Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Jenis-Jenis Horizon Tanah

Jenis-Jenis Horizon Tanah – Agroteknologi.web.id – Sebelum membahasa lebih dalam jenis-jenis horizon tanah, yuk kita simak pengertian dan definisi horizon tanah terlebih dahulu.

Apa itu Horizon tanah?

Horizon tanah merupakan lapisan tanah yang kurang lebih posisinya sejajar dengan permukaan tanah dan berbeda dengan lapisan atas tanah tersebut ataupun lapisan dibawahnya yang secara genetik masih ada kaitannya.

Perlu kita ketahui, dalam proses pembentukannya, Horizon tanah berbeda dengan lapisan tanah.

Baca Juga : Pengertian dan Definisi Horizon Tanah

Horizon tanah terbentuk akibat proses perkembangan tanah yang terjadi secara terus menerus, sedangkan lapisan tanah terbentuk akibat proses pengendapan bahan tanah  oleh tenaga geomorfik.

Perbedaan lain antara horizon tanah dengan lapisan tanah adalah pada urutan Horizon tanah yang dimulai dari permukaan ke bawah diperoleh karena mengikuti logika pembentukan tanah oleh berbagai proses translokasi, transformasi, pengurangan dan penambahan atas senyawa kimia dan partikel tanah di dalam profil.

Sedangkan pada pengurutan lapisan tanah mengikuti logika pengendapan material batuan yang memiliki karakteristik  menurut macam tenaga geomorfik yang mengendapkannya.

Horizon tanah utama diberi simbol dengan huruf kapital O,A,E,B,C dan R. Simbol tersebut merupakan penamaan system horizon dan pelapisan.

Setiap horizon memiliki karakteristik tanah yang beragam. Adapun pembagian jenis-jenis horizon tanah adalah sebagai berikut :

Horizon O

Horizon O  merupakan lapisan Horizon paling atas yang didominasi oleh material organik seperti sisa-sisa tumbuhan, jasad tanaman dan hewan yang berada di permukaan tanah.

Horoizon A

Horizon A  merupakan simbol untuk Horizon tanah mineral yang terbentuk pada permukaan tanah atas atau lapisan atas di bwah lapisan O.

pada horizon ini menunjukkan kehilangan atas seluruh atau sebagaian besar struktir batuan asli dalam tanah dan menujukkan sifat yaknni akumulasi bahan organik terhumifikasi yang bercampur sangat intensif dengan fraksi mineral dan tidak didominasi oleh sifat dari karakteristik horizon dibawahnya.

sifat tersebut terbentuk dari proses pengolahan tanah, pengembalaan ternak atau yang serupa.

Horizon E

Horizon E  merupakan simbol untuk horizon yang mengalami kehilangan liat, silikat, besi, alummuniun atau kombinasi dari senyawa-senyawa tersebut.

Pada horizon ini menunjukkan sebagian besar struktur batuan asli yang mulai hilang.

untuk membedakan dengan batas horizon di bawahnya dapat dicirikan oleh warna yang lebih terang daripada horizon B.

Horizon B

Horizon B  merupakan Horizon yang terbentuk di bawah Horizon A,E, atau O yang telah mengalami perkembangan horizon.

Pada horizon ini dapat dicirikan oleh hilangnya seluruh atau sebagian besar struktur batuan asli dan memperlihatkan satu atau lebih sifat tanah, seperti konsentrasi alluvial dari silikat, senyawa besi, alummunium, humus, karbonat dalam bentuk tunggal ataupun kombinasi.

Selain itu, terdapat tanda-tanda pemindahan atau penambahan senyawa karbonat pada tanah, adanya penyelaputan sequioksida yang memperlihatkan warna horizon lebih pucat.

Horizon C

Horizon C  merupakan Horizon atau lapisan bahan induk  tanah yang dipengaruhi oleh sedikit proses pedogenik dan tidak memiliki karakteristik seperti pada horizon O, A, E ataupun B. Horizon ini merupakan lapisan tanah terbawah yang terdiri dari batuan dasar yang melapuk.

Horizon R

Horizon R  merupakan horizon dengan lapisan batuan  induk paling dasar yang terbentuk dari batuan yag sangat padat dan pejal serta belum mengalami pelapukan.

Batuan tersebut misalnya granit, basalt, batu gamping , batu pasir, dan lain-lain.

Dengan memahami pengelompokon jenis horizon tanah, maka kita akan mengetahui tentang karakteristik dari tingkat perkembangan serta usia tanah.

Karena dalam proses pembentukan tanah memerlukan waktu tertentu, sehingga untuk mengetahuinya kita dapat melihat dan mempelajari lapisan-lapisannya.

Semakin banyak atau lengkap horizon tanah, maka akan semakin tua usia tanah. Sedangkan apabila melihat dari warna tanah dari setiap horizon tersebut menunjukkan perbedaan kondisi aerob atau anaerob tanah.

Baca Juga : Tujuan dan Fungsi Kegiatan Pengawetan Tanah

Loading…

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme