Cara Penanganan Pasca Panen Tanaman Durian

Cara Penanganan Pasca Panen Tanaman Durian – Buah durian yang sudah dalam keadaan matang akan jatuh sendirinya dari pohon.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga agar buah durian tidak langsung jatuh ke tanah, adalah dengan memperkira-kirakan setidaknya sebulan sebelum buah akan matang diikat dengan menggunakan tali plastik.

Dengan diberikannya perlakuan pengikatan tersebut bertujuan agar tangkai buah durian yang terlepas dari batang ataupun ranting pohon tetap dalam posisi menggantung pada tali sehingga buah durian tersebut nantinya dapat diambil dalam keadaan yang utuh.

panen-durian

Artikel Terkait :

Buah durian yang berasal dari pohon rendah dapat dipetik hanya dengan menggunakan pisau yang tajam.

Tangkai buah durian dipotong mulai dari bagian yang paling atas, setidaknya lebih kurang kira – kira 1,5 cm dari dahan pohon.

Perlakuan pemotongan ini sebaiknya dilakukan secara hati-hati karena di tempat inilah terdapat bakal tunas yang nantinya akan berbunga pada saat musim buah berikutnya.

Sedangkan untuk buah durian yang terletak pada bagian pohon yang tertinggi sebaiknya dilakukan pemetikan menggunakan alat bantu yang sesuai agar durian tidak langsung jatuh ke tanah.

Biasanya jika durian yang jatuh ke tanah akan retak, sehingga daging buah duriannya terasa sedikit asam atau pahit karena telah terjadi semacam fermentasi dari pembentukan alkohol dan asam.

Penanganan Pasca Panen

  1. Pengumpulan

Kegiatan pengumpulan dilakukan dengan memberikan pelabelan khusus pada setiap tangkai durian atau dicat menggunakan warna yang telah ditentukan sebagai penunjuk kebun asal durian.

  1. Penyortiran dan Penggolongan

Hasil panen dikumpulkan, diseleksi dan dipilah-pilah berdasarkan ukuran. Seleksi perlu dilakukan bertujuan agar tidak ada buah durian cacat yang ikut terkirim, terlebih lagi jika buah durian ini tadinya akan perjualbelikan  maupun diekspor.

  1. Penyimpanan

Durian yang sudah terpilih dicuci dan disemprot dengan air agar kotoran yang tadinya  menempel pada kulit durian sehingga menjadi bersih.

Setelah itu buah durian tadi dicelupkan pada air yang sebelumnya telah diberikan sejenis fungisida tipe Aliette 800 WP yang bahan aktifnya Aluminium tris (Oethy/phosphonate) 22 cc/liter.

Tujuan dilakukannya kegiatan pencelupan ini adalah menghindari serangan – serangan busuk buah yang disebabkan oleh aktivitas jamur Phytophtora sp selama pemeraman dan transportasi.

Lalu buah dikeringkan dengan cara dianginkan. Durian beserta peti – petinya kemudian dimasukkan ke dalam gudang yang memiliki penerangan yang cukup.

  1. Pengemasan dan Pengangkutan

Buah durian yang akan diekspor diberi perlakuan: setelah buah kering, buah dibungkus dengan kantong yang terbuat dari plastik lalu diikat dengan tali rafia.

Untuk setiap kantung plastik nantinya akan berisi satu buah durian. Buah yang sudah dibungkus kantung plastik dibungkus lagi dengan kantung kertas semen.

Lalu setelah itu, durian dimasukkan ke dalam kotak karton dengan ketebalan lebih kurang 3 mm.

Setiap bungkus berisi 5 – 6 butir durian dan sehingga setiap kotak karton  tadi nantinya berisi sebanyak 10-15 kg durian. Kotak ini dilekat dengan lakban (perekat plastik) tebal yang tidak mudah sobek jika terkena atau terjadi gesekan.

Teknologi pengemasan yang dilakukan ini dengan memperhatikan adanya lubang udara agar ada sirkulasi udara, tetapi juga ada lapisan plastik luar untuk menahan keluarnya bau – bau aneh, sehingga tidak akan ada kontak antar udara di dalam kotak pengepakan dengan udara yang ada diluar maka jika di dalam ada durian yang matang baunya tidak tercium menyengat sampai keluar.

  1. Penanganan Lain

Apabila ingin menghasilkan durian dengan kondisi beku untuk dipasarkan ke tempat yang sedikit lebih jauh, maka dapat diberikan perlakuan dengan cara pengepakan fakum udara, cara ini banyak dipakai oleh petani Thailand.

Setelah durian dikupas kulitnya, kemudian durian dimasukkan ke dalam sebuah alat fakum udara lebih kurang selama 35-40 menit dengan suhu 40°C di bawah nol.

Setelah itu, buah durian dimasukkan ke dalam plastik yang berukuran 300 gram dan kemudian diletakkan didalam kamar pendingin menggunakan suhu 18°C di bawah nol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2015 Frontier Theme
    www.spyroroof.com
  1. Quality and Safety Become Priority
  2. agen bola
  3. agen bola