Cara pengendalian hama dan penyakit tanaman andewi

Cara pengendalian hama dan penyakit tanaman andewi – Tanaman andewi merupakan salah satu jenis tanaman yang mirip atau serupa dengan selada.

Tanaman andewi termasuk tanaman kubis-kubisan, sudah jelas bahwa tanaman sayuran pasti akan terserang penyakit ataupun hama karena dedaunan yang dikonsumsi bagian sayurannya umumnya rasanya manis dan juga enak.

Manusia saja menyukainya, sudah tentu hewan seperti hama akan menyukainya. Lalu, hama dan penyakit apa saja yang bisa menyerang tanaman andewi, berikut ulasannya.

Untitled

Ulat Daun Kubis

ulat daun kubis atau serangga hama yang dikenal sebagai diamond back moth merupakan ulat yang banyak mengganggu tanaman kubis-kubisan termasuk andewi yang merupakan tanaman kubis-kubisan.

Hama ini akan menghasilkan ngengat yang aktif pada senja dan malam hari. Ngengat tersebut sering menyebarkan telur dan menetaskan larva dengna ukuran yang sangat kecil. Ulat atau larva ini muncul dan akan memakan habis daun.

Pengendalian yang dapat dilakukan adalah mencari waktu tanam yang pasti untuk menghindari peneluran larva.

Jika tidak ada tempat maka akan aman dan tidak menjadi tempat bertelurnya ulat daun tersebut. selain itu anda dapat menanam tomat dan membuatnya tumpang sari, sehingga ulat akan menyerang tanaman lain.

Busuk Basah

Penyakit ini umumnya menyerang kubis-kubisan dengan merubah warna daun menjadi coklat dan terinfeksi pada batang.

Selain itu, tanaman ini akan mulai menimbulkan bercak dan membesar, membuat tanaman menjadi berwarna coklat tua dan basah.

Pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan memotong atau menebas daun yang terkena penyakit ini.

Thrips

Serangga ini disebut thrips atau thrips bawang. Thrips biasanya menaruh telur di dekat tulang daun berwarna keputihan dengan stadium telur berkisar 4-10 hari.

Nimfa dewasanya sering menyedot cairan daun, sehingga akan membuat tanaman dan daun seperti andewi menjadi layu dan rusak.

Padahal tanaman andewi yang diambil dan dimanfaatkan adalah daunnya. Dengan begitu thrips ini sangat merugikan dan membahayakan. Dengan terserangnya hama ini akan menurunkan tingkat dan kualitas produksi tanaman andewi.

Pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan musuh alami, atau konservasi hewan yang tidak memakan daun atau tanaman andewi namun hewan predator seperti kumbang macan yang memakan serangga kecil seperti thrips.

Kutu daun persik

Karena andewi diproduksi bagian daunnya maka hama yang harus dihindari sebagian besar ada hama daun. Berikut hama daun yang dihindari selanjutnya adalah hama kutu daun persik.

Hama ini termasuk ordo homoptera dengan penyebaran yang cukup banyak di Indonesia.

Hama kutu daun persik menggunakan nimfa dewasanya untuk menyerap daun an membuat daun tersebut rusak. Selain itu daun umumnya berubah warna menjadi bercak coklat karena bekas sedotan dan membentuk tusukan stiletnya.

Pengendaliannya adalah menggunakan konservasi musuh alami seperti predator kumbang coccinellida. Kumbang tersebut dapat membantu mengurangi hama dan penyakit yang menyerang andewi.

Itu tadi hama dan penyakit yang menyerang tanaman andewi anda jika anda ingin membudidayakannya.

Umumnya pengendalian menggunakan hewan predator saja yang bisa menghindari hama dan penyakit anda dapat menggunakan fungisida baik organik maupun non organik dan membersihkan tanaman andewi yang terkena penyakit dengan cara mencabutnya sehingga penyakitnya tidak akan tertular pada bagian tanaman lain.

Baca Juga :

Untuk menggunakan pestisida ada baiknya menjadi pilihan terakhir saja, jika anda menggunakan hewan predator sudah tidak mempan atau sudah tidak ampuh lagi.

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme
    bagustrans.com
  1. Book with Luxury Retreats & Recieve Flight Credit on select villas. T&Cs Apply.