Cara Pengendalian Kutu Kebul Pada Tanaman

Cara Pengendalian Kutu Kebul Pada Tanaman – Kutu kebul yang pada umumnya di panggil dengan sebutan kutu putih ini merupakan salah satu hama dalam pertanian dan populasi mereka paling banyak di temukan di negara yang memiliki iklim subtropis dan tropis, termasuk negara Indonesia.

Banyak tanaman yang hidupnya di pengaruhi oleh kutu kebul, seperti ubi jalar, tomat, mentimun, terong, kubis, mangga, jeruk dan sayuran serta buah lainnya.

Hama ini adalah salah satu musuh terbesar petani, bagaimana tidak?

Karena hama ini banyak tanaman produktivitasnya terganggu dan alhasil, para petani rugi besar dan gagal panen.

Baca Juga :

Karakteristik Serangan Hama Pada Tanaman

Morfologi dan Klasifikasi Lumut Kerak (Lichens)

Pengertian Biopestisida dan Biofertilizer

Faktor-faktor yang mempengaruhi vertikultur

Pengertian Jamur, Bakteri, Virus dan Nematoda

Hama yang dapat berkembang biak secara cepat baik secara kawin maupun bertelur tanpa pembuahan memiliki serangan hama yang mirip dengan serangan hama tungau, yaitu menghisab cairan dalam daun sehingga dedaunan menjadi keriting hingga belang – belang.

Mereka juga dapat menyebabkan dedaunan tersebut layu, menguning dan akhirnya daun tersebut rontok.

Gejala yang ditumbulkan ketika tanaman terserang oleh kutu kebul adalah :

  1. Daun akan melengkung ke atas, melintir hingga keriput
  2. Akan muncul bintik – bintik pada daun
  3. Tanaman akan menjadi kerdil akibat dari pertumbuhan yang terhambat
  4. Percabangan dan tunas pada tanaman yang terserang tidak akan dapat berkembang
  5. Tanaman yang terserang akan mengalami panen dengan hasil rendah hingga gagal panen akibat tanaman gagal berbunga yang mengakibatkan produktivitas menurun.

Berikut ini beberapa cara pengendalian serangan kutu kebul terhadap tanaman anda :

  1. Mengaplikasikan sistem air curah atau sprinkler irrigation yang dapat secara efektif membantu mengendalikan kutu kebul walaupun tak menggunakan pestisida. Cara ini dapat menyemprotkan air – air yang mana para telur – telur kutu kebul ini dapat rusak akibatnya.
  2. Mengingat kutu kebul sangat tertarik dengan warna kuning secara alami, maka anda bisa mengaplikasikan perangkap kuning atau yellow trap dengan memasang kayu yang telah di cat atau di tempeli kertas berwarna kuning baru kemudian di olesi oleh oli.
  3. Anda dapat menggunakan tanaman penghalang atau Barrier yang di tanam di teman atau galangan lahan, hal ini bisa menghalangi kutu kebul memasuki area tanaman utama. Biasanya para petani memanfaatkan tanaman jagung.
  4. Selalu periksa dedaunan tanaman anda secara teratur guna memastikan ada tidaknya kutu yang ada padanya, terutama pada pucuk tanaman hingga dedaunan yang menggulung atau keriput.
  5. Ketika anda menemukan kutu tapi dalam jumlah yang masih sedikit, maka tindaslah menggunakan tangan anda tapi gunakan sarung tangan ya.
  6. Anda dapat memanfaatkan beberapa serangga untuk memangsa kutu kebul, seperti kepik.
  7. Selalu jaga kebersihan lahan dan sekitar lahan secara teratur, mulai dari membersihkan gulma hingga memangkas dedaunan dan ranting agar tidak terlalu rimbun.
  8. Anda dapat membuat pengasapan di sekitar lahan ketika sore hari.
  9. Anda dapat menggunakan plastik mulsa dari perak guna menekan populasi kutu kebul selama bulan pertama dengan menutupkannya di bendengan.
  10. Mengingat kutu kebuli memiliki sifat yang menghisap cairan nutrisi pada tanaman, maka anda bisa mengganti nutrisi pada tanaman dengan pupuk bahan organik secara intens, seperti POWER NUTRITION dan SUPER NASA.
  11. Berikan pupuk kandang yang di campur dengan Natural GLIO yang telah terfermentasi kurang 2 Minggu dari masa awal tanam.
  12. Anda dapat menyemprotkan pestisida organik NASA secara rutin berupa PESTONA + BVR + PENTANA + GLIO + AERO-810.

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme