Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Lengas Tanah

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Lengas Tanah – Lengas tanah ialah kadar air yang terikat oleh berbagai gaya, antara lain gaya ikat matrik dan osmosis.

Gaya ikat matrik sendiri berasal dari tarikan antar partikel tanah dan terus meningkat sesuai dengan peningkatan permukaan jenis partikel tanah.

Serta Gaya osmosis dipengaruhi oleh suatu zat dalam air makin meningkat semakin pekatnya larutan tersebut.

Baca Juga : Pengertian dan Definisi Lengas Tanah

Ada beberapa jenis lengas tanah berdasarkan tegangan lengas tanah antara lain:

  • Kapasitas menahan air maksimum
  • Kapasitas lapang
  • Titik layu tetap
  • Koefisien higroskopik
  • Kering angin
  • Kering Oven

Konsistensi Tanah

Konsistensi Tanah adalah derajad antar kohesi dan adhesi serta partikeltanah serta ketahanannya terhadap perubahan bentuk tekanan dan berbagai kekuatan yang mempengaruhinya.

kadar air yang terus turun dalam tanah akan membuat tanah kehilangan sifat kelekatan dan kelenturannya.

Faktor apa saja yang mempengaruhi konsistensi mencangkup tekstur sifat dan jumlah koloid organic maupun anorganik  struktur dan kadar air tanah.

Ada beberapa macam Konsistensi tanah antara lain yaitu:

  • Konsistensi lembab kelekatan serta plastisitas
  • Konsistensi lembab keteguhan
  • Konsistensi kering kekerasan ?

Penentuan konsistensi tanah di lab dengan melakukan penentuan terhadap

  • Batas Cair : Kadar air yang tertahan oleh tanah
  • Batas Lekat : Kadar dimana tanah tidak dapat melekat  ke logam
  • Batas Berubah : batasan dimana air sudah tidak dapat diserap lagi oleh akar tanaman karena terikat tanah
  • Jangka Olah (JO) : kadar air tanaha mudah dikelola (BL-BG)?
  • Derajat keteguhan (DT) : BC-BG
  • Surplus positif : Bl > BC artinya tanah mudah merembeskan ke dalam air
  • Surplus negatif : BL<BC artinya tanah sukar merembeskan ke dalam air

PH Serta KPK Tanah

  • PH : PH adalah gambaran diagsonik dari nilai yang khusus pada arena itu penentuanya pada saat pengujian tanah. Penetuan PH tanah dalam klasifikasi dan pemetaan tanah diperlukan selain untuk menaksir perkembangan tanah yang diperlukan dalam penggunaan tanahnya, terutama untuk tanah pertanian. Perlun diketahui bahwa PH tanah tertentu cenderung dengan suatu kumpulan bagian kondisi tanah. Tanah dengan PH 8 dan diatasnya biasanya didominasi hidrolisa karbonat dan mereka terutama dikembangkan dari bahan induk yang berkapur. Pelapukan dan pencucian berlangsung minimal. Tanah berkapur yang karbonatnya selalu tercuci, jenuhan basanya 100 % ( Foth, 1995 ). Faktor-faktor yang mempengaruhi  PH tanaman : Kejenuhan basa, Sifat koloid, dan Macam kation yang terserap
  • KPK Tanah : Kapasitas pertukaran kation (KPK) adalah jumlah total daerah tempat penakaran baik koloid organic maupun koloid mineral. Untuk sebagian tanah, bahan organic merupakan dengan kapasitas pertukaran ion kation yang besar. Kapasitas pertukaran kation bahan organic meningkat sesuai dengan humufikasi. Kapasitas Pertukaran Kation ( KPK ) didefinisikan sebagai jumlah total adsorbsi kation yang dapat ditukar, yang dinyatakan dalam milligram dalam 100 gram tanah kering oven. Kapasitas pertukaran kation total tanah adalah jumlah total daerah tempat penukaran baik koloid organik maupun koloid mineral. Untuk sebagian besar tanah, bahan organik merupakan komponen dangan kapasitas pertukaran kation paling besar (  Foth, 1995 ).

Baca Juga : Pengertian dan Definisi Produktivitas Serasah

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme