Cara Budidaya Tanaman Cabai Jawa

Cara Budidaya Tanaman Cabai Jawa – Cabe Jawa atau lebih di kenal dengan sebutan cabe jamu ini menjadi salah satu bahan obat herbal yang banyak di budidayakan di Indonesia. Berikut ini cara budidayanya :

Penyiapan bibit tanaman cabai Jawa

Pada umumnya tanaman bibit Jawa ini di kembang biakkan dengan 2 cara, yaitu secara generatif ( menggunakan biji ) dan dengan cara vegetatif ( menggunakan tunas batang seperti setek).

cabai jawa

Namun para petani lebih menggunakan cara vegetatif, yaitu menggunakan setek batang, dengan alasan masa panen lebih cepat, minimnya anggaran biaya tanam, lebih efisien waktu yang di gunakan. Perawatannya juga di angga mudah oleh sebagian besar para petani.

Bibit cabai Jawa yang di budi dayakan secara vegetatif dapat di ambil dari 2 utas ruas batang produktif tanaman cabai Jawa yang sudah memiliki akar sekitar 1 – 2 tunas akar yang menempel pada substrat pada tumbuhan inang seperti batang pohon dan tiang.

Jangan sampai kedua ruas batang tersebut masih berusia muda muda atau sudah tua. Kemudian siram batang setek tersebut menggunakan air bersih hingga benar – benar terlihat segar.

Jika sudah, simpan pada tempat yang sejuk dan aman selama satu malam, baru kemudian esok harinya setek batang tersebut di tanam di pot, seperti polybag,

Penanaman

Setelah bibit di siapkan, maka saatnya menanamnya pada polybag misalnya. Untuk 1 polybag di isi 1 batang bibit cabai Jawa.

Sebelumnya, siapkan dulu tanah liat yang di campur dengan pupuk kandang dari kotoran sapi kering atau tahi ayam kering, 1:1 perbandingannya. Baru setelah itu campuran tanah dan pupuk di masukkan pada polybag.

Buat lubang tanam dan batang setek Cabe Jawa benamkan pada campuran tanah tadi. Jangan lupa menyiramnya secara rutin selama 0 – 4 Minggu pertama setiap pagi dan sore hari.

Pada umumnya, bibit yang berusia 1 bulan akan muncul tunas daun dan pucuk si tanaman cabai Jawa sudah mulai tumbuh tinggi. Pada usia 2 bulan, biasanya bibit ini sudah cukup ideal untuk di pindahkan di lahan terbuka.

Ketika di tempatkan di lahan terbuka pastikan sudah ada tanaman tinggi siap untuk tiang pemanjat, misalnya pohon kelapa. Buat 2 lubang sedalam 15 – 20 cm dengan panjang dan lebar antara 10 – 15 cm. Dasar lubang berilah pupuk kandang seperti kotoran ayam.

Baru kemudian masukkan bibit setek batang dari polybag di dalam lubang, jangan lupa menutupnya kembali dengan galian tanah tadi dan menyiramnya sebanyak 1 – 2 gayung untuk menjaga kelembabannya.

Perawatan

Lakukan penyulaman dengan bibit setek batang cabai Jawa yang bagus setelah beberapa hari tanam pada tanaman yang sekiranya tidak tumbuh secara normal atau terhambat dan cacat misalnya.

Jangan lupa melakukan penyiangan secara manual ketika di temukan tanaman gulma atau rumput liar lainnya.

Pemupukan juga du lakukan ketika tanaman sudah mulai tumbuh merambat pada si tiang, bisa menggunakan pupuk cair organik buatan dari kotoran sapi setengah matang sebanyak ½ kg dan 2 liter air yang telah di kocok hingga benar – benar larut.

Pupuk cair tersebut semprotkan pada akar dan batang tanaman cabai Jawa selama 1 tahun yaitu sebulan 2 kali.

Panen

Buah baru bisa di panen ketika sudah matang berwarna merah muda atau merah tua yang biasanya berumur 8 -11 bulan dengan cara di petik manual.

Baca Juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2015 Frontier Theme