Siapakah yang layak memimpin DKI Jakarta 2017-2022?

View Results

Loading ... Loading ...

Jenis-jenis Pupuk Kimia Yang Sering Digunakan Oleh Petani

Jenis dan Macam Pupuk Kimia – Seperti yang kita tahu bahwa selama ini pupuk kimia sering dipakai oleh para  petani karena beberapa kelebihannya seperti unsur dan senyawannya yang bersifat muda larut dan lebih mudah diserap tanaman tanpa perlu proses penguraian, serta takaran zat haranya lebit pas dibandingkan dengan pupuk non kimiawi.

Sekarang, pupuk anorganik sudah banyak jenisnya sehingga agar efektif dan efisien penggunaannya maka para petani dituntut untuk paham terhadap karakter dan sifat – sifat pupuk anorganik tersebut.

pupuk-yang-sering-digunakan

Artikel Terkait :

Ada beberapa jenis pupuk anorganik yang sudah sering digunakan oleh para petani pangan dan horti yakni :

Urea (Amonium Carbamide)

  • Mempunyai rumus kimia CO(NH)2
  • Terbuat dari campuran gas amoniak dan gas arang
  • Berbentuk kristal, berwarna putih dan merah muda.
  • Bersifat higroskopis sehingga larut dalam air dan mudah diserap tumbuhan
  • Reaksinya sedikit asam
  • mudah terbakar oleh sinar matahari

ZA (Zwavelzure Amonium)

  • Rumus kimianya (NH4)2SO4
  • Terbuat dari asam belerang dan gas amonium sehingga disebut juga pupuk amonium sulfat.
  • Mengandung 21% unsur hara makro N sebagai kation amonium dan 24 % unsur hara makro sekunder S sebagai anion sulfat. Jadi tiap 100 kg pupuk ZA mengandung 21 kg Nitrogen dan 24 kg Sulfur.
  • Berbentuk kristal, warnanya antara lain putih, merah muda, abu-abu, biru, ke abu-abuan, dan kuning.
  • Bersifat higroskopis terutama pada kelembapan 80% atau lebih sehingga mudah larut dalam air dan mudah diserap tanaman.
  • Reaksinya asam sehingga kurang baik jika diberikan pada tanah muda karena rata-rata tanah muda masih asam dan tanah yang kurang mengandung kalsium.
  • Reaksi kerjanya agak lambat sehigga cocok apabila digunakan sebagai pupuk dasar.

SP36 (Super Phospate)

  • Rumus kimianya P2O5
  • Terbuat dari asam sulfat dan fosfat alam.
  • Mengandung 36% P dalam bentuk P2O5. Jadi tiap 100 kg pupuk SP36 mengandung 36 kg fosfor.
  • Kadar P2O5 larut dalam air minimal 30 %. Kadar air maksimal 5 %.
  • Berbentuk butiran besar dan warnanya abu-abu.
  • Bersifat non higroskopis sehingga dapat disimpan lama walau kelembapan udara tinggi.
  • Reaksi kimianya tergolong netral.
  • Reaksinya lambat, sehingga sangat cocok digunakan untuk pupuk dasar pada tanaman semusim.
  • Mudah terbakar oleh sinar matahari.

KCl  (Kalium Klorida)

  • Rumus kimia KCl
  • Terbuat dari ekstraksi mineral kalium.
  • Mengandung 60% K dalam bentuk K2
  • Berbentuk bubuk dan warnanya merah.
  • Bersifat higroskopis, mudah larut dalam air, dan mudah diserap tanaman.
  • Reaksinya netral sampai asam.
  • Unsur kloridanya bersifat toksik bagi tanaman wortel dan kentang.
  • Dapat digunakan untuk pupuk dasar.

ZK  (Zwavelzure Kali)

  • Rumus kimia K2SO4
  • Terbuat dari asam belerang dan kalium sehingga disebut juga pupuk kalium sulfat.
  • Mengandung 50% unsur hara makro K dalam bentuk K2O dan 17 % unsur hara makro sekunder S. Jadi tiap 100 kg pupuk ZK  mengandung 36 kg fosfor dan 17% Sulfur.
  • Berbentuk butiran kecil dan warnanya putih.
  • Kadar klorida maksimal 2,5 % dan kadar air maksimal 1%.
  • Bersifat non higroskopis sehingga dapat disimpan lama walau kelembapan udara tinggi.

NPK PHONSKA (Nitrogen Phospate Kalium)

  • Rumus kimia NPK
  • NPK phonska berfungsi sebagai pupuk majemuk yang mengandung 15% Nitrogen, 15% Fosfat, 15 Kalium, dan 10% Sulfur.
  • Kadar air maksimal 2%.
  • Bentuknya butiran dan bewarna merah muda.
  • Bersifat higroskopis sehingga mudah larut dalam air dan mudah diserap tanaman.
  • Reaksi kimianya netral, sehingga dapat diaplikasikan di berbagai jenis tanah.
  • Dapat digunakan sebagai pupuk dasar.

Dolomite (Kapur Karbonat)

  • Rumus kimia (CaMg(CO3)2)
  • Dolomit berfungsi sebagai penyedia unsur hara makro sekunder Ca dan Mg, dimana dolomit mengandung 45,6% MgCO3 dan 54,3% CaCO3 atau 21,9% MgO dan 30,4% CaO.
  • Bentuknya butiran kasar sampai butiran halus dan bewarna putih ke abu-abuan.
  • Dolomit bersifat higroskopis sehingga mudah menyerap air dan mudah dihancurkan.
  • Reaksi kimianya basa yaitu menaikkan pH tanah.
  • Semakin halus butirannya maka semakin baik kualitasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2015 Frontier Theme