Manfaat, kelebihan dan kekurangan biofertilizer

Manfaat, kelebihan dan kekurangan biofertilizer – Biofertilizer adalah formulasi mikroorganisme yang bila diterapkan pada benih, permukaan tanaman atau tanah, mengolonisasi rizosfer atau bagian dalam tanaman dan meningkatkan pertumbuhan dengan meningkatkan ketersediaan nutrisi untuk tanaman inang.

Perkembangan biofertilizer di Indonesia baru dimulai pada tahun 1980-an.

Kesadaran petani untuk menggunakan biofertilizer semakin meningkat dalam mulai dari tahun 2014.

Sebagian orang lebih memilih untuk mengkonsumsi produk pangan yang organic ketimbang yang anorganik, karena lebih memberikan manfaat ekonomis.

Baca Juga : Kelebihan dan Kekurangan Pestisida Nabati

Oleh karena itulah, kini biofertilizer terus dikembangkan penggunaannya di Indonesia.

Di Negara lainnya, seperti India, Thalinad, Jepang, dan Negara maju lainnya telah menggunakan biofertilizer untuk pertanian mereka ketimbang menggunakan pupuk kimia karena biofertilizer selain bermanfaat untuk tanaman, biofertilizer juga bermanfaat untuk lingkungan sekitar.

Komponen utama dari biofertilizer adalah biofertilizer pemfiksasi N mengandung Rhizoba atau campuran beberapa mikroba sekaligus.  Komponen biofertilizer lainnya adalah carrier berupa cairan atau padatan.

Jenis carieer yang sering digunakan dalam dunia pertanian adalah bahan-bahan organic berasal dari limbah pertanian misalnya pupuk kandang, serbuk tongkol jagung, kompos dan lain seabaginya.

Agar dapat dijual belikan ke masyarakat umum, biofertilizer harus memenuhi standar SNI yang telah ditetapkan oleh Menteri Pertanian.

Ada beberapa jenis-jenis biofertilizer yang sering dijumpai di pasaran yaitu sebagai berikut ini:

  1. Biofertilizer sumber nitrogen melalui kemampuannya mengikat nitrogen bebas untuk kemudian diolah menjadi amoniak untuk dimanfaatkan oleh tanaman. Contohnya adalah Azotobacter, Clostridium, Rhizobium dan lain sebagainya
  2. Biofertilizer sumber fosfat, contohnya Bacilus, Pseudomonas, Mikoriza.
  3. Biofertilizer penyedia biohormon yaitu hormon yang dihasilkan oleh mikroba yang penitng untuk pertumbuhan tanaman. COntohnya adalah auksin, sitokinin dan giberelin. Semua ini sangat dibutuhkan untuk tanaman baik untuk pertumbuhan akar, hingga pembuahan.

Ada beberapa manfaat dari biofertilizer yaitu sebagai berikut ini :

  1. Untuk menyediakaan hara
  2. Perombak persenyawaan agrokimia
  3. Pengontrol organisme yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman
  4. Biofertilizer dapat meningkatkan ketersediaan hara
  5. Biofertilizer dapat menguraikan bahan organic dan dapat membentuk humus

Ada beberapa kelebihan dari biofetilizer yaitu sebagai berikut ini:

  1. Biofertilizer meningkatkan ketersediaan akan unsur hara yaitu nitrogen dan fosfor yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan dan pertumbuhan tanaman. Biofertilizer merupakan cara yang lebih alami dibandingkan dengan penggunaan pupuk kimia.
  2. Biofertilizer mengembalikan kesuburan tanah secara normal melalui peningkatkan aktivitas biologis mikroba penyusunnya dan asosiasinya dengan berbagai mikroorganisme lainnya
  3. Biofertilizer lebih murah dan mudah untuk digunakan ketimbang dengan pupuk kimia
  4. Biofertilizer tidak mencemari lingkungan sekitar tanaman
  5. Biofertilizer dapat melindungi tanah di sekitar tanaman dari mikroorganisme yang berbahaya bagi kesuburan tanah misalnya bakteri, virus, jamur dan nematode pathogen.
  6. Biofertilizer dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas tanaman
  7. Biofertilizer dapat membuat akar tanaman menjadi lebih kuat
  8. Biofertilizer tidak mengakibatkan resistensi hama yang dapat menyerang tanaman

Namun, dibalik itu semua, ada beberapa kelemahan biofertilizer yaitu sebagai berikut ini:

  1. Biofertilizer memerlukan aplikasi yang berulang untuk mempertahankan populasinya pada kondisi yang seimbang
  2. Lebih optimal jika digunakan untuk preventative karena membutuhkan waktu untuk pertumbuhannya.
  3. Dinamika perkembangan populasi mikroba di daerah rizosfer setelah pengaplikasian, sulit untuk diprediksi
  4. Efektivitas biofertilizer lebih rendah dibandingkan dengan pupuk kimia

Semoga informasi diatas dapat memberikan manfaat bagi pembaca.

Baca Juga : Pengertian Biopestisida dan Biofertilizer

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme
    jadwal bola
  1. jadwal bola
  2. www.sewamobilbanjarmasin.com
  3. Mulai 125.000 dan bisa NEGO
  4. kontak
  5. Dari Transfer Pemain Sampai Manajer. Ikuti Selengkapnya Di Liputan6.com!