Cara Mencangkok Tanaman Kelengkeng Dengan Mudah

Cara Mencangkok Tanaman Kelengkeng Dengan Mudah – Buah lengkeng atau kelengkeng dalam bahasa Jawa adalah jenis buah yang sangat digemari masyarakat baik dalam dan luar negeri terutama oleh orang – orang Tionghoa.

Hal ini disebabkan karena memang rasanya buah ini yang begitu khas dan memiliki rasa yang manis.

Untuk harga, buah lengkeng ini di pasaran pun termasuk golongan buah yang harganya mahal apabila dibandingkan dengan harga jenis buah – buahan lainnya.

Artikel Lainnya :

Bayangkan saja, pada saat musim panen pun, maka harga buah lengkeng ini nya bisa mencapai angka Rp 15.000,- per kg nya.

Pohon kelengkeng berdiri tegak lurus dengan tinggi hingga 12 meter jika sudah dewasa, umur tanaman ini panjang dan akan dapat berbuah secara produktif hingga berumur sekitar 50 tahun lamanya.

Pohon lengkeng memiliki kayu yang keras dan juga alot akan tetapi tidak lurus, akar pohon ini sanngat kuat dan memiliki daun yang rimbun.

Selain itu juga mempunyai percabangan yang banyak, alot dan kuat. Sehingga dapat dipanjat oleh penikmatnya hingga pada ranting – ranting terkecil sekalipun yang ada pada pohon ini.

Tanaman kelengkeng dapat tumbuh di dataran rendah ataupun di dataran tinggi.

Tapi mutu buah terbaiknya atau buah lengkeng yang berkualitas adalah pohon lengkeng yang tumbuh pada ketinggian 400 – 600 meter dpl dan hidup pada tanah yang subuh dan  banyak mengandung humus kemudian gembur serta dengan drainase yang baik.

Salah satu cara perbanyakan vegetatif yang banyak dilakukan pada tanaman lengkeng adalah dengan cara mencangkok.

Mencangkok hanya bisa dilakukan pada tanaman yang bersifat dikotil yang mempunyai kambium karena pada tanaman monokotil ini tidak memiliki kambium sehingga pada saat disayat atau dipotong nanti akan langsung melukai jaringan pengangkut (jaringan floem dan xylem).

Perbanyakan dengan cara cangkokan ini mempunyai kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan dari cara mencangkok ini yaitu sifat yang nantinya diturunkan akan sama dengan sifat induknya, sedangkan untuk kelemahan dari tanaman hasil cangkokkan adalah ketika tanaman sudah tumbuh besar nanti maka akan mudah roboh, hal ini dikarenakan tanaman hasil cangkokkan akan tumbuh berakar serabut dan tidak berakar tunggang.

Karena sifat yang diturunkan nantinya akan sama dengan induk tanaman, maka perlu dilakukan pemilihan induk yang akan dicangkok dengan daya atau tingkat produksi buah tinggi dan juga buah yang dihasilkan berkualitas tinggi.

Apabila sudah mendapatkan tanaman induk yang kualitasnya sudah sesuai dengan yang diinginkan, maka tahapan selanjutnya yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut ini :

  1. Siapkan bahan dan alat. Bahan dan alat yang digunakan seperti media, plastik, tali rafia dan pisau kemudian pilih ranting yang lurus.
  2. Lakukan pengeratan atau hilangkan kambium secara melingkar pada batang dengan panjang kira – kira 3 – 5 cm dan panjang ranting dari ujung daun hingga leher keratan minimal lebih kurang 50 cm.
  3. Biarkan selama 1 – 2 hari, hal ini bertujuan agar kambium yang tadinya masih menempel pada kayu menjadi kering kemudian rendamlah media yang akan digunakan ke dalam air.
  4. Pasanglah plastik tempat media dengan cara mengikatkan plastik tersebut di bagian bawah batang yang dikerat.
  5. Masukkan media tersebut ke dalam plastik lalu diikat lagi.
  6. Usahakan untuk tetap menjaga kelembaban media dengan cara menyiram jika media tersebut jika mulai mengering.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme
    Bandar Q
  1. Bandar Q