Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaan bakteri bintil akar

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberadaan bakteri bintil akar – Pernahkah anda melihat bulatan-bulatan di sekitar akar pada tanaman?

Bulatan-bulatan tersebut dikenal dengan sebutan bintil akar.

Bintil akar adalah tonjolan kecil di akar pada tanaman yang terbentuk karena terjadinya infeksi bakteri pengikat nitrogen yang bersimbiosis secara mutualistic dengan tumbuhan.

Hal ini memungkinkan ketersediaan nitrogen untuk tumbuhan menjadi banyak di dalam tanah.

Baca Juga :

Pengertian Jamur, Bakteri, Virus dan Nematoda

Bentuk dan Ciri dari Tubuh Bakteriofag

Reproduksi Bakteri

Bakteri Gram Positif dan Bakteri Gram Negatif

Ada Yang Belum tahu dengan Bentuk Bakteri Seperti Apa? Ini dia Beserta Contohnya

Bintil akar biasanya ditemukan secara berkelompok pada akar. Bintil akar disebabkan oleh bakteri atau yang disebut dengan rhizobia.

Bakteri bintil akar dapat membantu tumbuhan untuk mengikat nitrogen bebas atau N2, diazo di udara lalu mereduksi untuk kemudian menjadi ammonia dan kemudian diasimilasi menjadi asam amino, nukleotida dan senyawa lainnya misalnya flavon dan fitohormon.Proses ini terjadi di dalam bintil akar.

Lalu tahukah anda mengapa bintil akar dapat terbentuk?

Bintil akar dapat terbentuk karena adanya suatu protein tanaman yang disebut dengan lektin yang berinteraksi dengan Rhizobium sehingga memungkinkan tanaman tanaman untuk mengenal dan menerima rhizobium yang cocok tersebut. Dengan adanya bintil akar, tanaman pertanian menjadi lebih subur sehingga menguntungkan petani.

Proses pembentukan bintil akar diawali dengan pelepasan senyawa-senyawa kimia oleh akar tumbuhan yang bersangkutan lalu ditangkap oleh bakteri Rhizobium tertentu.

Senyawa kimia tersebut dikenal dengan sebutan Flavenoid. Kemudian, senyawa flavonoid tersebut akan mengakifkan kelompok gen tertentu atau disebut dengan nod.

Gen tersebut nantinya akan aktif dan menghasilkan enzim yang membantu pembentukan senyawa faktor nod.

Kemudian faktor nod akan dilepaskan ke lingkungan sekitar dan ditangkap oleh akar tumbuhan.

Faktor nod tersebut akan mempengaruhi tumbuhan menjulurkan rambut akarnya untuk menangkap rhizobium.

Rambut akar tersebut akan menjadi jalan masuknya bakteri dan kemudian akan membentuk bintil akar. Jaringan bintil akar akan tumbuh hingga bagian xylem dan floem pada akar tumbuhan tersebut.

Lalu, apa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberadaan bakteri bintil akar? Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keberadaan bakteri bintil akar yaitu sebagai berikut ini :

  1. Ketersediaan sumber makanan

Sumber makanan sangat perlu bagi keberadaan bakteri bintil akar karena untuk pertahanan sebelum menginfeksi tanaman

  1. mikroorganisme lain

selain ketersediaan sumber makanan, yang dapat mempengaruhi keberadaan bakteri bintil akar adalah mikroorganisme lainnya tertutama yang antagonis.

Hal ini dikarenakanan mikroorganisme yang antagonis dapat menghalangi infeksi bakteri bintil akar.

  1. Lingkungan

Faktor lainnya adalah lingkungan sekitar tanaman. Lingkungan berpengaruh terhadap aktivitas fotosintesis pada tanaman.

Aktivitas fotosintersis pada tanaman dapat menyediakan kebutuhan energy pada bakteri bintil akar.

  1. pH

Selain itu, PH juga dapat mempengaruhi keberadaan bakteri bintil akar. pH yang baik agar bakteri bintil akar dapat bersimbiosis adalah pH yang netral, tidak terlalu asam dan tidak terlalu basa.

  1. Suhu

Faktor selanjutnya yang mempengaruhi keberadaan bakteri bintil akar adalah suhu Suhu yang optimum dan mendukung adalah 20-28 derajat celcius tergantung jenis organismenya karena suhu optimum organisme berbeda-beda.

  1. Ketersedian air dan unsur hara

Ketersediaan air dan unsur hara sangat penting untuk proses fotosintesis karena fotosintat yang dihasilkan oleh tumbuhan akan dimanfaatkan oleh bakteri bintil akar.

  1. Senyawa racun yang berasal dari herbisida, fungisida di dalam tanah

Senyawa racun yang berasal dari herbisida, fungisida di dalam tanah sangat tidak disukai oleh bakteri bintil akar sehingga dapat berpengaruh terhadap keberadaan bakteri pada bintil akar.

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme