Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Waru

Klasifikasi dan Morfologi Tanaman Waru – Kita kenal bahwa Indonesia adalah negara tropis yang memiliki suhu yang cukup panas, sehingga banyak masyarakat yang menanam tanaman-tanaman rindang dihalaman rumah, untuk mendapatkan udara yang sejuk.

Nah, tanaman yang akan dibahas kali ini adalah salah satu tanaman yang banyak ditanam dengan tujuan agar bisa membuat halaman menjadi rindang.

Tanaman yang berasal dari kawasan Pasifik Barat ini sudah menyebar berbagai wilayah.

Mari kita mengenal lebi dekat dengan Tumbuhan yang termasuk dalam Famili Valvaceae atau suku kapas-kapasan ini.

Tanaman yang dalam Bahasa Indonesia disebut Tanaman Waru memiliki nama Ilmiah yakni Talipariti tiliaceum atau Hibiscus tiliaceus. Dibawah ini adalah penjabaran klasifikasi tanaman waru ini secara lengkap.

Klasifikasi tanaman waru

Spesies : Hibiscus tiliaceus L.

Genus : Hubiscus

Famili : Malvaceae / Kapas-kapasan

Ordo : Malvales

Sub kelas : Dilleniidae

Kelas : Magnoliopsida /Dikotil ( Bekeping Dua )

Divisi : Magnoliophyta/Tumbuhan yang berbunga

Super divisi : Spermatophyta ( atau yang menghasilkan biji )

Sub kingdom : Tracheobionta/Tumbuhan Berpembuluh

Kingdom : Plantae/Tumbuhan

Morfologi Tanaman Waru

Setelah mengetahui Klasifikasi dari tanaman ini, kita ketahui secara detail mari kita mulai mengenail tanaman ini menurut morfologi atau bentuk fisik dari tamanan ini.

Bentuk fisik atau morfologi dari tanaman waru ini cukup menarik terutama untuk bunga yang dihasilkan.

Untuk bisa lebih mengenal tamanan ini, ada baiknya kita membagi morfologinya menjadi 4 ( empat ) bagian, yakni : Batang, Daun dan Bunga serta Buah Waru.

  • Baik kita akan membahas yang pertama yakni Batang Waru :

Batang Waru sendiri hampir mendekati bentuk batang pada umumnya, walaupun Waru termasuk dalam tanaman yang besar karena Tanaman Waru bisa memiliki tinggi berkisar 5 sampai 15 Meter.

Namun Waru memiliki ciri khas pada batangnya, yakni Jika tanaman ini tumbuh pada tanah atau medan yang subur batang dari tanaman ini akan tumbuh lurus atau cenderung lurus, hal ini akan berbeda jika tanaman waru ini berada atau tumbuh pada medan atau tanah yang kurang subur maka batangnya akan tumbuh bengkok.

Tentunya ada beberapa pertimbangan sehingga banyak orang akhirnya menjatuhkan pilihan kepada tanaman waru untuk menjadi tanaman hias dan juga tanaman yang merindangkan halaman atau lingkungan sekitar rumah, salah satunya adalah akarnya yang tidak terlalu liar ( yang dimaksudkan disini adalah akarnya yang tumbuh tidak dalam ) sehingga tidak ada kemungkinan dapat merusak jalanan ( mengingat tanaman ini biasanya ditanam di pinggiran jalan ) dan bangunan disekitarnya.

Adapun akar dari tanaman waru ini berbentuk akar tunggang dan yang berwarna putih kekuning-kuningan.

  • Yang kedua harus kita pelajari adalah bentul fisik atau morfologi dari Daun tanaman waru ini sendiri.

Tanaman waru, memiliki daun yang berbentuk bulat atau lonjong ( bulat telur ), serta memiliki daun tunggal, tulang daunya menjari yang memiliki panjang sekitar 20 cm, sedangkan tanaman waru ini memiliki tepi daun yang rata.

  • Yang ketiga akan kita bahas adalah bentuk fisik daun tanaman waru.

Bunga dari tanaman waru ini sendiri, biasanya tumbuh dalam tanda yang berisi 2 atau bisa juga sampai 5 kuntum, namun ada juga bunga yang berdiri sendiri.

Warna bunganya sendiri berwarna kuning dengan warna coklat kemerahan yang terdapat ditengah bunga, dan terdapat daun kelopak tambahan yang berjumlah 8 sampai dengan 11 dan untuk ini bisa dikatakan bahwa lebih dari setengahnya melekat.

Kelopak bunganya sendiri memiliki panjang sekitar 2,5 cm, mempunyai daun mahkota bunga yang berkuku pendek lebar serta bercagap 5 ( lima ) dan teratur.

  • Yang ke empat yang akan kita pelajari yakni morfologi buah waru.

Buah waru sendiri panjangnya adalah kira-kira 3 cm, dan mempunyai bentuk kotak, lebih bisa dijabarkan bahwa mempunyai bentuk bulat telur atau oval dan terbagi menjadi 5 ( lima ) ruang dan memiliki dua sekat yang semu serta punya biji yang berjumlah banyak.

Baca Juga : Klasifikasi dan Morfologi Bunga Pukul Empat

Loading…

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme