Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Jenis-jenis Media Tanam Yang Sering Di Gunakan Petani

Jenis-jenis Media Tanam Yang Sering Di Gunakan Petani – Dalam bercocok tanam.

Yang laing utama dibutuhkan ilaah media tanamnya, karenamedia tanam tersebut yang nantinya akan menompang pertumbuhan dari tanaman yang ditanam.

Media tanam merupakan salah satu komponen yang dibutuhkan dalam bercocok tanam.

Selain itu penggunaaan media tanam harus diperhatikan dan media tanam juga harus disesuai kan dengan jens tanaman.

Dalam menentukan media tanam tidaklah mudah, karena harus tepat dan standar untuk jenis tanaman yang berbeda dari habitat aslinya.

Baca Juga : Jenis-Jenis Media Tanam Hidroponik

Hal tersbu biasanya karena setiap daerah mempunyao kecepatan angina dan kelembapan yang berbeda.

Selain itu media tanam juga harus mampu dalam menjaga kelembapan didaerah sekitranya seperti akar yang mampu menyediakan udara yang cukup serta mampu menahan ketersediaan unsur hara.

Pada setiap daerah biasanya menggunakan jenis media tanam yang berbeda-beda seperti di Asia Tenggara yang menggunakan media tanam seperi arang, pecahan batu bata, sabut kelapa, kulit kelapa dan juga batang pakis.

Penggunaan media tanam tersebut tidak hanya secara tunggal melainkan juga dicampur dengan media tanam lainnya misalnya batang pakis yang dikombinasikan dengan pecahan batu bata.

Untuk mendapatkan media tanam yang baik serta  sesuai dengan jenis tanaman, maka seseorang harus mempunyai pemahaman untuk karakteristik media tanam yang berbeda-beda pada tiap jenisnya. Dan berdasarkan bahannya media tanam tersbeut dibagi menjadi dua macam yaitu:

1. Organic

Media tanam yang sesuai dengan kategori organic ialahyang berasal dari komponen orgnisme hidup, seperti daun, bunga, batang, kulit dan juga buah. Penggunaan media tanam organak memiliki banyak keuntungan karena media tanam organic sangat unggul jika dibandingkan dengan anorganik.

Hal tersbeut disebabkan karena bahan organic sudah dapat menyediakan unsur hara untuk tanaman.

Selain itu hana organic mempunyai poti-pori mikro dan makro yang seimbang dengan sirkulasi udara dan mempunyai daya serap air yang tinggi.

Ada beberapa bahan organic yang bisa dijadikan media tanam seperti kompos, moss, sabut kelapa, pupuk kandang, humus, cacahan pakis dan arang. Dimana bahan-bahan tersebut memiliki kelebihan, seperti halnya :

  • Arang

Arang yang berasal dari batok kelapa atau kayu snagat cocok dijadikan media tanam, tanaman yang sering menggunakan arang ialah tanaman anggrek karena arang memiliki kemampuan yang kurang dalam mengikat air dalam jumlah banyak selain itu arang juga memiliki sifat buffer atau penyangga.

Kelebihan media tanam arang ialah tidak mudah lapuk sehinggasangat sulit sekali ditumuhi oleh jamur dan tanaman kecil yang bisa merugikan tanaman utama.

Akan tetapi media tanam arang sangat minim sekali unsur hara, oleh sebab itu perlu dilakukan pemupukan.

  • Kompos

Kompos adalah salah satu jenis media tanam organic yang bersala dari fermentasi tanaman atau limbah organic, seperti sekam, daun, rumput, jerami dan juga sampah kota.

Dalam penggunaan  media tanam kompos akan mendapatkan kelebihana  seperti  mampu mengembalikan tanah yang subur melalui perbaikan sifat tanam baik secara kimiawi, bilogis maupun fisik.

Selain itu media tanam kompos juga menjadai fasilator dalam menyerap unsur nitrogen yang sangat penting bagi tanaman.

  • Pupuk kandang

Media tanam yang berguna lainnya dan termasuk kedalam media tanam organic ialah pupuk kandang yang berasal dari kotoran hewan.

Pupukkandang memiliki kandungan yang sangat lengkap seperti fosfor, nitrium, dan juga kalium. Kandungan-kandungan tersbeut sangat berguna sekali sebagai media tanam.

  • Humus

Humus merupakan media tanam yang dihasilkan dari pelapukan bahan organic yang dilakukan oleh jasad mikro.

Selain itu humus juga memiliki warna yang gelap  dan bisa dijumpai pada lapisan ditas atas. Media tanam humus mampu dalam pengemburan tanah sehingga tanaman bisa tumbuh subur.

  • Sekam padi

Media tanam organic selanjutnya ialah sekam padi, yang biasanya digunakan sebagai media tanam. Sekam padi banyak digunkan karena sangat bagus dalam pertumbuhan tanaman namun kelemahannya sekam padi mudah lapuk.

  • Sabut kelapa

Sabut kelapa atau coco peat ialah media tanam organic yang banyak digunakan, sabut kelapa berasal dari kulit buah kelapa yang mempunyai serat kuat. Penggunaan media tanam sabut kelapa akan sangat lebih baik dilakukan dicurah hujan rendah, karena jika sabut kelapa mengalami kelebihan air maka mudah lapuk, dan berjamur sehingga tanaman dapat dengan mudah mati.

2. Anorganik

Selain bahan organic yang bisa dijadikan media tanam, selanjutnya ada bahan anorganik yang merupakan bahan yang memiliki kandungan unsur mineral yang sangat tinggi dan berasal dari pelapukan batuan induk yang terjadi didalam perut bumi.

Proses pelapukan tersebut disebabkan secara fisik, biologi-mekanik dan juga kimiawi. Bahan-bahan anorganikyang biasanya dijadikan media tanam ialah pasir, gel, kerikil, pecahan genting, tanah liat, spons dan juga perlit.

Baca Juga : Cara Memanfaatkan Serbuk Gergaji Untuk Media Tanam

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme