Siapakah yang layak memimpin DKI Jakarta 2017-2022?

View Results

Loading ... Loading ...

Cara Membuat Pupuk Organik Padat Bagi Pemula

Cara Membuat Pupuk Organik Padat – Bagaimanakah cara membuat pupuk organik padat ?

Pupuk organik padat adalah pupuk organik yang secara fisik bentuknya padat. Untuk mendukung konsep pertanian yang berbahan organik, dibutuhkan salah satu komponen pendukungnya agar kegiatan pembudidayaan  secara organik tersebut dapat berlangsung dengan baik juga.

Salah satu komponen pendukung yang dimaksud tersebut adalah pupuk organik padat.

pupuk-padat

Artikel terkait :

Pupuk organik padat ini memiliki peran yang sangat penting dalam mengembalikan kesuburan tanah, terutama sangat berkaitan dengan sifat fisik, kimia dan juga biologi dari tanah.

Bahan yang diperlukan

Dalam pembuatan pupuk organik maka diperlukan bahan-bahan organik baik dari kotoran hewan ataupun sisa – sisa tanaman yang sudah tidak terpakai lagi.

Misalnya saja kotoran ternak atau unggas, jerami padi, sekam atau merang dan dedak. Biasanya sekam padi dibuat arang sekam terlebih dahulu, hal ini bertujuan agar kualitas pupuk organik yang dihasilkan cukup bagus.

Selain itu bahan tambahan atau pendukung lainnya yang diperlukan adalah bahan organik yang mengandung unsur NPK tinggi, misalnya daun bambu dan blotong yang mengandung unsur phosphor (P), batang atau pelepah pisang yang mengandung unsur kalium (K), daun pegagan, daun lamtoro dan daun gamal yang mengandung unsur nitrogen (N).

Bahan – bahan lain yang juga digunakan untuk mempercepat proses pengomposan adalah mikroba dekomposer yang tersedia di pasaran, sebagai contoh misalnya dengan merk dagang EM4 atau harmoni BS.

Kemudian sebagai penambah energi mikroba tersebut jangan lupa untuk menyediakan molase atau tetes tebu. Jika tidak ada bisa diganti dengan menggunakan gula pasir.

Komposisi bahan

Komposisi bahan – bahan organik adalah kotoran ternak atau unggas sebanyak lebih kurang 40 %, jerami padi sebesar 30 %, bahan organik lainnya yaitu sekitar 10 %, sekam bakar sebanyak 10%, dedak kira – kira 10%.

Kemudian untuk membuat sebanyak 1 ton pupuk organik padat, dibutuhkan campuran kotoran ternak atau unggas sebanyak 400 kg, 300 kg jerami padi, 100 kg bahan organik lain, 100 kg sekam bakar dan 100 kg dedak.

Sehingga untuk total jumlah keseluruhan bahan sebanyak 1.000 kg. Jika membuat pupuk dengan campuran bahan sebanyak 1 ton, dibutuhkan mikroba atau yang biasa disebut bakteri dekomposer sebanyak sekitar 1 liter dan tetes tebu / molase sebanyak 1 liter.

Apabila molase susah didapatkan, bisa digantikan dengan menggunakan gula pasir sebesar 250 gr. Kemudian setelah itu baru ditambahkan air sebesanyak 50 – 100 liter agar tercapai kadar air 30 – 40%.

Cara Membuat Pupuk Organik

Potong semua bahan yang berkuran besar menjadi ukuran kurang lebih 15 cm. Gunakan mesin pemotong jika punya dan ini tentu saja akan mempercepat pekerjaan. Kemudian setelah itu campur semua bahan dan aduk hingga merata.

Mikroba dekomposer dan molase atau gula pasir, dicampurkan kemudian setelah itu larutkan dalam 50 – 100 liter air.

Setelah itu siramkan larutan mikroba tersebut pada campuran bahan yang sudah disiapkan sebelumnya hingga merata.

Bahan organik yang sudah disiapkan disebar diatas lantai ubin atau juga boleh tanah kering yang beratap. Sebaiknya tinggi gundukan bahan organik tidak lebih dari 35 cm, kemudian setelah itu gundukan ditutup menggunakan terpal atau karung goni.

Tetap jaga kondisi suhu selama proses fermentasi agar tetap stabil yaitu pada angka 50°C.

Lakukan pengecekan suhu setiap hari, jika suhu terlalu tinggi, cobalah untuk membuka karung goni kemudian gundukan tersebut diaduk.

Karena jika suhu terlalu tinggi, proses pengomposan tidak akan berlangsung dengan baik bahkan tidak berhasil sama sekali.

Hal ini mengakibatkan bahan organik menjadi rusak atau membusuk. Kira – kira setelah 10 – 15 hari, pupuk organik padat telah jadi dan siap untuk digunakan.

Demikian ulasan singkat mengenai cara membuat pupuk organik padat, semoga bermanfaat bagi pembaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2015 Frontier Theme