Loading…

Bisnis Online Modal 10ribu Hasil Jutaan Klik DISINI

Budidaya dan Cara Menanam Rumput Setaria

Budidaya dan Cara Menanam Rumput Setaria – Rumput setaria merupakan tanaman tahunan.

Tanaman ini berasal dari dari Australia dan sudah menyebar di seluruh wilayah Indonesia.

Rumput setaria tumbuh baik pada ketinggian 1.300 m diatas permukaan laut dengan curah hujan sedang.

menanam-rumput

Setaria cukup tahan terhadap kekeringan, dapat tumbuh di daerah yang sering tergenang air, tetapi tidak tumbuh baik di daerah rawa.

Baca Juga :

Rumput setaria merupakan jenis pakan ternak yang masa hidupnya lama, Rumput ini tahan terhadap kekeringan dan tetap dapat hidup meskipun lembab.

Tumbuhan dengan warna hijau segar tergantung pada umur pemotongan, rata-rata produksi masa hijaunya  cukup lama dan bisa sampai satu tahun sebelum dilakukan peremajaan kembali.

Kandungan protein kasar dari tanaman setaria sekitar 13% dan memiliki serat kasar 30%.

Terdapat beberapa teknik penanaman rumput setaria yang baik antara lain penyebaran benih, penanaman benih dalam lahan, dan penanaman dengan sobekan rumpun.

Teknik penanaman dengan penyebaran benih bisa dilakukan dengan menyebar benih-benih rumput setaria tersebut langsung di atas permukaan tanah yang sudah disiapkan, kemudian tutup kembali dengan lapisan tanah yang agak tipis. Kebutuhan benih yang diperlukan dalam teknik penanaman ini sekitar 5-10 kg/hektar.

Pada proses penanaman benih rumput setaria dalam garitan, Anda perlu membuat lubang dengan kedalaman 2-3 cm terlebih dahulu. Setelah itu, benih-benih tadi disebar di dalam lubang kemudian ditutup kembali menggunakan tanah yang sudah bercampur dengan pupuk.

Jarak antara lubang yang ideal adalah 50 cm. sehingga perkiraan kebutuhan benih yaitu 2-3 kg/hektar.

Sementara itu, penanaman dengan sobekan rumpun dilakukan dengan menanamkan bibit-bibit rumput setaria di dalam lubang tanam dengan kedalaman sekitar 10-15 cm.

Jarak penanaman yang disarankan yaitu 50 x 50 cm. Jadi sobekan rumpun yang dibutuhkan yakni 40.000/hektar. Selanjutnya padatkan tanah di sekitar bibit yang telah ditanam agar tidak mudah goyah.

Waktu pemanenan yang paling baik yaitu pada saat rumput setaria berusia 40 hari dan tinggi rumput sudah mencapai 100 cm. Tahap pemanenan ini sebaiknya dikerjakan ketika masa pertumbuhan vegetatif atau sebelum rumput mengeluarkan bunga.

Ini disebabkan setelah usia berbunga tersebut, rumput setaria tidak akan lagi mengalami proses pertumbuhan dan hasilnya akan semakin menurun

Biasanya sebelum diberikan untuk pakan, rumput setaria dimaksimalkan kandungan gizinya dengan metode pengolahan yang dilakukan yaitu untuk menambah kandungan nutrisi dari rumput setaria, meningkatkan kualitas rumput setaria, meningkatkan palatabilitas rumput setaria, mengawetkan bahan pakan dengan tujuan ketika dibutuhkan bahan pakan tersebut ketersediaaan rumput setaria terbatas, melakukan inovasi terhadap bahan pakan untuk meningkatkan kemampuan pengolahan bahan pakan, mengurangi kandungan racun yang terdapat didalam rumput setaria.

Produk yang dihasilkan berupa silase rumput setaria, amoniasi rumput setaria, dan fermentasi rumput setaria, proses ini dilakukan untuk memasimalkan dan meningkatkan kualitas pakan

Manfaat dan kandungan setaria bagi ternak

Rumput merupakan bahan pakan yang utama untuk ternak, ciri dari rumput setaria ini yaitu berdaun terdiri atas tangkai daun, seludang dan lembaran daun, pelepah kadang membuka dan menutup seperti silinder, bunga rumput bermacam-macam ada yang tunggal dan ada juga yang rangkaian, serta rumput ada yang tumbuh tegak dan ada yang tumbuh merambat.

Jenis rumput hijau untuk pakan sangat bermacam-macam salah satunya yang terdapat di daerah tropis yaitu rumput setaria.

Setaria merupakan tanaman pakan ternak yang sangat baik  Nutrisi paling utama dari daun rumput gajah ini  memiliki kandungan nitrogen serta protein yang cukup untuk ternak.

Selain itu dalam daun rumput setaria juga ada serat serta vitamin yang cukup tinggi. Pakan ternak dari rumput setaria umumnya terdapat pada daun muda, karena aspek daya cerna yang tambah baik yaitu sekitar 70 persen.

Sementara pada daun yang tua, daya cerna hanya tinggal 50 persen saja. Selain itu daun muda mempunyai kandungan air yang cukup banyak.

Dalam pemberian konsumsi ternak dengan daun setaria ini, umumnya peternak memberi daun dalam bentuk basah dan juga berbentuk olahan dengan proses pengawetan daun, sehingga jadi formula kering sebagaimana silase.

Cara pengolahan dari rumput ini dapat dilakukan dengan dicampur bahan lain dahulu sebelum dipadatkan untuk mempercepat fermentasi, yang bertujuan mencegah tumbuh jamur dan bakteri pembusuk, meningkatkan tekanan osmosi yang nantinya bisa menghasilkan asam organik seperti asam formiat, asam sulfat, asam klorida, asam propionat, molases/tetes tebu, garam, limbah gilingan padi, menir.

Nutrisi dari hasil pengawetan kering ini tidak akan jauh dan tidak sama dari nutrisi daun pada kondisi basahnya.

Manfaat rumput setaria ini untuk penggemukan sapi, keperluan minimal berkisar 1,5-0,8 bahan kering dari bobot sapi yang digemukkan. Jadi, satu ekor sapi yang bakal digemukkan berbobot 200 kg membutuhkan rumput setaria segar yang memiliki kandungan 21% bahan kering.

keperluan minimum hijauan untuk sapi yang akan dilakukan penggemukkan itu yaitu 200×0,5 atau 100x1kg = 1.0 kg bahan kering atau 4,8 kg bentuk fresh rumput setaria.

Tetapi, karena senantiasa ada sisi yang tidak dikonsumsi yaitu pada bekas batang, jadi pemberian ditambah  5% dari keperluan, jadi kurang lebih rumput setaria fresh yang bakal diberikan pada sapi yang bakal digemukkan sejumlah 105 atau 100 x 4, 8 kg = 5,05 kg.

Nilai gizi yang terkandung dalam Rumput Setaria adalah protein kasar 6-7 %, serat kasar 42,0 %, Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen 36,1% dan lemak 2,8%.

Nilai nutrisi dari pakan hijauan jenis setaria ini sangat penting bagi ternak yang mengandung protein tinggi, kandungan lemak, serta bahan kasar, dan juga bahan ekstrak tanpa noitrogen dan mineral. Rumput setaria ini merupakan jenis tanaman yang sebagian besar digunakan sebagai sumber pakan hijauan ternak.

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2017 Frontier Theme