Jenis-Jenis Logam Berat yang Berbahaya Bagi Tanaman

Jenis-Jenis Logam Berat yang Berbahaya Bagi Tanaman – Aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan hidup menghasilkan dampak terhadap lingkungan.

Dampak ini bisa berupa dampak positif, namun juga bisa  berupa dampak negatif. Salah satu dampak negatif ini dapat berupa turunnya kualitas lingkungan hidup, termasuk tanah.

Salah satunya adalah turunnya kualitas tanah akibat pencemaran oleh limbah yang dihasilkan oleh manusia.

tokyo

Merkuri, tembaga, timbal, kadmium dan arsenik adalah jenis-jenis logam berat berbahaya yang sering mengontaminasi tanah dan menjadikanya zat yang berbahaya bagi tanaman.

Pangan yang dikonsumsi manusia kebanyakan merupakan hasil dari pertanian, dan kegiatan pertanian adalah sebagai sumber makanan bagi manusia.

Makanan yang kita konsumsi haruslah aman dan bermutu. Jika tanah tempat menanam bahan pangan terkontaminasi logam berat, maka kualitas pangan dapat menjadi buruk dan bahkan berbahaya bagi manusia. Adapun jenis-jenis logam berat yang berbahaya bagi tanaman adalah:

Arsenik (As)

Arsenik merupakan komponen yang penting bagi sebagian hewan dan tumbuh-tumbuhan, namun arsenik lebih dikenal sabagai jenis racun dibandingkan kapasitasnya sebagai komponen esensial.

Senyawa ini bersifat labil dalam bentuk oksida serta tingkat racunnya tergantung pada bentuk struktur kimianya.

Kadmium (Cd)

Zat kadmium adalah logam yang merupakan racun bagi tubuh manusia. Warnanya kebiruan dan jika masuk ke dalam ginjal maka baru bisa menumpuk dan ginjal akan mengalami disfungsi.

Kadar normal zat kadmium dalam tanah adalah di bawah 1 ppm. Jika kadar kadmium dalam tanah mencapai di atasnya, maka hal tersebut dapat berbahaya.

Seperti yang ditemukan pada sampel tanah di area dekat pertambangan biji seng, di area ini kadar kadmiumnya dapat mencapai 1700 ppm.

Merkuri (Hg)

Merkuri merupakan logam yang pada suhu kamar berwujud cair. Maka merkuri ini sering dipakai untuk bahan pengukuran suhu. Logam merkuri ini juga kita kenal sebagai air raksa.

Dimana air raksa biasa digunakan dalam mengukur suhu pada thermometer. Logam berwarna perak mengkilap, tidak berbau dan mirip cairan.

Jika logam ini dipanaskan pada suhu 357°C, maka logam merkuri dapat menguap. Penggunaan logam merkuri ini cukup banyak seperti pada kegiatan penambangan emas, produksi gas klor, thermometer, tambal gigi, dan baterai.

Tembaga (Cu)

Logam tembaga bersifat racun terhadap semua tumbuhan dan manusia. Pada manusia, konsentrasi logam tembaga di atas 1 ppm dapat membahayakan kesehatan.

Konsentrasi normal pada tanah zat logam ini adalah berkisar 20 ppm dan dengan tingkat kelarutan yang sangat lambat karena ikatan zat ini sangat kuat dengan material organik dan mineral pada tanah liat.

Beberapa industri seperti industri kertas, minyak, cat dan industri pelapisan mengeluarkan sejumlah tembaga yang sebagai hasil dari limbah produksinya.

Timbal (Pb)

Logam timbal sering digunakan dalam bidang industri di zaman modern ini. Sebagai contohnya adalah sebagai bahan pembuatan pipa air yang tahan karat, bahan pembuatan cat, dan baterai.

Meskipun logam timbal memiliki nomor atom terbesar dari semua unsur yang stabil, logam timbal bersifat racun bagi tubuh manusia.

Logam jenis ini sangat berbahaya bagi manusia dan banyak kita jumpai di sekitar kita. Mulai dari cat, baterai bahkan bahan bakar kendaraan kita.

Zat timbal yang masuk ke dalam tubuh manusia dapat menyebabkan kerusakan pada bagian organ tersebut.

Baca Artikel Lainnya :

Jika masuk ke bagian saraf akan menyebabkan kerusakan saraf, jika masuk ke hati maka hati bisa mengalami disfungsi hati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme
    agen qq terpercaya
  1. agen qq terpercaya