkan dan dioptimalkan dengan baik.

Oleh karena itu, dengan semakin maju dan berkembangnya teknologi. Transformasi genetik semakin rutin dilakukan, dengan tujuan untuk mendapatkan pengenalan sifat baru dalam individu.

Transformasi genetik pada tanaman ialah salah satu proses rekayasa genetik yang mampu menciptakan tanaman transgenik dengan sifat-sifat baru seperti ketahanan terhadap penyakit, hama, herbisida, dan meningkatkan kualitas hasil panen serta meningkatkan metabolit sekunder.

Transformasi genetik sudah dilakukan dan meghasilkan manipulasi kurang lebih 120 spesies dari sekitar 35 keluarga tanaman, menggunakan bantuan bakteri Agrobacterium secara tidak langsung atau secara langsung.

Metode-metode Transformasi Genetik Pada Tanaman

Hingga saat ini, transformasi genetik pada tanaman dapat dilakukan dalam enam metode. Keenam metode tersebut antara lain:

  • Direct gene transfer

Metode transformasi genetik yang pertama kali digunakan untuk mentrasfer DNA asing kedalam sel tanaman adalah direct gene transfer ke dalam protoplas.Akan tetapi, metode ini memiliki kelemahan terhadap kebutuhan protokel regenerasi.

  • Direct gene transfer across the cell wall without carrier-particles

Metode jenis ini merupakan metode fisik secara langsung, agar dapat mengintroduksi molekul kedalam sel tunggal tanaman dibawah pengawasan atau pengendalian optik.

Kelebihan metode ini antara lain jumlah molekul yang akan ditransfer dapat dikontrol, ditentukan, dan transfer molekul bisa dilakukan pada sel tunggal atau tanaman utuh.

  • Direct gene transfer- biolistic approach

Metode jenis ini bergantung pada kemampuan untuk melakukan kultur dan prosedur modern kultur jaringan.

Akan tetapi, menjadi metode transformasi yang paling banyak digunakan secara luas. Karena untuk mencegah transformasi menggunakan Agrobacterium dan beberapa masalah yang dikarenakan sulitnya pembaharuan pada teknik transformasi protoplas.

  • Agrobacterium-mediated gene transfer

Metode jenis ini menjadi pilihan yang tepat dan probabilitas tinggi, untuk mengintegrasikan single copy. Kelebihan metode ini antara simpel, efisien, dan murah.

  • In planta transformation – Unusual methode for a tiny plant

Metode jenis ini berfungsi untuk merangsang benih tanaman, sehingga pertumbuhan awal tanam berjalan dengan cepat. Namun, transformasinya bergantung kepada beberapa faktor yang bervariasi dan sulit melakukan reproduksi.

  • Viral transformation vectors

Metode jenis ini belum terlalu sering digunakan pada tanaman, karena metode lainnya lebih efisien dan belum stabil untuk melakukan transformasi pada tanaman. Akan tetapi, dengan metode ini yang terus berkembang.

Banyak tanaman yang dapat ditransformasikan, tanpa menggunakan regenerasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2015 Frontier Theme