Faktor Kepadatan Penduduk

Faktor Kepadatan Penduduk – Kepadatan penduduk merupakan perbandingan jumlah penduduk dibagi dengan luas wilayah. Kepadatan penduduk merupakan salah satu persoalan yang sering kali dijumpai di ibukota,contohnya Jakarta. Suatu negara bisa membuat aturan untuk batas aman kepadatan penduduk di tiap-tiap wilayahnya. Misalnya dengan perbandingan 100 orang per 1 km², jika melebihi itu maka akan membuat ledakan jumlah penduduk.

Kepadatan penduduk akan berdampak pada perekonomian dan lingkungan diwilayah tersebut. Misalnya wilayah dengan jumlah penduduk yang padat akan membuat lapangan pekerjaan yang tersedia tidak dapat menyerap jumlah pencari kerja yang julahnya sangat banyak.. sehingga menimbulkan pengangguran diwilayah tersebut. Kepadatan penduduk dapat disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu ;

Faktor Kelahiran

Angka kelahiran yang lebih besar daripada angka kematian disuatu wilayah akan menyebabkan pertambahan penduduk dari waktu ke waktu.

Untuk mengendalikan angka kelahiran yang semakin meningkat, maka pemerintah membuat program keluarga berencana (KB). Contohnya negara Tiongkok pemerintahnya menerapkan kebijakan satu anak, dimana pasangan suami istri tidak boleh memiliki anak lebih dari satu. Jika melebihi maka akan dikenai denda dengan nilai yang telah ditetapkan.

Faktor Iklim dan Kondisi Alam

            Iklim dan kondisi alam suatu wiilayah akan mempengaruhi potensi wilayah tersebut dalam kegiatan ekonomi. Kondisi ini menjadi penyebab banyak warga asing yang pindah ke indonesia untuk mendapat kesejahteraan hidup. Terbukti pada era penjajahan, indonesia dijajah bangsa asing untuk mengeruk kekayaan alam nya. Mulai dari rempah-rempah hinga hasil lautnya. Oleh sebab itu perlu pengawasan ketat dalam jumlah imigran dari negara lain, terutama imigran gelap agar tidak terjdi ledakan penduduk.

Faktor Sosial

Lingkungan yang kondusif, aman, dan populer akan menjadi salah satu penyebab urbanisasi. Yang perlu diperhatika adalah upaya menjaga kodusifitas wilayah tersebut agar tidak berubah akibat adanya pendatang baru. Selain itu pemerintah juga harus mendata bangunan yang berdiri sesuai dengan ijin pemerintah setempat.

Faktor Bencana Alam

Bencana alam bisa menjadi faktor penpindahan penduduk dalam jumlah besar. Perpindahan ini bisa berlangsung dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Pemerintah perlu menyiapkan anggaran khusus bencana alam dan menyiapkan lokasi evakuasi lengkap dengan fasilitas yang menunjang kesejahteraan pengungsi.

Faktor Krisis Keamanan

Krisis keaman bisa menjadi pemicu perpindahan penduduk dalam jumlah besar untuk mencari lokasi aman hingga konflik mereda. Misal saat terjadi perang atau kerusuhan antar suku. Pencegahan dapat dilakukan dengan mencegah hal-hal yang memicu konflik hingga beujung pada krisis keamanan.

Faktor Keyakinan/Agama

Faktor keyakinan/agama bisa menyebabkan adanya perpindahan penduduk dalam jumlah besar. Contohnya, banyak umat islam dari berbagai penjuru dunia datang ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Hal ini bisa berlangsung sementara. Perlu adanya kebijakan dari pemerintah dengan mengikutsertakan para tokoh agama untuk menjaga kodusifitas wilayah.

Faktor Adat/Budaya

Adat atau budaya bisa menjadi faktor perpindahan penduduk ke daerah lain. Ini bisa disebabkan adat yang di anut, misalkan seseorang dituntut untuk merantau mencari sumber penghasilan ke daerah lain seperti perkotaan atau ibukota. Maka perlu adanya sosialisasi dari pemerintah setempat kepada tokoh adat untuk mencari jalan tengahnya, dengan mengembangkan potensi lokal.

Faktor Kebijakan Instansi

Kebijakan instansi atau perusahaan kadangkala bisa berujung pada perpindahan penduduk secara besar-besaran. Misalnya perusahaan yang mengharuskan pegawainya berdomisili didaerah setempat. Tanpa disadari ini menyebabkan peningkatan jumlah penduduk diwilayah tersebut.

Faktor  Moment Tertentu

Moment seperti hari raya, akhir pekan dan tahun baru bisa menybabkan perpindahan penduduk secara besar-besaran. Walau sifatnya hanya sementara namun kegiatan ini berlangsung dari waktu ke waktu. Namun faktor ini tidak teralalu berdampak pada peningkatan jumlah penduduk di suatu wilayah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *