Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Mekanisme dan Proses Pembentukan Bintil Akar

Mekanisme dan Proses Pembentukan Bintil Akar – Tahukah anda apa itu bintil akar?

Bintil akar atau nama lainnya adalah nodul akar adalah suatu simbiosis mutualisme, antara akar dengan bakteri.

Bakteri tersebut merupakan bakteri yang berasal dari genus Rhizobium.

Simbiosis mutualisme antara akar dengan bakteri dari genus Rhizobium ini akan menghasilkan struktur bintil-bintil pada akar.

Baca Juga : Faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaan bakteri bintil akar

Simbiosis mutualisme ini dapat memungkinkan tersedianya pasokan unsur nitrogen bagi tumbuhan simbion, dan sangat dibutuhkan tanaman apabila pasokan unsur nitrogen di dalam tanah tidak mencukupi.

Bintil-bintil ini biasanya terdapat pada tanaman polong-polongan yang biasanya bintil akar tersebut hidup secara berkelompok.

Ada beberapa tipe bintil akar yaitu sebagai berikut ini :

Peanut

Bintil akar yang termasuk tipe peanut ciri-cirinya adalah agak bulat dan letaknya terbenam

  1. Memanjang
  2. Koral
  3. Semi globus

Bintil akar yang termasuk ke dalam tipe semi globus ciri-cirinya adalah berbentuk agak bulat dan permukaannya ada yang kasar dan ada juga yang licin

Globus

Bintil akar yang termasuk tipe globus ciri-cirinya adalah bulat dan gampang lepas dari akar

Lalu, bagaimanakah mekanisme dan proses pembentukan bintil akar? Berikut ini adalah penjelasannya :

  1. Proses awal pembentukan bintil akar adalah interaksi antara tanaman dan bakteri rhizobia. Bakteri rhizobium adalah bakteri yang memiliki kemampuan untuk menyediakan unsur hara bagi tanaman. Interaksi tersebut adalah akar tanaman mengeluarkan sinyal , dimana hal tersebut akan mengaktifkan ekspresi gen dari bakteri yang berperan pada nodulasi
  2. Setelah adanya sinyal yang dilakukan oleh akar tanaman, bakteri rhizobia akan mensitesis sinyal yang menginduksi pembentukan meristem nodul dimana akan memungkinkan bakteri untuk masuk ke dalam meristem tersebut melalui proses infeksi.
  3. Tahap berikutnya adalah pelepasan senyawa kimia yang dilakukan oleh akar tumbuhan. Senyawa kimia tersebut adalah flavonoid yang nantinya flavonoid tersebut di dalam tanah akan ditangkap oleh Rhizobium. Flavenoid terdiri dari berbagai macam jenis, flavonoid tertentulah yang dapat mempengaruhi rhizobium tertentu juga. Biasanya, 1 jenis tumbuhan hanya akan menghasilkan satu jenis flavonoid juga, oleh karena itu satu jenis flavonoid hanya dapat bersimbiosis dengan satu jenis Rhizobium saja.
  4. Setelah flavonoid ditangkap oleh Rhizoboum, maka tahap selanjutnya adalah aktifnya kelompok gen tertentu atau yang disebut dengan nod. Gen nod yang aktif tersebut akan menghasilkan enzim yang dapat membantu pembentukan senyawa faktor nod. Kemudian, faktor nod tersebut akan dilepaskan ke lingkungan sekitar tanaman dan ditangkap oleh akar tumbuhan tersebut sebagai respon dari flavonoid
  5. Setelah itu, faktor nod akan mempengaruhi tumbuhan untuk menjulurkan rambut akarnya kemudian akan menangkap rhizobium. Rambut akar tersebut akan membentuk penonjolan ke dalam yang akan menjadi tempat masuknya bakteri.
  6. Kemudian, Rhizobium akar masuk ke dalam jaringan rambut akar, menembus hingga korteks dan parisikel, mempengaruhi pembelahan sel dan akan membentuk bintil akar.
  7. Setelah itu, rhizobium akan hidup di dalam sel tanaman tertentu dari bintil akar dan membentuk bakteroid.
  8. Tahap terakhir adalah Rhizobium melakukan fiksasi nitrogen bebas di udara dan membentuk senyawa ammonium. Senyawa ammonium mengandung protein dan kemudian sebagian besarnya akan diubah menjadi asam amino oleh bintil akar dan diedarkan ke bagian tumbuhan yang membutuhkan. Sebagai gantinya, rhizobium akan memperoleh karbohidrat dari tumbuhan untuk sumber bahan organic guna pertumbuhannya.

Baca Juga : Jenis-Jenis Kapur Untuk Meningkatkan Kemasaman Tanah Pertanian

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme