Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Jenis-jenis Feromon

Jenis-jenis FeromonAgroteknologi.web.id – Pernahkah anda mendengar istilah feromon?

Feromon berasal dari bahasa yunani yaitu phero yang artinya adalah pembawa, dan mone yang artinya adalah sensasi.

Jika diartikan secara menyeluruh, feromon adalah suatu zat kimia yang memiliki fungsi untuk merangsang dan memiliki daya pikat seksual pada jantan maupun betina.

Feromon merupakan zat yang berasal dari kerenjar endokrin dan digunakan mahluk hidup untuk mengenali satu sama lain serta untuk membantu proses reproduksi. Feromon berbeda dengan hormon.

Feromon menyebar ke luar tubuh mahluk hidup saja dan hanya dapat memengaruhi dan dikenali oleh mahluk hidup yang sejenis atau satu spesies. Jumlah feromon dalam tubuh mahluk hidup berbeda satu sama lainnya.

Feromon memiliki beberapa fungsi  diantaranya adalah :

  1. Mempertemukan jantan dan betina kawin
  2. Alarm bila diserang
  3. Oviposisi
  4. Menghindari multioposisi
  5. Kontrol perilaku kasta dalam serangga misalnya adalah semut.

Feromon pada serangga dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu sebagai berikut ini :

  1. Feromon seks
  2. Feromon jejak
  3. Feromon alarm

Feromon alarm adalah feromon yang digunakan oleh serangga untuk memberi peringatan kepada serangga lainnya apabila ada bahaya dari musuh serangga tersebut.

Reaksi atas  peringatan tersebut bisa berupa membubarkan diri atau membentuk pertahanan.

Serangga yang biasanya memanfaatkan feromon ini adalah serangga yang berasal dari familia Hemiptera dan serangga social.

  1. Feromon agregasi

Feromon agregasi adalah feromon yang dibutuhkan untuk mengumpulkan individu maupun anggota koloni dan mempengaruhi perilaku mahluk hidup tersebut sebagai suatu individu.

Feromon agregasi biasanya digunakan oleh ordo Orthoptera, homoptera, hemiptera, dan lain sebagainya.

  1. Feromon menanda wilayah

Selain terdapat pada serangga, feromon juga terdapat pada manusia. Berdasarkan hasil penelitian McClintock dan rekannya, feromon dapat mempengaruhi siklus haid pada wanita.

Menurut hasil penelitian mereka setidaknya ada dua jenis feromon yang berpengaruh pada siklus haid. Menurut penelitian juga, feromon dapat menjadi daya pikat secara seksual pada manusia.

Feromon layaknya seperti aroma khas dari tubuh, dimana masing masing orang memiliki aroma khas yang berbeda-beda satu sama lainnya.

Feromon bersifat kasat mata serta tidak memiliki ukuran, tidak dapat dirasakan oleh panca indera manusia namun dapat mudah untuk menguap. Feromon paling mudah dikeluarkan oleh manusia saat berkeringat.

Namun karena feromon sulit untuk terdeteksi maka sangat sulit bagi para ilmuan untuk meneliti lebih lanjut terhadap feromon pada manusia.  Hingga saat ini feromon pada manusia masih menjadi perhatian yang cukup penting bagi para ilmuwan di dunia.

Ada beberapa jenis makanan yang dapat meningkatkan feromon di dalam tubuh manusia yaitu sebagai berikut ini:

  1. Tiram

Tiram memiliki kandungan seng dan mineral dan dapat meningkatkan produksi dari feromon di dalam tubuh kita oleh karena itu disarankan mengkonsumsi tiram pada pagi dan malam hari untuk meningkatkan produksi feromon.

  1. Dark cokelat

Dark cokelat memiliki kandungan serotonin yang mampu meningkatkan produktivitas dari feromon di dalam tubuh kita.

  1. Kacang almond

Almond memiliki kandungan vitamin E yang sangat banyak dimana vitamin E mampu mendorong produktivitas feromon di dalam tubuh manusia.

  1. Cabai

Kandungan di dalam cabai adalah capsaicin yang tinggi, yang mana itu merupakan zat kimia yang dapat menghasilkan sensasi hangat di tubuh kita.

Dengan demian dengan mengkonsumsi cabai dapat meningkatkan feromon di dalam tubuh kita juga.

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *


Agroteknologi © 2017 Frontier Theme