Cara pengendalian hama dan penyakit cabai jawa

Cara pengendalian hama dan penyakit cabai jawa – Tanaman cabai jawa sering kali dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bahan dasar pembuatan obat maupun pembuatan insektesida dan juga fungisida.

Walaupun dapat dimanfaatkan sebagai insektesida dan fungisida, tanaman cabai jawa ini juga dapat terserang berbagai macam hama dan penyakit ketika mereka di budidayakan.

Hal ini sangat perlu diperhatikan oleh para petani, karena jika tidak bisa – bisa berakibat fatal terhadap hasil panen seperti kerugian yang cukup besar sebelum waktu panen.

Artikel Lainnya :

Maka dari itu, perlu diperhatikan secara seksama ketika tanaman cabai jawa anda sudah mulai terserang para pengganggu tersebut.

Berikut ini ada beberapa cara pengendalian terhadap beberapa hama dan penyakit yang menyerang tanaman cabai jawa :

  • Hama

Tanaman cabai jawa sering sekali terserang oleh hama yang berasal dari golongan nematoda, sehingga ketika serangan hama sudah parah, anda harus menggunakan insektesida sesuai dengan dosis.

  • Penyakit

Salahs atu virus mamtikan yang menyerang tanama cabai jawa dapat meneyebabkan busuk pada pangkal akar.

Kondisi ini dsebabkan oleh hama jamur Phhytophthora yang berkemabng secara cepat pada lingkungan yang lembab atau ketika musim hujan tiba.

Ketika tanaman terserang penyakit ini, maka tanaman cabe jawa akan menguning dna daunnya akan berguguran dan bebebrapa hari kemudian tanaman yang terserang akan berubah menajdi hitam yang akhirnya mati secara perlahan.

Ketika terserang penyakit ini,  belum ada obat secara kimia yang dapat menanggulangi, jadi cara yang digunakana adalah dengan cara memusnahkan tanaman yang sudah terlanjur terjangkit guna tidak menyerang dan menyebar ketanaman lainnya.

Melakukan pencegahan lebih baik dibandingkan dengan melakukan penanggulangan bukan? Selain hemat biaya, anda juga tidak perlu repot – repot mengurus tanaman yang terserang penyakit dan hama.

Untuk itu, lakukanlah cara perawatan tanaman cabai secara benar yang dimulai dari pengolahan tanah, dengan cara ini secara langsung dapat mencegah terjadinya penyebaran penyakit dan hama.

Anda harus mengolah lahan secara benar, mulai dari pembersihan gulma, penggemburan tanah, pembuatan saluran irigasi hingga pemupukan.

Bahkan, ketika proses penanaman, anda harus lebih secara teratur dalam melakukan pembersihan gulma – gulma yang tumbuh, melakukan pengairan dan juga pemupukan pada tanaman cabai jawa.

Ketika musim hujan tiba, anda harus lebih waspada, karena bisa jadi banyak hama dan penyakit terbawa oleh air hujan, sehingga mereka menyebar ke tanaman cabai jawa.

Oleh karena itu, perhatikan irigasinya , jangan sampai terjadi tanah yang sangat lembab, sebab para hama dan penyakit dapat tumbuh dengan mudah dalam kondisi tersebut.

Anda juga harus secara konsisten memangkas cabang – cabang tanaman cabai jawa agar sinar matahari dapat menyinarinya dan tanaman cabai jawa bisa tumbuh dengan baik.

Ketika anda memilih benih, pilihlah benih yang benar – benar bagus, bebas dari cacat dan yang terpenting dari para penyakit, karena penyakit inilah yang bisa – bisa menyerang tanaman cabai jawa secara ganas.

Saat anda menggunakan alat – alat perkebunan untuk mencangkul atau memusnahkan tanaman yang terserang penyakit, maka segeralah bersihkan dan cuci hingga bersih, karena bisa saja para penyakit tersebut akan menyerang tanaman lain menggunaka alat – alat perkebunan.

Ketika anda melakukan cara pembudidayaan secara benar, kemungkinan terjadi penyebaran penyakit dan hama dapat terjadi dengan kemungkinan kecil, sehingga hasil panen yang anda hasilkan tetap dalam kondisi yang stabil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme
    game sakong
  1. game sakong