Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Cara Budidaya tanaman Okra

Cara Budidaya tanaman Okra – Tanaman okra adalah salah satu tanaman yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai seyuran, mengingat gizi yang dimiliki cukup banyak, seperti Viamin C, serat dan antioksidan.

Banyak juga masyarakat yang emmanfaatkan sebagai obat sehingga semakin hari semakin banyak para peminat si okra ini.

Tanaman ini sangat cocok di tanam di daerah tropis seperti Indonesia, hanya saja harus pada ketinggian 600 – 700 meter di atas permukaan laut karena pertumbuhan mereka sangat membutuhkan sinar matahari secara penuh dengan curah hujan sedang yang mampu bertahan hingga 5 – 6 bulan.

Baca Juga : Pengertian dan Fungsi Dinding Sel pada Tumbuhan

Sehingga ketika di tanam pada dataran rendah kemungkinan tanaman okra tidka dapat tumbuh dengan maksimal dan akhirnya hasil produksi berkurang.

Berikut ini cara menanam tanaman Okra :

Persiapan tanah

Hal pertama yang harus anda siapkan adalah lahan untuk menanam.

Tanah yang digunakan untuk menanam tanaman Okra harus subur dengan ph sekitar 5,5 – 7,0 yaitu terdiri dari tanah dan pupuk seperti kompos dengan perbandingan 1 : 1, anda juga dapat memberi tambahan pasir guna tanah makin gembur.

Setelah tercampur rata masukkan tanah ke dalam polybag dan siramlah tanah tersebut agar lebih stabil.

Penanaman benih Okra

Untuk mendapatkan benih Okra maka anda butuh buah okra yang sudah tua dan kering.

Guna mempercepat pertumbuhan biji okra maka anda membutuhkan perendaman terhadap benih okra selama 12 jam di air hangat.

Ketika benih tenggelam itu berarti benih yang bagus untuk di tanam atau dijadikan bibit.

Cara penanamannya adalah dengan cara mmebuat lubang sedalam sekitar 3 cm yang kemudian biji buah okra di masukkan dan di tutup kembali dengan tanah. Dalam sekali lubang tanam cukup 1 – 2 benih okra.

Pemeliharaan okra

Proses pemeliharaan tanaman okra sama seperti pemeliharaan tanaman lain, yaitu mulai dari pemberian air, pemupukan hingga proses pengendalian hama dan penyakit.

Proses penyiraman tanaman okra dilakukan 1 kali dalam sehari baik pagi atau sore hari

. Pastikan penyiraman ini teratur dan jangan sampai si tanaman okra ini kekeringan atau kekurangan air.

Proses pemupukan dapat dilakukan 1 bulan sekali menggunakan pupuk NPK dengan takaran 1 – 2 sendok makan.

Sebaiknya sesekali beri tambahan pupuk kandang atau kompos guna menggantikan atau menutupi tanah yang mulai erosi akibat seringnya proses penyiraman.

Proses pengendalian hama dan penyakit pada tanaman okra adalah dengan cara membuang bagian yang terserang oleh penyakit dan membuang para hama yang menyerang tanaman okra.

Pastikan anda memberinya ajir atau patok yang nantinya digunakan oleh tanaman okra untuk merambat atau menahan tanaman okra ketika tumbuh agar tidak rebah, ajir tersebut bisa menggunakan bambu atau kayu yang di tancapkan di sekeliling polybag secara melingkar atau di tancapkan di dekat batang okra.

Panen okra

Buah okra dapat dipanen biasanya ketika mereka sudah berumur 60 – 70 hari dari pertama kali mereka tanam.

Panen ini dapat berlangsung setiap 2 – 3 hari sekali yang tergantung dari kematangan buah.

Proses panen dapat berlangsung sekitar 2 – 3 bulan sejak panen pertama namun tergantung juga dengan kondisi tanaman dan pemeliaraannya.

Jika buah okra digunakan untuk sayur maka panenlah ketika usia masih muda dengan ukuran panjang sekitar 10 – 12 cm, sedangkan buah okra yang digunakan untuk benih maka panenlah hingga buah okra menua dan kering.

Semakin tua usia buah okra maka akan terasa keras dan kurang sedap saat di masak.

Baca Juga : Komponen-Komponen Protoplasma dan Non-Protoplasma

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *


Agroteknologi © 2017 Frontier Theme