Cara Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman seledri

Cara Pengendalian hama dan penyakit pada tanaman seledri – Hama dan penyakit pada sebuah tanaman sudah biasa menyerang, akhirnya menyebabkan tanaman tersebut tidak tumbuh dengan wajar bahkan mati sehingga mengakibatkan gagal panen dan petani rugi.

Oleh karena itu, sebelum melakukan pembudidayaan perlu dilakukan pengenalan tentang hama dan penyakit serta bagaimana cara menanggulanginya jika menyerang tanaman.

Untitled

Salah satu tanaman yang telah di budi dayakan oleh para petani adalah tanaman seledri, salah satu yang di jadikan masyarakat untuk lengkap masakan mereka. Jadi sangat menguntungkan jika tanaman ini di budi dayakan.

Berikut beberapa hama dan penyakit yang menyerang tanaman seledri dan cara pengendaliannya :

  • Nematoda

Nematoda akan menyerang akar – akar tanaman seledri yang mengakibatkan akar muncul bintil – bintil besar maupun kecil, sehingga menyebabkan aktivitas si akar terganggu, seperti ketika menyerap air dan menyerap unsur – unsur lain yang di perlukan oleh tanaman.

Jika nematoda menyerang akar – akar pada tanaman yang masih muda akan menyebabkan tanaman tersebut tumbuh kerdil. Cara untuk mengendalikan adalah dengan cara memberinya insektisida seperti Curacron yang dosisnya 1,3 cc / liter air.

  • Kutu daun (Aphid)

Hama – hama ini pastinya menyerang daun pada tanaman seledri. Jika tanaman daun muda yang di serang maka ain berubah menjadi kuning dan akhirnya berubah menjadi kering, akibatnya tanaman akan terhambat tumbuhnya atau mati. Untuk mengatasi hama ini, maka diperlukan insektisida Basudin 60 EC misalnya menggunakan dosisi 2 cc / liter air.

  • Aro

Aro adalah akibat dari hama wereng atau nama latinnya Liriomyza yang sangat berbahaya bagi tanaman seledri karena jika para wereng sudah menyerang akan menyebabkan  daun menjadi kering akibat dari cairan yang dihisapnya hingga habis.

Pada umumnya para Peni mengendalikan hama ini dengan Trigard, Curacron dan yang terbaru Winder 25 WP sesuai dosis yang sesuai.

  • Late night

Cendawan Septoria sp adalah penyebab terjadinya penyakit ini pada tanaman seledri. Jika sudah terserang, maka di lakukan pengendalian dengan cara penyemprotan menggunakan Dhitane dengan dosis 1,5 g / l air.

Bisa juga menggunakan fungisida dari golongan Stobilurin atau yang berbahan aktif Pyraclostobin. Jika sudah parah, maka lakukan pencabutan tanaman dan musnahkanlah demi tidak menular ke tanaman seledri lainnya.

  • Bakterial soft Rot

Penyakit ini di akibatkan oleh  Erwinia carotovora. Jika sudah terserang penyakit ini maka lakukan penyemprotan menggunakan fungisida yang mengandung mankozeb atau simoksamil.

Tetapi, jika penyerangan sudah parah, maka lakukan pencabutan dan musnahkan untuk menghindari menyebar ke tanaman seledri lainnya yang masih sehat.

  • Bercak klorosis dan nekrosis

Penyakit ini akan menyerang daun dan tangkai daun dengan tanda muncul bintik – bintik hitam pada daun dan muncul bercak cokelat memanjang pada tangkai daun.

  • Bercak daun

Lalat penggorok daun Liriomyza huidobrensis adalah penyebab terjadinya bercak daun pada tanaman seledri. Untuk mengatasi bercak daun ini, maka perlu dilakukan pemberantasan menggunakan pestisida kimiawi.

Untuk mencegah munculnya hama dan penyakit pada tanaman seledri, alangkah baiknya lakukan pemeliharaan sejak awal. Maksudnya, lakukan pemilihan bibit yang bagus, sehat bebas dari penyakit.

Baca Juga :

Selain itu, selalu jaga kebersihan lahan sebagai media tanam dan sekitarnya untuk menjauhkan tanaman dari hama atau penyakit. Jaga juga sanitasi kebun dan pemupukan yang sesuai dengan aturan dan takaran. Menyemprotkan pestisida organik secara teratur juga menjadi salah satu cara pengendalian dan pencegahannya.

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme
    bandarkiu
  1. bandarkiu