Faktor-faktor yang mempengaruhi vertikultur  

Faktor-faktor yang mempengaruhi vertikultur – Teknik Vertikultur merupakan teknik dalam bercocok tanam yang dilakukan dengan menempatkan media tanam dalam wadah-wadah seperti pot, dan lain sebagainya, yang disusun secara vertikal untuk memanfaatkan lahan pertanian yang sempit.

Teknik Vertikutur biasanya dimanfaatkan oleh orang-orang yang tinggal diperkotaan dimana lahan untuk bercocok tanam sempit bahkan hampir tidak ada.

Tanaman-tanaman yang dapat dibudidayakan dengan teknik vertikultur adalah tanaman yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan berumur pendek misalnya sayur-sayuran.

Baca Juga : Keuntungan dan Kerugian Sistem Vertikultur

Ada beberapa Keunggulan dari teknik vertikultur yaitu lebih hemat air dan lahan, wadah media tanam disesuaikan dengan kondisi lingkungan setempat, pemeliharaan terhadap tanaman tidak ribet dan sederhana dan dapat dilakukan oleh siapa saja.

Ada beberapa design wadah media yang umum digunakan dalam teknik vertikultur yaitu sebagai berikut ini :

  • Kolom wadah media disusun secara vertikal yaitu dalam posisi tegak/berdiri dan diberi lubang pada permukaannya. Lubang tersebut berfungsi untuk tempat terbuka atau sebagai lubang tanam
  • Kolom wadah media disusun secara horizontal yaitu disusun dalam bentuk olom secara mendatar dan kemudian disusun dalam rak-rak secara vertical
  • Wadah media gantung yaitu disusun saling berhubungan lalu digantung sehingga pot-pot tergantung.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi vertikultur yaitu sebagai berikut ini :

  • Komposisi media yang digunakan

Sebaiknya komposisi media yang digunakan dalam teknik vertikultur adalah lapisan topsoil, pasir halus, pupuk kandang, kompos dan kapur pertanian.

  • Temperatur

Temperatur merupakan faktor lingkungan yang dapat berperan langsung maupun tidak langsung terhadap pertumbuhan tanaman.

Kisaran toleransi temperature untuk tumbuhan sangat bervariasi.

Tanaman daerah tropica seperti semangka tidak dapat hidup di bawah temperature 15-18 derajat celcius sedangkan tanaman biji-bijian tidak bisa hidup di bawah temperature -2 hingga -5 derajat celcius.

  • Memperhatikan kondisi geografis

Faktor selanjutnya adalah anda harus memperhatikan kondisi geografis dari suatu wilayah yakti kondisi lahan yang hendak digunakan untuk budidaya tanaman secara vertikultur.

Hal-hal terkait kondisi geografis yang perlu diperhatikan yaitu luas lahan, tingkat kesuburan tanah, ph tanah apakah ideal atau tidak yaitu ph yang ideal sekitar 5 hingga 6,5. Selain itu pastikan juga tanah memiliki humus dan unsur hara tanaman yang cukup.

  • Wadah yang digunakan

Pastikan wadah yang digunakan dalam bercocok tanam dengan teknik vertikultur cocok dengan kondisi lingkungan tempat bertanam dan memiliki nilai estetika atau keindahan di daerah sekitar anda.

Media tanam yang dapat digunakan untuk teknik vertikutur dapat berupa botol bekas minuman, bamboo, pipa paralon dan lain sebagainya.

  • Jenis tanaman yang cocok untuk budidaya tanaman secara vertikultur

Tidak semua tanaman dapat ditanam dengan teknik vertikultur karena tergantung pada besar kecilnya tajuk tanaman, kebutuhan sinar matahari dan wadah yang digunakan untuk teknik vertikultur.

  • Menentukan rancangan wadah untuk penanaman dengan teknik vertikultur

Seperti yang sudah disebutkan diatas, rancangan wadah untuk teknik vertikultur dapat berupa kolom wadah disusun vertikal, kolom wadah disusun horizontal dan kolom wadah disusun secara menggantung.

Sesuaikan dengan kondisi tanaman dan lingkungan tempat anda bercocok tanam secara vertikultur.

  • Menyiapkan pupuk untuk tanaman vertikultur

Pemberian pupuk-pupuk organic sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman vertikultur oleh karena itu pemberian pupuk harus sesuai dengan kondisi yang tepat agar tanaman tidak rusak dan bertumbuh dengan baik.

Baca Juga : Cara Budidaya Dilahan Sempit Dengan Vertikultur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme