Mau Punya Penghasilan 250ribu/Minggu Klik DISINI

Bagaimana Pengendalian Hama Secara Mekanik?

Bagaimana Pengendalian Hama Secara Mekanik? – Pada dasarnya pengendalian hama secara mekanik dapat juga dikatakan pengendalian hama secara manual, yaitu pengendalian yang membutuhkan tindakan fisik langsung ke hama.

Misalnya menyingkirkan hama yang menempel di pohon secara langsung biak menggunakan tangan maupun alat tertentu.

Juga bisa dilakukan dengan memasang pelindung tanaman agar tidak diserang hama, misalnya dengan pengaplikasian plastikultura.

Untitled

Sedangkan untuk tanaman pengganggu seperti gulma maka bisa dihilangkan dengan pengolahan tanah atau pembajakan.

Cara pengendalian hama secara mekanik ini sampai sekarang masih banyak digunakan di daerah-daerah yang upah tenaga kerjanya masih relatif murah. Misalnya pengendalian hama secara manual yang dilakukan di Australia.

Mereka mengendalikan hama dengan mengambil ulat-ulat atau siput yang menempel pada tanaman kubis secara langsung.

Untuk di Indonesia sendiri, pengendalian mekanik juga telah lama dilakukan terutama terhadap ulat pucuk daun tembakau oleh hama Helicoverpa sp.

Untuk melakukan mengendalikan hama ini para petani tembakau pada pagi hari mengambil dan mengumpulkan ulat-ulat yang menyerang pucuk tembakau. Ulat yang telah terkumpul tersebut kemudian dibakar atau dimusnahkan.

Begitupun dengan istilah Rogesan, dimana hal ini sering dilakukan oleh petani tebu di Jawa untuk mencari ulat penggerek pucuk tebu atau Scirpophaga nivella.

Cara ini dilakukan dengan mengiris sedikit demi sedikit pucuk tebu yang diserang hama tersebut. juga istilah Lelesan yang dilakukan oleh petani kopi untuk menyortir buah kopi dari lapangan yang terserang oleh hama Hypotheneemus Hampei.

Namun, pengendalian secara mekanik ini berbeda dengan pengendalian secara fisik.

Pengendalian Fisik

Pengendalian dengan cara fisik merupakan usaha dengan memanipulasi faktor lingkungan fisik sedemikian rupa sehingga dapat mematikan atau menurunkan populasi hama yang dituju. Beberapa tindakan yang termasuk dalam pengendalian fisik antara lain:

  1. Perlakuan Panas

Hal ini biasa dilakukan di gudang-gudang penyimpanan dengan ruang yang tertutup.

Untuk menyingkirkan hama yang menyerang simpanan di gudang, maka teknik fisik dengan memanaskan suhu gudang adalah pilihan yang cukup efektif dalam mengusir hama.

  1. Lampu Perangkap

Teknik cukup banyak digunakan para petani padi di sawah. Teknik penggunaan lampu ini cara kerjanya cukup sederhana karena memanfaatkan ketertarikan hama penyerang padi pada cahaya.

Di bawah lampu akan disediakan cairan sabun dan sejenisnya agar ketika hama mendekati lampu maka akan berjatuhan ke cairan sabun dan akhirnya mati di tempat.

  1. Penghalang atau Barrier

Teknik ini dimaksudkan untuk membatasi pergerakan hama sehingga tidak mengganggu tanaman. Biasanya berbentuk penghalang berupa pematang yang ditinggikan atau adanya lubang selokan sebagai jebakan disekeliling pertanaman.

Atau juga pengaplikasian bungkus pada buah yang dimaksudkan untuk mencegah serangga menyerang buah tersebut.

Pengendalian Mekanik

Teknik ini lebih ke membunuh hama secara langsung baik dengan tangan maupun alat-alat tertentu.

  1. Pengambilan langsung dengan tangan. Cara ini merupakan teknik yang paling sederhana dan murah.
  2. Cara ini biasanyan untuk mematikan tikus yang ada di dalam sarang maupun yang ada di luar sarang dengan menggunakan alat pemukul.
  3. Serangga dapat diperangkap dengan menggunakan berbagai macam perangkap seperti lem, sabun dan lainsebagainya.
  4. Inilah alasan mengapa kita menemui orang-orangan sawah. Ini juga sebagai bentuk dari pengendalian hama secara mekanik.

Kelebihan dari pengendalian hama secara mekanik antara lain dapat menghindari pencemaran pada lingkungan dan teknik ini bisa dipadukan dengan cara pengendalian lainnya.

Baca Artikel Lainnya :

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam *

Agroteknologi © 2015 Frontier Theme