Penjelasan Sejarah dan Fungsi Hormon Giberelin

Beranda Forum Pemuliaan Tanaman Penjelasan Sejarah dan Fungsi Hormon Giberelin

Topik ini mengandung 4 balasan, memiliki 2 suara, dan terakhir diperbarui oleh  Mas Jono 2 bulan yang lalu.

  • Penulis
    Tulisan-tulisan
  • #3409

    Mas Jono
    Participant

    Admin, minta penjelasan lengkap donk tentang sejarah dan fungsi hormon giberellin, plase

  • #3410

    agroteknologi
    Keymaster

    sebenarnnya saya sudah menuliskannya lengkap di artikel sebelumnya yaitu http://agroteknologi.web.id/pengertian-dan-definisi-serta-peran-giberelin-bagi-tanaman/

    tapi akan saya bahas lagi pada penjelasan dibawah ini :

    Sejarah Munculnya Penemuan Hormon Giberilin

    Ilmuan asal negara Jepang, F. Kurusawa (tahun 1926) menemukan suatu zat yang mempunyai kemiripan dengan hormon auksin. Zat ini ditemukan dari sejenis jamur yang menjadi parasit pada tanaman padi yang disebut dengan Gibberella fujikuroi. Setelah diteliti lebih mendalam, didapatkan suatu zat pengatur pertumbuhan yang diberi nama Giberelin atau Giberelat acid atau disingkat menjadi GA. Hormon GA bekerja secara bersama-sama dengan hormon-hormon lain dan memacu pertumbuhan tanaman. Hormon giberilin utamanya dihasilkan oleh tumbuhan tingkat tinggi serta jamur. Tumbuhan memproduksi giberelin tepatnya pada jaringan meristem kuncup apikal serta tunas, daun-daun muda juga biji yang sedang masa berkembang. Giberilin ditransportasikan ke seluruh bagian tumbuhan melalui fungsi xilem serta floem.

    Terdapat dua fase giberelin yang terjadi dalam tumbuhan, yaitu giberelin aktif (GA Bioaktif) serta giberelin nonaktif. Giberelin aktif berfungsi mengatur pertumbuhan dan juga perkembangan bagian-bagian tumbuhan mulai dari bagian biji hingga dewasa. Giberelin ini merangsang pertumbuhan primer yang terjadi pada tumbuhan.
    Mekanisme Kerja Pada Hormon Giberilin

    Peran utama dari hormon giberelin yaitu ada didalam proses pemanjangan sel yang mempengaruhi langsung hormon auksin. Mekanismenya yaitu sebagai berikut:

    1). Hormon giberelin berpengaruh terhadap tingkat konsentrasi kadar auksin melalui pembentukan enzim proteolitik yang akan melepaskan zat asam amino triptofan (zat pembentuk auksin) yang meningkatkan kadar hormon auksin dalam tumbuhan yang juga merangsang pembentukan polihidroksi asam sinamat, yang nantinya mampu menghambat kerja dari enzim IAA oksidase dimana enzim ini adalah enzim perusak auksin
    2). Giberelin bisa memacu terbentuknya enzim amilase yang dapat menghidrolisis pati sehingga kadar gula dalam suatu sel akan naik. Hal ini mengakibatkan air menjadi lebih banyak masuk sehingga proses pemanjangan pada sel terjadi
    Fungsi Hormon Giberilin
    3). Merangsang pertumbuhan antar buku sehingga tanaman yang berukuran kerdil dakan menjadi normal
    4). Membantu percepatan proses tumbuhnya bunga
    5). Mempercepat pertumbuhan biji, tunas dan juga tumbuhan utuh
    6). Membantu proses perkecambahan biji, terutama pada biji yang memerlukan suhu rendah. Perkecambahannya bisa dibantu dengan pemberian GA. Misalnya pada proses vernalisasi terhadap biji bawang merah yang bertujuan agar bawang merah dapat berbunga serta menghasilkan biji ketika ditanam di daerah dataran rendah. Cara kerjanya yaitu giberelin akan memacu pembentukan enzim amylase sehingga menjamin tersedianya energi bagi perkembangan embrio.
    7). Merangsang inisiasi dalam pembungaan serta pembesaran buah. Ini bisa terlihat pada buah anggur yang telah diberikan GA, maka anggur akan berukuran lebih besar.
    8). Dapat meningkatkan laju fotosintesis bila diberikan di bawah tajuk tumbuhan.
    9). Mempengaruhi timbulnya ekspresi seksual pada tumbuhan.
    10). Pemberian hormon giberellin pada tumbuhan dapat berpengaruh terhadap terjadinya proses patenokarpi, yaitu proses pembentukan buah tanpa perlu adanya pembuahan.

    Giberelin berdampingan dengan auksin akan mempengaruhi pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan. Namun, giberelin yang dihasilkan tumbuhan dapat bergerak ke dua arah, sedangkan hormon auksin hanya dapat bergerak ke satu arah saja.

    Demikianlah penjelasan mengenai hormon giberelin, fungsinya, serta mekanisme kerja dalam mempengaruhi pertumbuhan suatu tanaman. Meskipun mempunyai fungsi relatif sama dengan hormon auksin, namun hormon giberelin memiliki fungsi yang lebih khusus.

    Semoga bermanfaat ya…

Anda harus log masuk untuk membalas topik ini.

Agroteknologi © 2015 Frontier Theme