Jenis-Jenis Mulsa Pertanian

Jenis-Jenis Mulsa PertanianAgroteknologi.web.id – Bagi orang awam mungkin istilah Mulsa tidak familiar di dengar.

Istilah mulsa sangat erat dalam dunia pertanian. Mulsa adalah material penutup tanaman budidaya yang digunakan untuk menjaga kelembapan tanah serta untuk menghambat pertumbuhan gulma dan hama penyakit sehingga tanaman yang dibudidaya dapat tumbuh dengan baik.

Dengan adanya mulsa, air tanah dan air hujan bisa menguap sekitar 10 persen dimana jika tidak ada mulsa bisa menguap 80 persen.

Baca Juga : Cara Budidaya Tanaman Serai

Mulsa sangat familiar digunakan dalam penanaman cabai dan tanaman lainnya.

Pemakaian mulsa untuk pembudidayaan tanaman mendatangnya banyak keuntungan bagi petani diantaranya yaitu sebagai berikut ini :

  1. Meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah sehingga memperbaiki sifat fisika dan kimia tanah
  2. Pemakaian mulsa dapat membantu untuk menjaga agar suhu tanah stabil serta mengurangi penguapan. Dampak dari suhu tanah yang terjaga dan penguapan berkurang adalah dapat mempertahankan kelembapan tanah dan pemanfaatn kelembapan tanah menjadi lebih efisien sehingga tanaman yang dihasilkan juga jauh lebih banyak.
  3. Melindungi permukaan tanah dari air hujan, erosi dan kehilangan tanah

Namun, selain banyak manfaat dari pemakaian mulsa, terdapat juga kelemahan saat pemakaian mulsa, diataranya adalah sebagai berikut ini :

  1. Bahan-bahan untuk pembuatan mulsa tidak selalu ada.
  2. Untuk lahan tanah yang miring, mulsa sering sekali susah untuk ditebarkan secara merata
  3. Mulsa yang terbuat dari beberapa jenis rumput dapat bertumbuh dan berakar sehingga menjadi tanaman pengganggu pada tanaman yang dibudidaya.

Mulsa dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu mulsa organic dan mulsa anorganik yaitu penjelasannya sebagai berikut ini :

Mulsa Organik

Mulsa organic adalah sisa-sisa dari tanaman yang kemudian dijadikan mulsa untuk disebar ke permukaan tanah.

Sisa tanaman dapat berupa gulma, ranting, jerami, rumput-rumputan, batang, daun-daun aau bisa juga berupa sisa tanaman dari hasil panen.

Mulsa organic dapat mudah terurai oleh tanah dan diberikan setelah tanaman/bibit ditanam. Ada beberapa keuntungan dari penggunaan mulsa organic yaitu sebagai berikut ini:

  1. Lebih hemat dan ekonomis karena bahan-bahan untuk mulsa berupa sisa-sisa tanaman dan tidak perlu mengeluarkan uang untuk itu.
  2. Bahan-Bahan untuk mulsa organic mudah didapatkan
  3. Bahan-bahan untuk mulsa organic dapat mudah terurai sehingga dapat menambah kandungan bahan organic dalam tanah.

Disamping banyak keuntungannya, mulsa organic terdapat beberapa kekurangan salah satunya adalah mulsa organic tidak dapat digunakan lagi untuk masa tanam berikutnya.

Mulsa non Organik

Mulsa Non organic ada 2 jenis yaitu mulsa plastic dan mulsa anorganik. Mulsa Plastik adalah mulsa yang terbuat dari bahan-bahan plastic berbentuk lembaran dengan daya tembus sinar matahari dan bahan kimia.

Bahan plastic yang biasanya digunakan untuk mulsa plastic adalah plastic transparan, plastic hitam, plastic perak, Mulsa plastic merah, Mulsa plastic biru, Mulsa plastic putih dan plastic perak hitam.

Kelebihan dari mulsa plastic adalah dapat diperoleh dengan mudah, dapat digunakan lebih dai satu musim tanamn, dapat mengurangi pertumbuhan tanaman pengganggu.

Kekurangan dari mulsa plastic adalah mulsa plastic tidak dapat membantu untuk kesuburan tanah dan juga mulsa plastic relative mahal di banding mulsa organic.

Mulsa anorganik adalah mulsa yang terbuat dari bahan seperti batu kerikil, batu koral, batu bata, dan lain-lainnya.

Mulsa anorganik jarang digunakan untuk tanaman semusim dan biasanya digunakan untuk tanaman hias dalam pot.

Baca Juga : Hal Penting Yang Harus Diperhatikan Saat Menanam cabai Di Musim Hujan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme
    asiabandarq.com
  1. Tersedia Berbagai Games 6 in 1 dan Promo Menarik untuk yang mendaftar hari ini.
  2. bandarkiu
  3. bandarkiu