Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Komponen-Komponen Penyusun Tanah

Komponen-Komponen Penyusun Tanah – Agroteknologi.web.id – Tanah mineral yang dapat berfungsi sebagai media tumbuh ideal secara material tersusun oleh 4 komponen, yaitu bahan padatan (mineral dan bahan organik ) , air dan udara.

Berdasarkan volumenya, maka tanah secara rerata terdiri dari: (1) 50 % padatan, berupa 45 % bahan mineral dan 5 % bahan organik, dan (2) 50 % ruang pori, berisi 25 % air dan 25 % udara.

Khusus untuk tanah gambut yang banyak tersebar di kawasan rawa Sumatera Selatan, Jambi, Riau, Kalimantan, dan Papua, komposisi ini relatif berlainan, karena bagian padatannya 100 % dapat berupa bahan organik, sedangkan ruang porinya 100 % dapat terisi air, sehingga ketiadaan bahan mineral dan udara pada tanah ini merupakan masalah utama dalam pemanfaatannya menjadi lahan pertanian produktif.

Baca Juga : Pengertian dan Fungsi Larutan Tanah

Bahan Mineral

  • berasal dari pelapukan batu-batuan
  • susunan di dalam tanah berbeda-beda sesuai dengan susunan mineral batuan yang di lapuk
  • batuan : batuan beku/vulkanik (dari gunung berapi), batuan endapan (sedimen) dan batuan metamorfosa

Bahan mineral dapat dibedakan menjadi :

  • fraksi tanah halus (fine earth fraction) berukuran <2 mm (pasir, debu dan liat).
  • fragmen batuan (rock fragment) berukuran >2 mm (kerikil, kerakal dan batu).

Pelapukan

Pelapukan adalah proses alamiah akibat bekerjanya gaya-gaya alam, baik secara fisik maupun kimiawi yang menyebabkan terjadinya pemecahan-pemecahan, penghancur luluh lantakan, tranformasi bebatuan dan mineral-mineral penyusunnya menjadi material lepas (regolit) di permukaan bumi.

Bahan Organik

Bahan organik adalah kumpulan beragam senyawa-senyawa organik kompleks yang sedang atau telah mengalami proses dekomposisi, baik berupa humus hasil humifikasi maupun senyawa-senyawa anorganik hasil mineralisasi dan termasuk juga mikrobia heterotrofik dan ototrofik yang terlibat dan berada di dalamnya

Sumber bahan organik tanah :

  • Sumber primer, yaitu jaringan organik tanaman (flora) yang dapat berupa daun, ranting, cabang, batang, buah dan akar
  • Sumber sekunder, yaitu jaringan organik fauna yang dapat berupa kotorannya dan mikrofauna
  • Sumber lain dari luar, yaitu pemberian pupuk organik berupa pupuk kandang, pupuk hijau, pupuk bokasi (kompos) dan pupuk hayati

Peran bahan organik terhadap tanah

  1. Sifat fisik tanah, meliputi :
  • stimulan terhadap granulasi tanah
  • memperbaiki struktur tanah menjadi remah
  • meningkatkan daya tanah menahan air sehingga drainase tidak berlebihan, kelembaban dan temperatur tanah menjadi stabil
  • mempengaruhi warna tanah menjadi coklat sampai hitam
  • menetralisir daya rusak butir-butir hujan
  • menghambat erosi
  • mengurangi pelindian (pencucian/leaching)
  1. Sifat kimia tanah, meliputi :
  • meningkatkan ketersediaan hara dari proses mineralisasi bagian bahan organik yang mudah terurai
  • menghasilkan humus tanah yang berperan secara koloidal dari senyawa sisa mineralisasi dan senyawa sulit terurai dalam proses humifikasi
  • meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) tanah 30 kali tanah lebih besar ketimbang koloid anorganik
  • meningkatkan ketersediaan dan efisiensi pemupukan serta melalui peningkatan pelarutan P oleh asam-asam organik hasil dekomposisi bahan organik
  1. Sifat biologi tanah, meliputi :
  • meningkatkan keragaman organisme yang dapat hidup dalam tanah (makrobia dan mikrobia tanah)
  • meningkatkan populasi organisme tanah
  1. Air

Air terdapat di dalam tanah karena ditahan/diserap oleh masa tanah, tertahan oleh lapisan kedap air, atau karena keadaan drainase yang kurang baik.

Air dapat menyerap atau di tahan oleh tanah karena adanya gaya-gaya adhesi, kohesi dan grafitasi
Karena adanya gaya-gaya di dalam tanah maka kondisi air dapat dibedakan menjadi:

  • Air higrokopis : air yang diserap oleh tanah sangat kuat sehingga tidak dapat digunakan tanaman (adanya adhesi antara tanah dan air)
  • Air kapiler : air di dalam tanah, dimana gaya adhesi dan kohesi lebih kuat dari grafitasi, sehingga air dapat diserap oleh tanaman
  • Kapasitas lapang : keadaan tanah yang cukup lembab yang menunjukan jumlah air terbanyak yang dapat ditahan oleh tanah terhadap gaya tarik gravitasi, sehingga dapat diserap oleh tanaman
  • Titik layu permanen : kandungan air tanah, dimana akar-akar tanaman mulai tidak mampu lagi menyerap air dan tanah, sehingga tanaman layu
  • Air tersedia : selisih antara kadar air pada kapasitas lapang dikurangi kadar air pada layu permanen
  1. Udara

Udara dan air mengisi pori-pori tanah, banyaknya pori-pori didalam tanah kurang lebih 50% dari volume tanah, jumlah air dan udara berubah-ubah tergantung kondisi iklim.

Baca Juga : Jenis-Jenis Horizon Tanah

Loading…

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme